Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia – Mungkin Anda beranggapan bawah penyakit osteoporosis hanya masalah minum susu atau mengonsumsi kalsium saja. Lalu menjaga tubuh agar tidak terjatuh sampai menimbulkan patah tulang. Ini keliru, Masalah osteoporosis pada lansia bukan hanya bisa menyebabkan fraktur tulang, tetapi juga dapat menimbulkan cacat tubuh, tinggi badan berkurang sampai belasans entimeter, hingga penderitaan dan komplikasi yang bermacam-macam.  Sebenarnya tulang keropos  sudah ada di zaman Mesir kuni sekitar 2000 tahun sebelum masehi.  Pada pemeriksaann scan terhadap tulang mummy ternyata dijumpai patah tulang panggul dan kompresi dibeberapa ruas tulang belakang.

Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis berasal dari  kata osteo dan porous, asteo artinya tulang dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi Penyakit osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunanan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan  kerapuhan tualng. Tualng yang rapuh dan keropos ini mudah patah atau fraktur (fracture).  Masalah osteoporosis pada lansia ditandai oelh dua hal, ayitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, dan kedua kualitas tulang juga menurun. Densitas tulang adalah kepadatan tulang, yaitu berupa gram mineral  per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut  arsitektur, penghancuran,  da pembentukan kembali (mineralisasi) tulang. Densitas tulang bisa diukur dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dqapat dihitung dengan angka.

Tulang yang normal itu kuat, karena mengandung protein, kolagen dan kalsium. Namun, bila tulang sudah keropos, trauma sedikit saja sudah menimbulkan fraktur. Bentuk fraktur bisa berupa patah jadi dua bagian seperti pada lengan bawah, retak pada tulang panggul, atau kompresi pada tulang belakang. Tempat yang paling sering timbul fraktur adalah tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan, walaupun sebenarnya dapat terjadi pada semua tulang kerangka tubuh.  Berbeda dengan penyakit lain, pada umumnya masalah osteroporosis pada lansia dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa  menimbulkan gejala apapun, sampai suatu ketika terjadi patah tulang barulah Anda merasakan nyeri. Namun keadaan demikian sudah terlambat.  Anda sudah tikdak dapat beraktivitas, fraktur tulang panggul  atau tulang bhelakang membuat Anda harus bebaring di tempat tidur, kebanyakan sampai perlu perawatan dirumah sakit, kemudian timbul komplikasi infeksi saluran napas dan saluran kemih. Akibatnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selain merasakan nyeri, Anda bisa menjadi stress bahkan depresi.

Banyak orang tidak kmenyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang helas, Sering kali penyakit osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah.  Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan penyakit osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat osteoporosis, terapi hormonal dan juga terapi alamiah. Namun, hal yang terpenting adalah upaya pencegahan.

Pencegahan Penyakit Osteoporosis

Pencegahan  pada penyakit osteoporosis tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Di samping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapay memperkecil voulme terjadinya serangan osteoporosis sebagaimana berikut :

Konsumsi kalsium yang cukup. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memnuhi kebutuhan tubuh. Sumber kebutuhan lainnya adalaj ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Osteoporosis bisa dicegah. Pencegahannya harus dilakukan sejak dini. Sejak kecil osteoporosis harus dicegah dengan pemenuhan asupan nutrisi secara baik, khususnya pemenuhan kebutuhan kalsiumnya. Selain dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi harian, osteoporosis bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi lemak berlebihan karena lemak bersifat mengikay kalsium sehingga akan menghambat penyerapan kalsium pada tulang.

Berikutnya, yang harus diperhatikan dalam mencegah osteoporosis adalah dengan melakukan olahraga yang bersifat pembebanan untuk menguatkan matahari dan menjaga lifestyle dengan tidak merokok, minum alkohol dan kafein berlebih sehingga penyerapan kalsium bisa maksimal.

Begitu juga dalam melakukan diet, agar tidak berdampak pada terjadinya osteoporosis, lakukanlah diet seimbang yang juga kaya akan kandungan kaslium. Makanan yang kaya kalsium antara lain, teri, brokoli, kacang-kacangan, tempe dan tahu dan jangan lupa konsumsi susu.

Kekurangan magnesium juga dinyatakan salah satu penyebab osteoporosis. Magnesium terlibat dalam aktivitas lebih dari 300 fungsi tubuh. Selain untuk membantu metabolisme kalsium dan vitamin D, magnesium juga berperan langsung dalam mencegah pengapuran tulang. Kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan osteoporosis.

Vitamin D terjadi didalam tubuh kita dengan bantuan sinar matahari yang sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang terjadi dalam usus kecil.
Mengingat osteoporosis dapat menurunkan kualitas hidup menghalangi aktivitas (karena kemungkinan harus menggunakan kursi roda atau tongkat) maka akan mengahadapi kemungkinan terkena osteoporosis, tindakan yang paling tepat adalah melakukan pencegahan sejak dini . Apakah seseorang akan menderita osteoporosis tau tidak, sangat tergantung pada kekuatan tulang yang terbentuk di masa muda, dan bagaimana menjaga kesehatan tulang setiap harinya. Ibaratnya menabung tulang untuk persediaan di hari tua. Meskipun proses penuaan tidak dapat dihindari , kita dapat melakkukan usaha-usaha pencegahan untuk memperlambat datangnya osteoporosis. Bagaimana caranya ?

Cara diet cepat yang tepat menjadi salah satu kunci hidup sehat. Pengeroposan tulang pun bisa di hambat. Olaharaga teratur dan kebiasaan hidup sehat sangat berguna dalam menghambat pengeroposan tulang. Pencegahan perlu ditekankan karena jika tulang sudah mengalami osteoporosis , maka kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah. Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan cara umum, farmakoterapi, fisioterapi, dan pembedahan. Selain itu cara membantu mencegah osteoporosis adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup sepanjang hidup .

Masalah Osteoporosis Pada Lansia


=====================================

>>> Kapsul Herbal Osteoporosis Untuk Mencegah dan Mengatasi Penyakit Osteoporosis (Kerapuhan Tulang), Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Osteoporosis and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *