Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita – Proses penuaan adalah proses yang alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Sebagai dampak dari proses penuaan ini adalah Osteoporosis (pengapuran tulang) sebagai akibat gangguan metabolisme kalsium.

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kelainan mikroarsitektur, yang berakibat meningkatnya kerapuhan tulang. Osteoporosis banyak ditemukan pada usia lanjut. Dua sel yang sangat penting  dalam proses ini adalah osteoblast yang berfungsi dalam pembentukan tulan dan osteoklast yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang.

Proses pembentukan dan resorpsi ini terjadi seumur hidup. Pada usia mulai 40 tahun massa tulang akan mulai berkurang sebagai akibat dari mulai berkurangnya fungsi osteoblast. Penurunan massa tulang inilah yang menyebabkan osteoporosis pada lansia. Massa tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium karena 98% dari kalsium yang tersimpan dalam tulang. Kalsium yang berperan disini adalah kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon, yaitu : hormon paratiroid, 1,25 dihidroksi vitamin D, dan kalsitonin.

Hormon paratiroid berperan dalam proses resorpsi tulang dengan mengaktifkan osteoklast dan akan mengakibatkan meningkatnya kadar kalsium dalam darah. 1,25 dihidroksi vitamin D akan merangsang osteoblast baru kemudian merangsang osteoklast. Sedangkan kalsitonin berperan sebagai pencegah osteoklast. Dari penelitian juga diketahui bahwa hormon estrogen berperan dalam penekanan proses resorpsi tulang.

Akibat dari osteroporosis maka orang akan mudah mengalami fraktur spontan atau patah tulang spontan. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami pengentian siklus haid (amenorrhea). Osteoporosis Pada Wanita bisa mengalami kerapuhan tulang karena mereka memiliki tingkat estrogen yang lebih rendah, suatu hormon yang membantu menyimpan kalsium. Dan masalah di perparah dengan diet yang tidak cukup nurtisi terutama kalsium.

Cara mencegah Osteoporosis Pada Wanita

Hal-hal yang bisa membantu mencegah penyakit osteoporosis pada wanita adalah :

  1. Mengontrol atau mengendalikan berat badan
    Karena salah satu penyebab dari terjadinya osteoporosis adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi, sebaiknya Anda harus menjaga berat badan dengan baik dan juga mengendalikannya sehingga Anda mendapatkan berat badan yang ideal. Hal ini akan membantu agar tulang Anda tidak terlalu berada pada dibawah tekanan.
  2. Mengonsumsi kalsium dengan jumlah yang cukup
    Penyakit osteoporosis bisa disebabkan akibat kurangnya mengonsumsi kalsium di dalam tubuh. Karena biasanya wanita mempunyai kecenderungan di dalam tubuh mereka dengan lebih mudah, maka mereka harus mempunyai proporsi yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang mengandung kalsium tinggi misalnya adalah seperti susu, bayam, brokoli, serta makanan laut dan yang lainnya.
  3. Jangan mengabaikan nyeri pada tubuh
    Pada setiap munculnya nyeri dibagian tubuh yang terjadi dengan terus menerus, apalagi untuk kasus penyakit nyeri sendi, maka hal ini akan memicu dari terjadinya penyakit osteoporosis. Dan sebaiknya jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan tes mengenai kesehatan tulang Anda.
  4. Jangan melakukan diet ketat
    Untuk diet menurunkan berat badan yang dilakukan dengan ekstra adalah salah satu cara yang kurang baik untuk kesehatan. Sebaiknya Anda jangan melakukan hal ini karena hanya akan membuat tubuh Anda mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting di dalam tubuh misalnya adalah seperti kalsium.
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur dalam membantu menjaga kesehatan tulang agar tetap dalam keadaan fleksibel. Dan segala sesuatu yang biasanya tidak digunakan selama dalam waktu yang lama maka akan membuat terjadinya karatan. Selain itu, hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  6. Konsumsi suplemen mengandung kalsium setelah mengalami menopause
    Sebaiknya Anda segera mengonsumsi suplemen kalsium setelah Anda mengalami menopause. Kandungan hormon estrogen yang bisa membantu dalam melindungi dan menjaga kesehatan tulang Anda biasanya akan berkurang jumlahnya sebagian besar. Jadi sebaiknya Anda memulai untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium dengan segera setelah Anda mengalami berhentinya menstruasi.
  7. Berjemur dibawah sinar matahari
    Tanpa adanya asupan vitamin D, maka tubuh Anda tidak akan bisa memproduksi penyerapan kalsium. Dan selain itu juga vitamin D yang dihasilkan di dalam tubuh Anda disaat Anda sedang mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat untuk kesehatan tubuh kita.

Penegakkan diagnosis pada penyakit osteoporosis adalah lewat Tes Kepadatan Tulang  yang biasanya dilakukan dengan cara menggunakan pemindaian dari DEXA. Tes ini biasanya bisa membantu dalam menentukan apakah Anda mengalami penyakit osteoporosis pada wanita yang bisa membantu mengukur kepadatan dari mineral tulang atau juga menunjukkan kekuatan tulang pada bagian panggul dan bagian tulang belakang.

Tes Penyakit Osteoporosis

Mereka yang harus melakukan tes ini adalah :

  1. Mereka yang mengalami menopause dini yang terjadi sebelum usianya memasuki 45 tahun.
  2. Mereka yang sebelumnya pernah mengalami patah tulang akibat jautuh
  3. Adanya riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit osteoporosis
  4. Mengalami kekurangan berat badan atau kurus
  5. Kondisi tubuh yang kurang sehat akibat mengalami sakit yang terjadi secara berkepanjangan.
  6. Wanita yang mengalami kondisi berhubungan dengan penyakit osteoporosis misalnya adalah seperti penyakit arthritis reutmatoid
  7. Penggunaan dari obat jenis kortikosteroid atau juga dalam melakukan pengobatan tiroid dalam waktu yang lama.

Osteoporosis Pada Wanita


=====================================

>>> Kapsul Herbal Osteoporosis Untuk Mencegah dan Mengatasi Penyakit Osteoporosis (Kerapuhan Tulang), Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Osteoporosis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *