Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada wanita  – Penyakit Osteoporosis atau yang lebih dikenal dengan istilah pengeroposan tulang, merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen. Jika tidak secara dini diantisipasi, maka setelah 5 sampai dengan 10 tahun masa menopause banyak wanita akan mengalami pengeroposan tulang.

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis

Secara ilmiah penyakit osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang yang ditandai dengan hilangnya kepadatan tulang sehingga tulang mudah patah serta tidak tahan dengan benturan ringan. Sebenarnya penyakit osteoporosis tidak hanya menimpa kaum wanita saja, pria pun dapat mengalami penyusutan kepadatan tulang setelah mencapai usia tua. Akan tetapi wanita mempunyai peluang lebih besar dibanding pria, karena penyusutan tulang sangat banyak dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Proses menuju menopause terjadi ketika fungsi indung telur mengalami penurunan dalam memproduksi hormon. Pada saat mulai terjadi penurunan fungsi ini gejala-gejala menopause mungkin muai terasa meskipun menstruasi tetap datang. Saat mulaui nampak ada perubahan pada haid,misalnya menjadi lebih singkat atau lebih memanjang, atau banyaknya darah haid yang keluar tidak konsisten lagi dari bulan ke bulan.

Penyakit Osteoporosis pada Wanita

Pada saat ini sebaiknya wanita lebih banyak mengonsumsi vitamin-vitamin dan zat kapur (kalsium) sebagai suplemen (tambahan) dan penyangga karena penurunan produksi hormon estrogen akan diikuti dengan meningkatnya kalsium yang terbuang dari tubuh seorang perempuan. Banyak wanita setelah menopause akan mengalami kerapuhan tulang. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dan kekurangan salah satu zat gizi terutama kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang.

Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk membentuk puncak massa tulang yang optimal pada usia muda, dan mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita  di kemudian hari. Paparan sinar matahari selama 10 menit setiap hari dapat menstimulus vitamin D menjadi bentuk aktif yang dapat membantu memineralisasi tulang.

Kalsium merupakan mineral terpeting untuk membentuk tulang, sedangkan vitamin D penting untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tulang, batas kafein kopi dan teh serta garam. Berhati-hatilah terhadap obat steroid, diuretik, atau antikonvulsan. Para lanjut usia sebaiknya meningkatkan konsumsi kalsium.

Sumber kalsium adalah roti, buah, sayur, daging, ikan, telur, susu, keju, dan yoghurt. Pengetahuan tentang nutrisi bagi masyarakat ternyata sangat penting. Banyak produk yang ditawarkan kepada konsumen dan meningkatkan kepada kita bahwa kebutuhan kalsium tubuh rata-rata perhari adalah 1000-1200 mg. Padahal jika kebutuhan tubuh akan kalsium telah terpenuhi dari makanan , maka buat apa mengonsumsi kalsium tambahan lagi. Toh akhirnya kelebihan kalsium tersebut akan dibuang percuma. Proses pembuangan kelebihan kalsium tersebut akan membebani ginjal untuk bekerja lebih keras yang tentu saja bisa mngekibatkan gangguan pada fungsi ginjal.

Untuk mengatasi gangguan Gejala Osteoporosis Pada wanita pada usia lanjut, dapat dicoba dengan mengonsumsi susu segar 200 ml dicampur dengan lada 10 butir, rimpang jahe merah 5 ruas, dan kayu manis 10 gr. Susu segar direbus hingga mendidih. Setelah mendidih masukan lada, jahe merah dan kayu manis, lalu aduk hingga mendidih sekali lagi. Setelah dingin minum sekaligus, sehari sekali. Bila harga susu melambung tinggi, ada alternatif mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita tanpa harus membeli susu berkalsium yang harganya mungkin sudah tidak terjangkau. Salah satu caranya adalah mengonsumsi tempe. Selain lebih murah juga lebih mudah untuk mendapatkannya.

Mengonsumsi tempe secara teratur dapat mencegah  penyakit osteoporosis. Hal itu disebabkan tingginya kandungan kalsium yang terdapat dalam tempe. Mengonsumsi sayuran hijau dan ikan juga sangat dianjurkan, terutama ikan laut.
Lebih baik lagi ikan teri karena dikonsumsi dengan tulangnya.

Cara Mencegah Osteoporosis

Hal lain yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit osteoporosis adalah :

  1. Sebaiknya jangan mengabaikan jika Anda mengalami nyeri tulangPenyakit osteoporos disebabkan karena penurunan pada massa tulang. Hal ini akan membuat tulang dengan lebih mudah hancur atau mengalami pengeroposan. Hal ini biasanya akan membuat nyeri tulang yang terjadi disekitar tubuh dan juga kelainan bentuk pada tulang. Oleh seba itulah, jika Anda merasakan ada sesuatu hal yang aneh pada tulang dibagian tubuh Anda misalnya adalah seperti rasa nyeri, maka sebaiknya mengunjungi dokter.
  2. Jangan lakukan cara diet cepat dengan terlalu ekstrim
    Cara menurunkan berat badan yang dilakukan dengan diet ekstrim adalah salah satu hal yang paling buruk yang Anda lakukan. Mengapa demikian? Karena diet ekstrim akan memberikan resiko besar bagi tubuh dalam mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh kita, dan salah satunya adalah kalsium.
  3. Olahraga secara teratur
    Melakukan olahraga secara teratur atau dilakukan secara rutin akan membantu menjaga kesehatan tulang Anda secara alami. Ibaratnya adalah pisau yang tidak pernah diasah pasti lama kelamaan akan menjadi tumpul. Dan hal ini juga akan berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  4. Mengonsumsi suplemen kalsium selema masa setelah menopase
    Setelah Anda mengalami masa menipause, maka hormon estrogen dalam tubuh Anda akan mengalami penurunan sebagian besar jumlahnya. Oleh karena itulah, untuk wanita sebaiknya minumlah suplemen kalsium dengan segera setelah mengalami menstruasi berhenti.
  5. Memenuhi kebutuhan vitamin D
    Tanpa kandungan vitamin D didalam tubuh Anda maka tidak akan bisa membantu untuk memproses kalsium. Oleh sebab itulah, penuhi kebutuhan asupan vitamin D setiap hari.

Gejala Osteoporosis Pada wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penderita Penyakit Osteoporosis

Penderita Penyakit OsteoporosisOsteoporosis atau yang biasa di kenal dengan tulang yang mengalami keroposan. Osteoporosis yang merupakan dimana pada kondisi progresif yang pada tulang mengalami pelemahan dan secara struktual akan lebih mungkin terjadinya pada tulang yang patah atau mengalami pengeroposan. Yang biasanya tubuh dibentuk pada jaringan tulang yang baru dan diserap pada tulang yang berfungsi untuk mengimbangi pada jumlah jaringan tulang yang mengalami perpecahan yang ada di dalam tubuh kita. Yang dimana terjadinya pada proses yang alami dan terjadi pada setiap tubuh manusia. Sepanjang dari awal kehidupannya, pada jumlah tulang yang semakin hilang pada jumlah yang diperolehnya akan semakin seimbang.

Penderita Penyakit Osteoporosis

Penderita Penyakit Osteoporosis

Pada massa tulang dalam ukuran dan kekebalan tubuh maka lama maka akan semakin meningkat selama pada masa anak anak dan kehidupan awal dewasa, yang mencapai maksimum pada usia 20 tahun keatas. Menopause yang biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke atas, secara dramatis akan semakin meningkat mengalami keropos pada tulang, yang biasanya penderita penyakit osteoporosis pada wanita lebih banyak terjadi di bandingkan pada pria. Pada penderita penyakit osteoporosis yang biasanya akan terjadi pada tubuh akan kehilangan tulang lebih cepat dari pada yang membentuk tulang baru. Mengalami ketidakseimbangan atau mengalami kerusakan tulang yang terjadi pada pembentukan yang dengan mudahnya menyebabkan pada massa tulang yang semakin menurun, sehingga akan mudahnya mengalami patah tulang. 40% perempuan dan 25% pria pada para penderita penyakit osteoporosis yang akan terjadi diatas 50 tahun yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Para penderita penyakit osteoporosis akan lebih sering terjadi ketika akan mengalami kehilangan pada tulangnya yang lebih cepat dari pada yang dapat membentuk tulang baru.

Penderita penyakit osteoporosis pada lansia dalam seumur hidupnya yang tersisa. Seseorang yang mengalami penyakit osteoporosis dengan mendapatkan kalsium dan vitamin D yang sangat membantu dalam menjaga tulang agar tetap kuat. Pada penderita penyakit osteoporosis dengan mengkonsumsi obat untuk menyembuhkan penyakit osteoporosis yang paling utama pada lansia.

Penyebab Osteoporosis

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pada kekuatan tulang seseorang. Berikut ini ada faktor penyebab osteoporosis yang perlu anda ketahui lebih lanjut :

  • Pola makan buruk. Kurangnya mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D yang sangat berperan dalam mengatasi pada penderita penyakit osteoporosis.
  • Faktanya, di atas usia 35 tahun, kepadatan tulang akan menurun.
  • Menopause (berhenti haid). Saat kadar hormon estrogen menurun setelah menopause, kepadatan tulang juga menurun.
  • Kadar testosteron rendah. Pada pria, hormon testosteron memperlambat resorpsi (proses asimilasi atau pemecahan) tulang yang cara kerjanya sama seperti hormon estrogen pada wanita. Kadar testosteron yang rendah akan menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan menyebabkan osteoporosis.
  • Riwayat keluarga dan kelompok etnik dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Orang lebih berisiko mengalami osteoporosis.
  • Penyakit lain. Beberapa penyakit dapat mempengaruhi regenerasi tulang normal sehingga meningkatkan risiko osteoporosis (misalnya gagal ginjal, penyakit hati).
  • Obat-obatan. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit lain juga dapat mempengaruhi regenerasi tulang sehingga menyebabkan osteoporosis.
  • Berat badan rendah.
  • Kehamilan dan menyusui, walaupun yang jarang terjadi, seseorang wanita akan lebih sering merasakan osteoporosis selama masa kehamilannya, biasanya tulang akan kembali putih setelah wanita akan berhenti menyusui.
  • Kurang olahraga. untuk memperoleh tulang yang baik, dengan memberikan penekanan dan melakukan latihan beban, pada saat pertumbuhan tulang.

Gejala Osteoporosis

Beberapa penderita penyakit osteoporosis mereka tidak menyadari dari adanya gejala yang terjadi pada dirinya. Penyakit ini yang dapat anda ketahui untuk melakukan pemeriksaan. Namun berikut ini ada beberapa gejala umum pada penderita penyakit osteoporosis, yaitu :

  1. Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.
  2. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan.
  3. Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuhkan secara perlahan.

Pencegahan Osteoporosis

Untuk melakukan pencegahan yang dapat terjadi pada penderita penyakit osteoporosis, yang dapat anda lakukan dengan cara :

  1. Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengonsumsi kalsium yang cukup
  2. Melakukan olah raga dengan beban misalnya berjalan dan menaiki tangga akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
  3. Mengkonsumsi obat untuk beberapa orang tertentu seperti estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause. tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

Penderita Penyakit Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis – Penyakit osteoporosis merupakan penyakit pada tulang yang kerap kali dialami oleh orang lanjut usia. Penuaan pada tulang bisa menyebabkan penyakit osteoporosis terjadi, karena semakin tua yang tulang maka akan semakin lemah dan rapuh. Tulang yang rapuh dan lemah di sebabkan oleh kepadatan tulang yang berkurang. Karena tulang yang padat untuk menopang tubuh dan menahan beban lama kelamaan bisa menurun fungsi nya akibat kepadatan nya berkurang. Tulang yang sudah tidak padat akibat ada nya penyakit osteoporosis biasa nya dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause wanita karena pengaruh perubahan hormon di dalam tubuh juga bisa menyebabkan berkurang nya kepadatan tulang di dalam tubuh. Penyakit osteoporosis memang lebih mudah dialami wanita namun bukan nya laki laki tidak bisa mengalami penyakit osteoporosis juga. ada nya penyakit osteoporosis bisa menyebabkan kondisi kesehatan menurun karena semakin lama akan semakin berkurang kepadatan tulang di dalam tubuh. Maka dari itu gangguan kesehatan tulang bukan hanya patah pada tulang saja tetapi juga ada penyakit osteoporosis yang mengancam.

penyakit osteoporosis

penyakit osteoporosis

Penyakit osteoporosis awal mula nya disebabkan pada saat di usia muda tidak menjaga kondisi kesehatan tulang dengan baik. merokok dan alkohol jika di anggap kebisaan hidup yang sudah biasa maka salah besar. Karena penggunaan rokok dan alkohol bisa menyebabkan penyakit osteoporosis akan terjadi juga, karena kandungan yang di miliki oleh rokok atau pun alkohol bisa mengganggu kesehatan tulang. Penyakit osteoporosis pun bisa di sebabkan oleh kebutuhan nutrisi pada tulang tidak di berikan dengan baik dan cukup sesuai kebutuhan sehingga akan menyebabkan tulang mudah rapuh karena berkurang kepadatan nya. Selain itu juga, penyakit osteoporosis bisa di sebabkan oleh ada nya penggunaan bahan kimia dalam obat karena obat obatan kimia bisa mempengaruhi kesehatan tulang juga maka dari itu jika obat di gunakan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan penyakit osteoporosis terjadi juga. ada nya penyakit osteoporosis bisa dikarenakan juga faktor keluarga atau faktor genetik.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Untuk mengetahui penyakit osteoporosis selain dengan menggunakan alat untuk melihat kepadatan tulang juga bisa dengan mengetahui gejala penyakit osteoporosis yang terjadi, karena ada gejala yang dialami pada saat kepadatan tulang sudah berkurang banyak. Gejala yang bisa terjadi pada saat kepadatan tulang mulai berkurang salah satu nya dengan ada nya sakit di punggung atau sakit pada bagian tulang yang menurunkan kedapatan nya. Tetapi rasa sakit akan berkembang parah jika terjadi retak tulang, karena tulang pun juga bisa retak jika berkurang nya kepadatan tulang sudah semakin parah. Karena hal itu itu jika tulang terbentur atau pun terjatuh maka bisa menyebabkan retak tulang yang akan menyebabkan rasa sakit pada tulang.

Penyakit osteoporosis juga bisa menyebabkan paru paru terganggu pada saat bernafas akibat kurang nya kepadatan tulang. Maka dari itu sebaik nya tidak pernah mengalami penyakit osteoporosis, walaupun ada obat osteoporosis namun akan lebih baik tidak menggunakan nya karena jika menggunakan nya sudah pasti menderita penyakit osteoporosis. Maka dari lakukan cara mencegah penyakit osteoporosis agar tidak akan ada pengurangan pada kepadatan tulang. Maka dari itu berikut cara mencegah penyakit osteoporosis yang bisa di lakukan :

  • Olahraga

Cara mencegah penyakit osteoporosis yang bisa di lakukan untuk kesehatan tulang sudah pasti dengan berolahraga. Jika olahraga di lakukan sejak masa muda dengan teratur maka kondisi tulang pun juga akan selalu sehat bahkan hingga di usia tua. Maka dari itu olahraga sebaik nya di lakukan secara teratur bahkan ketika usia semakin tua olahraga tetap di lakukan walaupun hanya olahraga yang ringan saja.

  • Berjemur

Selain dengan berolahraga, cara mencegah penyakit osteoporosis juga bisa dengan berjemur. Berjemur dengan sinar matahari pagi bukan hanya untuk bayi yang baru lahir saja tetapi juga cara mencegah penyakit osteoporosis yang baik juga untuk kesehatan tulang. Karena sinar matahari pagi juga bagaikan nutrisi untuk tulang juga sehingga baik di lakukan dan menjadi cara mencegah penyakit osteoporosis yang ampuh juga jika di lakukan secara teratur. Maka dari itu jika ada matahari pagi sebaik nya tidak menghindari dengan alasan kulit yang akan gelap karena hal itu tidak akan terjadi.

  • Makan makanan sehat

Nutrisi untuk tulang tidak hanya di dapatkan dari sinar matahari pagi saja, tetapi juga bisa di dapatkan dari makan makanan yang sehat untuk di konsumsi sehari hari. Oleh sebab itu cara mencegah penyakit osteoporosis bisa dengan menjaga kesehatan tulang dengan baik dengan makan makanan yang sehat. Makanan yang memiliki tinggi kalsium di dalam nya juga bagus untuk kesehatan tulang.

  • Hindari rokok dan alkohol

Cara mencegah penyakit osteoporosis yang harus di lakukan dengan menghindari rokok dan alkohol. Karena kedua bahan tersebut tidak hanya akan menyebabkan susah tidur saja tetapi juga akan menyebabkan penyakit osteoporosis juga.

  • Malatih tulang

Di usia muda yang masih memiliki kondisi kesehatan tulang yang baik maka sering melatih tulang agar tidak mudah rapuh,karena melatih tulang merupakan cara mencegah penyakit osteoporosis juga.

 Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penyakit Osteoporosis

Faktor penyebab penyakit osteoporosis – osteoporosis atau pengapuran tulang sendi ini akan terjadi pada usia yang sudah lanjut atau sudah senja. Biasanaya penyakit ini akan mengalami rasa linu yang ada. Jika semua penyakit memiliki gejala, osteoprosis pun mempunyai gejala, yaitu dapat pada bagian badan membungkuk. Penyakit ini, terjadi pada bagian tulang tulang. Adakalanya kita harus mencegah sebelum penyakit ini datang. Dan cara pencegahannya pun dapat dilakukan dengan cara.

oste

penyakit osteoporosis

Banyak meminum air putih pada usia mudah dan juga meminum susu, agar tulang dapat kuat. Apabila sudah mengalami penyakit ini cukup dengan mengobatinya dengan ramuan yang herbal. Yang obatnya pun dapat menggunakan minyak zaitun. Makanya lakukan pencegahan sejak dini, dengan cara berolahraga. yang olahraga ini sangat penting untuk kesehatan tubuh, yang berfungsi untuk menjauhkan dari berbagai macam penyakit.

Faktor penyebab penyakit osteoporosis 

Perlu kalian ketahui, ada penyebab yang bisa mendatangkan osteoporosis ini terjadi. Yang penyebabnya pun seperti :

  • Jarang berolahraga

Melakukan olahraga itu sangat penting sekali bagi kesehatan tubuh. Terutama untuk pertumbuhan tulang atau kesehatan tulang. Dalam melakuakan olahraga harus dilakukan dengan seminggu sekali, agar terhindar dari osteoporosis. Apabila jarang atau bahkan tidak pernah melakukan olahraga sedikitpun, itu merupakan faktor penyebab penyakit osteoporosis. Olahraga yang dapat dilakukan, bisa jenis olahraga apa saja, yang penting melakuakn olahraga. Dan olahraga ini, juga bagus untuk kesehatan jantung.

  • Merokok

Merokok merupakan salah satu dari faktor penyebab penyakit osteoporosis yang sering banget terjadi. Dalam merokok ini, banyak kandungan yang berbahaya, yang dapat merusak fungsi tubuh secara perlahan lahan. Merokok aktif atau pasif memiliki keburukan sendiri. Jika bagi perokok aktif itu, akan mudah terserang penyakit seperti hipertensi, asma, jantung, dan kanker paru paru. Bagi yang pasif akan mengalami sesak nafas. Dengan itu, jauhkan atau hindarkan rokok ini, agar tidak mengalami osteoporosis dengan mudah, yang intinya osteoporosis ini, dapat membuat tulang tulang menjadi tidak bekerja dengan baik lagi.

  • Jarang meminum air putih

Air putih ini, sangat penting untuk kesehatan tubuh, apalagi untuk menghilangkan bakteri atau kuman yang ada didalam tubuh. Apabila faktor penyebab penyakit osteoporosis ini bisa disebabkan oleh jarang atau tidak pernah meminum air putih. Air putih adalah obat yang yang pulang mujarab tanpa efek dan biaya yang mahal sedikit pun. Air putih ini, memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah untuk menghaluskan wajah dan juga bisa untuk menguatkan tulang pada tubuh. Jadi minumlah air putih ini dengan cukup. Air putih ini harus diminum dalam perharinya adalah 8 sampai 10 gelas atau 2 liter perharinya.

  • Kurang asupan vitamin D

Faktor penyebab penyakit osteoporosis adalah kurangnya asupan vitamian D. Vitamin D ini sangat berguna untuk penguatan tulang tulang dan juga bisa untuk mencegah osteoporosis. Konsumsilah vitamin D ini, dengan teratur, agar tulang tulang dapat sehat. Vitamin D ini terdapat pada sayur dan buah yang dapat dikonsumsi dengan setiap harinya. Apabila tidak dikonsumsi, maka akan mudah terjadi osteoporosis ini segera menyerang pada diri Anda.

  • Kurangnya asupan kalsium

Asupan kalsium ini sangat penting untuk kesehatan tulang, dan apabila tidak mengkonsumsi asupan kasliun ini, dapat dimasukkan kedalam faktor penyebab penyakit osteoporosis ini. Kalsium ini, terdapat pada susu. Yang sangat berguna untuk kesehatan tulang. Konsumsilah asupan kalsium ini, secara rajin, agar penyakit ini, tidak merajalela pada tubuh dengan mudah, khususnya pada bagian tulang. Yang sebenarnya tulang ini, sangat berharga untuk tubuh, yang fungsinya tulang ini, untuk menopang tubuh, hingga berdiri tegap.

  • Faktor usia

Faktor penyebab penyakit osteoporosis adalah karena adanya faktor usia atau umur. Orang yang mengalami osteoporosis biasanya bagi yang udah berumur senja. Karena umur yang senja atau tua, rentan sekali terhadap penyakit apapun, termasuk penyakit ini. Makanya sejak masih berumur mudah, harus pintar pintar dengan menjaganya dengan baik, agar tidak mudah mengalami pengapuran tulang yang lama kelamaan, menggerogoti tulang sehingga menjadi keropos.

  • Sering meminum yang beralkohol

Minuman yang mengandung alkohol ini, sangat berbahaya sekali untuk  siapa pun bagi yang mengkonsumsinya. Yang minuman ini dapat merusak tubuh dengan cepat. Biasanya orang yang minum minuman alkohol ini, orang yang sudah terbiasa dan diajak dengan temannya, untuk menyobanya, yang akhirnya ketagihan. Minuman alkohol ini, memiliki tingkatan yang berbeda beda. Ada yang tinggi dan rendah. Minuman beralkohol bisa merusak sistem kerja tubuh secara pesat, tanpa kalian sadari. Jauhilah minuman ini, dengan segera, agar tidak menimbulkan bahaya dan penyakit apapun. Dan apabila kita meminumnya dengan sesering mungkin, ini juga bisa dinamakan dengan faktor penyebab penyakit osteoporosis tulang.

  • Sering meminum minuman yang berkafein

Minuman yang berkafein seperti kopi ini, memiliki sisi negatif, yaitu menyebabkan penyakit insomnia serta osteoporosis, jika dikonsumsi secara berlebihan. Jauhilah jenis minuman ini, agar osteoporosis, tidak dapat terjadi dengan mudah. Yang osteoporosis ini dapat membuat tulang tulang menjadi tidak berfungsi dengan baik. Inilah yang disebut dengan faktor penyebab penyakit osteoporosis pada tulang.

Faktor Penyebab Penyakit Osteoporosis 

Posted in Penyakit Osteoporosis | Leave a comment

Obat Alami Penyakit Osteoporosis

Obat alami penyakit osteoporosis  – obat alami penyakit osteoporosis adalah berbagai macam obat yang digunakan untuk penyembuhan osteoporosis dengan menggunakan bahan bahan yang alami. Osteoporosis ini adalah penyakit yang terjadi pada bagian tulang tulang tubuh yang mengalami pengeroposan. Gejala dari osteoporosis ini adalah akan mengalami pembungkukan pada bagian badan dan penipisan pada bagian tulang tulang.

osteoporosis2

Dan penyebab dari osteoporosis ini adalah bisa disebabkan oleh faktor genetik, seringnya merokok, dan sering meminum minuman yang mengandung alkohol. Kemudian ada juga cara mencegah untuk osteoporosis ini, salah satunya dengan cara berolahraga. Cara ini sangat mudah untuk dipakai bagi siapa saja. Osteoporosis ini akan dialami pada usia yang sudah lanjut. Serta juga ada obat alami penyakit osteoporosis ini.

Obat alami penyakit osteoporosis 

Selain dengan pernyataan yang tertera diatas, agda beberapa obat alami penyakit osteoporosis yang tidak menimbulkan efek samping. Dan berikut obat alaminya adalah :

  • Dengan menggunakan buah mengkudu

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan buah mengkudu. Cara menggunkaan buah mengkudu ini untuk mengobati penyakit osteporosis adalah dengan cara direbus atau dibuat jus, yang ditambahkan dengan madu asli. Konsumsilah buah mengkudu ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk gunakan bagu siapa saja yang cara ini juga tidak menimbulkan efek sampingnya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas ini tidak dapat dialaminya dengan mudah.

  • Dengan menggunakan buah tomat

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan buah tomat. Cara menggunakan buah tomat ini untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara dijus atau dimakan langsung. Konsumsilah buah tomat ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek sampingnya dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar osteoporosis ini tidak mudah dialaminya pada diri Anda.

  • Dengan menggunakan minyak zaitun

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan minyak zaitun. Cara menggunakan minyak zaitun ini untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara diminum langsung atau juga bisa ditambahkan pada makanan. Pakailah cara ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek sampingnya dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar osteoporosis ini tida dapat dialaminya dengan mudah pada diri Anda.

  • Dengan menggunakan kumis kucing

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan kumis kucing. Cara menggunakan kumis kucing ini untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara direbus sampai matang, yang sebelumnya sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan kumis kucing ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini juga tidak menimbulkan efek samping dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar osteoporosis ini tidak mudah dialaminya pada diri Anda.

  • Dengan menggunakan kayu manis

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan kayu manis. cara menggunakan kayu manis ini untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara direbus yang dibarengi dengan jahe merah, kunyit dan lidah buaya, yang sebelumnya sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan kayu manis ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek samping dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar osteoporosis ini tidak dialaminya dengan mudah pada diri Anda.

  • Dengan menggunakan lidah buaya

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan lidah buaya. Cara menggunakan lidah buaya untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara direbus yang dibarengi dengan kayu manis, kunyit dan jahe merah, yang sebelumnya sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan lidah buaya ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek sampingnya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar penyakit ini tidak dialaminya dengan mudah pada diri Anda.

  • Dengan menggunakan jahe merah

Salah satu obat alami penyakit osteoporosis adalah dengan menggunakan jahe merah. Cara menggunakan jahe merah ini untuk mengobati osteoporosis adalah dengan cara direbus sampai matang, yang dibarengi dengan kunyit, lidah buaya, dan kayu manis, yang sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan jahe merah ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat  mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek samingnya dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tulang tulang dengan baik dan benar, agar osteoporosis ini tidak dapat dialaminya dengan mudah pada diri Anda.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis – Suatu kondisi tulang rapuh di kenal dengan penyakit osteoporoisis. Penyakit osteoporisis sering terjadi pada seseorang yang sudah tua karena keadaan tulang nya sudah tidak baik, yang akan mudah terlihat dengan postur tubuh yang berubah menjadi lebih bungkuk. Jika bungkuk maka akan terjadi karena tulang yang mengalami osteoporosis adalah tulang punggung. Tetapi tidak hanya tulang punggung saja, tetapi bagian tulang yang lain juga bisa terkena osteoporosis. Karena fungsi tulang sangat penting untuk membantu tubuh untuk dapat berdiri dengan tegak, dan jika mengalami masalah atau gangguan kekeroposan tulang maka akan sangat mempengaruhi berdiri nya tubuh.

tulang keropos akibat osteoporosis

tulang keropos akibat osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis akan mempengaruhi kekuatan tulang, dan karena tulang di ciptakan untuk menopang dengan kondisi tulang yang sehat, dan bisa mengalami kerusakan karena ada penyebab yang mendukung nya. penyebab osteoporosis antara lain adalah :

  • Rokok

Rokok memang sumber masalah dan sumber penyakit untuk tubuh. karena rokok juga bisa membuat keadaan tulang menjadi rapuh atau mudah keropos dan menyebabkan penyakit paru paru. Sehingga perokok aktif beresiko besar untuk terkena penyakit osteoporosis jika tidak segara menghentikan nya.

  • Minuman alkohol

Tubuh memiliki batas toleransi untuk menerima asupan alkohol, tetapi akan lebih baik nya jika tidak mengkonsumsi alkohol. Karena alkohol juga bisa membuat keadaan tulang menjadi keropos. Minum alkohol dengan alasan apapun tidak baik untuk kesehatan tubuh dan juga dapat memicu penyakit liver.

  • Olahraga

Melakukan olahraga akan membantu untuk melenturkan tubuh dan juga tulang. Seseorang yang rajin melakukan olahraga tidak akan mudah untuk merasakan penyakit tulang atau penyakit persendian. Tetapi jika sudah mengkonsumsi alkohol, merokok dan juga tidak melakukan olahraga dengan baik maka untuk terkena penyakit osteoporosis akan besar kemungkinan nya untuk terjadi.

  • Kurang kalsium

Untuk menguatkan tulang maka di perlukan kalsium. Kalsium bisa di dapatkan dari susu. Jika seseorang yang tidak menyukai susu sehingga jarang atau tidak pernah mengkonsumsi susu maka kemungkinan besar untuk terkena penyakit osteoporosis.

  • Kurang vitamin D

Kurang nya vitamin d juga tidak baik untuk kesehatan tulang, dan jika kurang mengkonsumsi makanan yang menganduh vitamin d maka bisa mengganti nya dengan menyinari tubuh dengan sinar matahari pagi yang menyehatkan. Tetapi jika kedua nya jarang untuk di lakukan maka akan mudah untuk membuat keadaan tulang menjadi tidak kuat atau keropos.

  • Umur

Umur yang tua juga bisa dengan mudah untuk menderita penyakit osteoporosis. Terlebih jika masa mudah nya kurang melakukan aktifitas olahraga dan juga kurang kalsium untuk tulang, sehingga banyak orang tua yang mengalami postur tubuh yang bungkuk akibat terserang osteoporosis.

Gejala Penyakit Osteoporosis

Gejala yang akan di timbulkan akibat penyakit osteoporis adalah sebagai berikut :

  • nyeri punggung

nyeri punggung yang di rasakan bukan hanya karena sering mengangkat beban berat di punggung seperti tas atau karena nyeri sendi. Tetapi bisa menjadi sebuah tanda jika tulang mengalami ke keroposan sehingga reaksi tubuh akan merasakan sakit di bagian punggung. Tergantung juga pada bagian tubuh yang mana yang tulang nya mengalami keropos.

  • Berkurang tinggi badan

Tinggi badan yang mengalami perubahan lebih tinggi akan lebih baik, tetapi jika tinggi badan menjadi berkurang harus di pertanyakan. Kemungkinan untuk berkurang nya tinggi badan akan terjadi pada seseorang penderita penyakit osteoporosis.

  • Kemiringan bahu

Bahu yang awal nya tegak dan sejajar menjadi tidak sejajar karena miring juga di sebabkan karena tulang yang keropos. Pengeroposan tulang yang menyebabkan kemiringan bahu dapat di lihat dengan mudah ketika bercermin atau ketika menggunakan tas ransel.

  • Bungkuk

Karena tulang yang keropos dapat melengkung sehingga akan terlihat dengan postur tubuh yang membungkuk. Bungkuk nya badan dapat di lihat dengan mudah jika berdiri tegak atau sedang berjalan.

  • Perut menonjol

Keadaan perut yang menonjol juga akan dialami ketika penyakit osteoporosis terjadi. Karena di perut yang menonjol di sebabkan karena tulang belakang mengalami kebengkokan.

Mencegah Penyakit Osteoporosis

Karena keadaan tulang dapat dengan mudah untuk rapuh maka dari itu untuk seseorang yang masih muda dan juga sehat bisa mencegah nya dengan melakukan beberapa cara seperti ini :

  • Cukup kalsium

Cukupi asupan kalsium untuk tubuh yang bisa di dapatkan pada susu. Untuk mengkonsumsi susu bisa satu hingga dua kali dalam sehari. Sehingga kepadatan tulang tidak akan berkurang yang diakibatkan dari asupan kalsium yang kurang untuk tubuh.

  • Mendapatkan vitamin D

Selain kalsium vitamin d juga penting untuk di dapatkan, dan untuk mendapatkan vitamin d bisa di bantu dengan mengkonsumsi banyak ikan laut, seperti salmon, udang, dan telur juga bisa menambahkan vitamin d untuk tubuh. selain makanan bisa mendapatkan sumber vitamin d pada sinar matahari pagi yang akan menyehatkan tulang.

  • Gerak aktif

Gerak dengan aktif akan membantu juga untuk mencegah penyakit osteoporosis, gerakan aktif bisa dengan berjalan kaki atau melakukan olahraga lain nya. sehingga tidak menetap di tempat tidur dengan bermalas malasan. Kurang gerak selain akan membuat osteoporosis juga akan menyebabkan pembakaran yang kurang sehingga mengalami penumpukan lemak yang bisa menjadi faktor kegemukan.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis – Gangguan tulang yang paling mengerikan adalah rapuh tulang atau penyakit Osteoporosis yang berpotensi menimbulkan cacat permanen dan bahkan kematian karena patah tulang. Penyakit Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan dunia nomor da setelah penyakit kardiovaskular. Meskipun sangat umum di Indonesia, kesadaran masyarakat akan penyakit ini masih rendah, padahal penyakit ini bisa dicegah, dihambat dan juga dikelola bila kita mau melakukannya.

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis tidak akan terlihat oleh kasat mata. Osteoporosis merupakan penyakit diam atau silent disease. Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun ditahap awalnya. Beberapa ahli juga menyebutkan penyakit osteoporosis merupakan salah satu pencuri diam-diam atau silent thief yang mencuri massa tulang kita sedikit demi sedikir tanpa pernah kita sadari. Selain tidak membuat tulang berderak, kehilangan tulang tidak membuat sendi Anda nyeri atau bengkak. Penyakit Osteoporosis biasanya sidah dalam tahap lanjut ketika gejala muncul, ketika penyakit ini telah mematahkan tulang atau fraktur dan bisa menimbulkan deformitas, rasa nyeri dan gangguan fungsinya.

Gejala penyakit tulang osteoporosis biasanya ditunjukkan dengan kerapuhan tulang yang memudahkan terjadinya fraktur stress, yakni fraktur yang muncul dari tekanan pada tulang sewaktu melakukan kegiatan normal. Misalnya fraktur stress dapat terjadi pada kaki sewaktu berjalan atau melangkah turun dari tanjakan. Fraktur ini tidak luput sampai bertahun-tahun kemudian.

Gejala penyakit tulang osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri karena pengeroposan tulang yang terjadi tampa menimbulkan sensasi apapun. Namun, tulang yang keropos oleh osteoporosis dan kemudian patah bisa menyebabkan rasa nyeri.

Penyebab paling umum dari nyeri penyakit osteoporosis adalah fraktur kompresi tulang belakang. Rasa nyeri yang ada di punggung terjadi secara tiba-tiba, biasanya seteah aktivitas rutin yang meregang atau menekan pungggung. Nyeri biasanya memancar ke sekeliling punggung di kedua sis tubuh, yang memburuk ketika berdiri atau berjalan. Rasa nyeri juga terasa saat berbaring dan memutar atau menekuk punggung.

Gejala penyakit tulang osteoporosis dengan rasa nyeri yang terjadi dan muncul akan bertahap menghilang seiring dengan proses  penyembuhan fraktur, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Namun pada sebagian orang nyeri osteoporosis berlanjut menjadi kronis.

Tinggi badan orang usia lanjut memang terlihat menyusut karena tulang belakang keropos hingga tubuh memendek dan bungkuk. Tulang manusia memiliki lapisan yang keras dan lapisan dalam yang berongga seperti spons. Dari bayi hingga dewasa, tulang dibentuk, dibuat baru, dan membesar. Setelah usia 30 tahun akan terjadi maintenance. Artinya ketika tulang menua, akan dirusak dalam waktu singkat oleh sel-sel perusak tulang (osteoklas). Ini diimbangi dengan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Tapi pembentukan sel tulang baru butuh 3 bulan. Akhirnya tulang-tulang berlubang-lubang dan menipis (ostopenia). Jika didiamkan tulang akan keropos (osteoporosis), tekanan sedikit saja bisa menyebabkan tulang patah.

Masalah Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis akan menjadi masalah diberbagai belahan dunia, karena kini usia harapan hidup makin meningkat. Wanita menopause adalah kelompok yang paling rentan mengalami osteoporosis. Wanita lebih rentan terhadap osteoporosis karena mengalami masa hamil dan menyusui, dimana ketika kebutuhan kalsium untuk janin dan bayi kurang, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sekitar usia 50 wanita akan mengalami menopause. Proses resorpsi tulang jadi tidak terkendali, dan tidak dapat diimbangi oleh proses formasi tulang. Estrogen juga berperan dalam proses penyerapan kalsium.

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan memburuknya arsitektur  tulang. Kondisi pada akhirnya membuat penderita rentan mengalami patah tulang (fraktur). Osteoporosis memang tidak mengakibatkan kematian, namun jika terjadi komplikasi patah tulang mengakibatkan masalah serius pada penderita. Tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, namun juga mengakibatkan penurunan kualitas hidup.

Obat Osteoporosis

Banyak obat yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, secara garis besar terbagi menjadi dua jenis. Obat osteoporosis untuk meningkatkan proses pembentukan tulang, dan obat untuk menghambat proses pengeroposan tulang. Salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengatasi proses peneroposan tulang adalah bifosfonat. Jenis bifosfonat yang ada diantaranya risendronat, alendronat, asam zialuronat, dan berbagai jenis lainnya.

Cara penggunaannya juga berbeda, ada yang diberikan satu kali sehari, satu kali seminggu, satu kali dalam sebulan, dan satu kali dalam setahun. Penggunaan sehari sekali atau seminggu sekali kadang membuat penderita merasa bosan, sehingga angka kepatuhan penggunaan obat juga dapat berkurang. Asam zoledronat merupakan salah satu obat yang diberikan dalam kurun waktu setahun sekali, sehingga kepatuhan penderita relatif baik.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Pencegahan osteoporosis tidak bisa dilakukan dengan cara instan harus dimulai sejak usia muda bahkan kanak-kanak. Sebaiknya memang sudah menabung tulang sejak dini, sehingga tulang mencapai puncak massa tulang yang optimal di usia 30-an. Dengan demikian lewat usia 30, ketika kepadatan tulang mulai menurun, tabungan tulang masih banyak hingga kepadatnnya terjaga hingga lansia.

3 langkah pencegahan penyakit osteoporosis adalah : Kalsium, Vitamin, Olahraga. Kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, membutuhkan bitamin D untuk penyerapannya, sementara olahraga beban akan merangsang tulang menjadi kuat. Selama hal ketiga ini dipenuhi, sering-sering mandi tidak akan membuat anda menjadi bungkuk.

Itulah informasi mengenai Penyakit osteoporosis dan pencegahan yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Osteoporosis

Gejala Penyakit Osteoporosis – Secara harfiah, osteo berarti tulang dan porosisi berarti lubang. Istilah populernya adalah tulang keropos atau pengapuran tulang. Dengan begitu, dapat diartikan bahwa penyakit osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan rapuh sehingga terjadilah osteoporosis.

Penyakit Osteoporosis

Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi (amenorrhea). Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa osteoporosis ini adalah penyakit khusus perempuan meskipun beberapa laki-laki, khususnya yang sudah berusia lanjut, juga mempunyai resiko yang sama. Namun, sekali lagi, volume laki-laki lebih kecil daripada perempuan. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang kemudian menyebabkan perbedaan antara keduanya dalam serangan atau resiko osteoporosis.

Gejala Penyakit Osteoporosis

Gejala Penyakit Osteoporosis

Peyakit Osteoporosis bukan hanya sekedar penyakit yang dapat meningkatkan hilangnya kepadatan tulang, tetapi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan berkurangnya jumlah jaringan tulang dan tidak normalnya struktur atau bentuk mikroskopik tulang. Kualitas dan kuantitas tulang yang tidak normal membuat tulang tersebut lemah dan mudah patah, bahkan ketika mengalami trauma ringan.

Penyakit Osteoporosis dapat ditandai dengan Gejala Penyakit Osteoporosis sebagai kegagalan fungsi tulang yang serupa dengan proses perkembangan penyakit gagal jantung setelah bertahun-tahun menderita tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Tidak ada bukti yang terdokumentasi yang menyatakan bahwa keropos tulang atau berkurangnya jaringan tulang yang kemudian disertai kejadian patah tulang berkaitan dengan rasa sakit atau gejala-gejala lainnya.

Gejala Penyakit Osteoporosis

Meskipun banyak kalangan mengatakan bahwa osteoporosis timbul tanpa gejala, tetapi setidaknya ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan sebagai gejala yang bisa dikenali. Ini berkenaan langsung dengan kondisi fisik penderita dimana hal ini bisa langsung di lihat dengan mudah. Gejala Osteoporosis adalah :

Tinggi Badan Berkurang

Tinggi manusia akan mencapai puncaknya pada usia sekitar 18 tahun. Dari hari ke hari, diskus intervertebralis atau bantal di antara ruas tulang belakang akan mengalami penekanan selama kita bekerja, berjalan, dan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya. Ketika kita bangun tidur, badan akan sedikit lebih tinggi daripada waktu siang atau sore hari setelah melakukan aktivitas dan pada malam hari ketika tidur. Diskus tersebut akan melar lagi dan kembali ke tinggi semula.

Penyebab penurunan tinggi badan ini adalah fraktur tulang belakang atau vertebrata yang umumnya tanpa keluhan, tetapi tubuh semakin pendek dan membungkuk. Bila terdapat penurunan tinggi badan sebanyak 2 cm dalam 3 tahun terakhir, hal itu menandakan adanya fraktur tulang belakang yang baru. Semakin tua umur seseorang yang terserang osteoporosis maka semakin pendek postur tubuhnya.

Bentuk Tubuh Berubah

Tubuh membungkuk biasanya terjadi akibat kerusakan beberapa ruas tulang belakang dari daerah dada (thoracal) dan pinggang (lumbal). Osteoporosis pada tulang belakang menimbulkan fraktur kompresi atau kolaps tulang dan menyebabkan badan membungkuk. Kiposis yang berat bisa mengakibatkan gangguan pergerakan otot pernapasan. Kita bisa merasakan sesak nafas dan terkadang bahkan timbul komplikasi pada paru-paru.

Tulang Rapuh dan Patah

Tulang yang rapuh dan patah dinamakan fragility fracture. Pada kondisi ini bisa terjadi patah tulang meskipun tidak harus timbul karena trauma yang hebat. Melainkan dengan hanya terjatuh biasa ringan, mengangkat, mendorong sesuatu, atau akibat trauma ringan lainnya. Selain pada tulang belakang, fraktur sering pula menimpa tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahkan panggul. Fraktur multipel di beberapa tempat juga sering terjadi. Fraktur yang terjadi mendadak atau akut akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat dimana terkadang sampai memerlukan obat penekanan nyeri yang kuat sampai pada golongan narkotika.

Fraktur yang kronis sampai harus menjalani tirah baring yang lama dan ini akan mengganggu peredaran darah. Selain itu, yang demikian juga sering menimbulkan bahaya infeksi dan komplikasi pada jantung serta saluran nafas. Kesulitan perawatan pada orang tua, ditambah dengan beberapa penyakit kronis lain yang menyertai seperti diabetes, stroke, atau penyakit jantung, akan memperburuk keadaan dan bisa fatal akibatnya.

Diagnosis Penyakit Osteoporosis

Jika seseorang sudah didiagnosis menderita penyakit osteoporosis, maka biasanya harus diberikan obat osteoporosis seperti :

  1. Kalsium, Jumlah kebutuhan untuk usia 50 tahun ke atas adalah sekitar 1200 mg/hari
  2. Vitamin D, Menghentikan pemakaian obat tertentu, misalnya adalah seperti jenis obat-obatan kortikosteroid atau misalnya adalah seperti dexametason
  3. Obat-obatan jenis bifosfonat yang diminum juga bisa membantu mencegah terjadinya proses penyerapan kalsium di dalam tulang.

Sedangkan untuk cara pengobatan penyakit osteoporosis non obat adalah dengan mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang mengandung kalsium. Dan disamping itu juga berjemur di pagi hari adalah salah satu hal yang sangat baik, karena sinar matahari mengandung vitamin D. Vitamin D bisa membantu proses penyerapan kalsium dengan lebih baik lagi. Imbangi juga dengan melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan secara teratyr. Anda harus melakukan pencegahan penyakit osteoporosis sejak dini. Karena usia yang paling baik dalam menabung kalsium adalah 15-25 tahun.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis – Penyakit Osteoporosis datang bukan tanpa sebab. Penyebab Penyakit Osteoporosis yang utama adalah semakin berkurangnya kalsium dalam tulang. Selain itu, kurang terpapar sinar matahari pagi dan aktivitas fisik yang kurang optimal pun dapat menjadi penyumbang seseorang menjadi menderita keropos tulang. Pada usia senja, meskipun massa tulang tidak bisa senormal dulu, tetap harus bergerak setiap hari. Asupan natrium , kafein, nikotin, protein, alkohol, makanan tinggi garam, dan gula yang berlebihan pada waktu lama, juga dapat menjadi penyumbang munculnya penyakit tersebut. Faktor genetika juga berpengaruh besar. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang kehilangan kalsium atau kapur, lebih cepat dibanding kemampuanya untuk mengisi kembali. Hal ini mengakibatkan struktur tulang belakang berubah karena tidak mampu lagi menahan atau menanggung beban.

Jenis Penyakit Osteoporosis

Ada 2 macam osteoporosis, yaitu primer dan sekunder. Pada osteoporosis primer terdapat 2 jenis, yaitu tipe I (Post-Menopausal) dan tipe II (Senile). Selain kategori tersebut, terdapat satu kategori lain (juvenile idiopathic), osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis

1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer bisa terjadi pada tiap kelompok umur. Jenis osteoporosis ini faktor pemicunya adalah merokok, aktivitas, pubertas tertunda, berat badan rendah, alkohol, ras kulit putih/asia, riwayat keluarga, postur tubuh, dan asupan kalsium rendah

a. Tipe I

Ini terjadi pada 15-20 tahun setelah menopause. Hal ini ditandai dengan fraktur tulang belakang tipe crush, colles’ fracture dan berkurangnya gigi geligi. Hal ini disebabkan oleh luasnya jaringan trabekular pada tempat tersebut dimana jaringan trabekular lebih responsif terhadap defisiensi estrogen.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa osteoporosis terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita) yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya, gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis ini. Wanita kulit putih dan daerah timur lebih mempunyai resiko untuk menderita penyakit ini dari pada wanita kulit hitam

b. Tipe II (Senile)

Terjadi pada pria dan wanita usia e” 70 tahun. Ditandai dengan fraktur panggul dan tulang belakang tipe wedge. Hilangnya massa tulang kortikal terbesar terjadi pada usia tersebut. Diakibatkan oleh kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang baru. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan dua kali lebih sering menyerang wanita.

2. Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis ini dapat terjadi pada setiap kelompok umur. Penyebab Penyakit Osteoporosis meliputi ekses kortikosklerosis, hipertirodisme, multiple mieloma, malnutrisi, defisiensi estrogen, hiperparatiroidisme, faktor genetis, dan obat-obatan. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormon (terutama tiroid, para tiroid, dan adrenal) dan obat-obatan (kortikosteroid, barbiturate dan anti kejang). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok pun bisa memperburuk keadaan ini.

3. Osteoporosis Juvenile Idiopathic

Jenis osteoporosis ini Penyebab Penyakit Osteoporosis tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon normal, kadar vitamin normal dan tidak memiliki Penyebab Penyakit Osteoporosis yang jelas dari rapuhnya tulang.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis dijuluki juga sebagai silent disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa tanda-tanda khusus. Kedatangannya memang perlahan dan sangat tidak disadari. Ia datang tanpa sinyal pemberitahuan. Seperti layaknya bagian tubuh yang lain, tulang juga membutuhkan perhatian. Tulang merupakan penyangga tubuh, pendukung otot, dan pelindung organ-organ vital tubuh. Ketika memasuki usia 30 tahun, tulang berada dalam keadaan yang paling padat. Kondisi ini disebut sebagai puncak pembentukan massa tulang atau peak bone mass.

Pada umumnya setelah usia 30 tahun, massa tulang akan terus menurun, terutama pada wanita, karena wanita lebih rentan menderita osteoporosis dibandingkan laki-laki. Satu dari tiga wanita berusia 50 tahun beresiko tinggi mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Osteoporosis tidak hanya terjadi pada orang usia lanjut, anak-anak dan remaja juga bisa terkena pengeroposan tulang.
Untuk mencegah tulang rapuh, sebaiknya sejak balita sampai umur pertengahan, berikan gizi yang baik sesuai dengan keperluan tubuh.

Osteoporosis Pada Wanita Menopause

Pada usia 45 tahun pasca menopause wanita , umumnya produktivitas hormon estrogen pada tubuh wanita mulai berkurang . Padahal hormon tersebut merupakan salah satu hormon yang berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang. Keadaan yang demikian menyebabkan keluhan klinis seperti haid tidak teratur, gejolak panas, banyak berkeringat, susah tidur, gelisah, pelupa, pemarah, serta detak jantung berdebar yang pada gilirannya menurunkan kualitas karena massa tulang yang menurun yang mempercepat pengeroposan tulang.

Wanita yang akan atau sudah memasuki masa menopause, sebaiknya mengonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan yang terbuat dari padi-padian. Hindari lemak jenuh yang umumnya ditemukan pada daging dan produk susu, juga minyak yang mengalami proses hidrogenisasi pada makanan cepat saji atau makanan dalam bungkusan. Bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause sebaiknya mencoba berbagai macam pilihan sumber protein lainnya selain daging, seperti : kacang kedelai, polong-polongan, produk susu rendah lemak. Konsumsilah 2-3 porsi makanan berkalsium tinggi setiap kali makan untuk menjaga kesehatan tulang anda.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , | Leave a comment

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis – Osteoporosis atau lebih di kenal silent disease dalam dunia kedokteran karena kehilangan tulang yang terjadi tanpa gejala. Orang mungkin tidak mengetahui bahwa mereka telah terjadi sampai tulang mereka menjadi begitu lemah. Jatuh juga dapat menyebabkan patah tulang pinggul atau tulang belakang runtuh.

Osteoporosis yang paling di kenal oleh masyarakat umum  sebagai penyakit tulang keropos. Penyakit tulang keropos adalah kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit Osteoporosis menyerang secara diam-diam dan dengan gejala yang minimal. Bahaya osteoporosis yang paling mengancam adalah patah tulang yang sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan tulang pergelangan tangan.

Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Waspadailah jika anda sudah merasakan gejala-gejala seperti adanya perubahan susunan tulang, tulang akan mudah patah apabila terjadi benturan atau patah tulang spontan, tinggi badan berkurang dan kelainan bentuk tulang belakang ( biasanya bengkok ). Gaya hidup sehat merupakan cara untuk mencegah osteoporosis dengan cara menghentikan merokok, emmbatasi pemasukan minuman yang berkafein dan beralkohol, mengkonsumsi diet yang seimbang dengan kalsium dan vitamin D yang cukup, dan juga melakukan olahraga secara teratur.

Olahraga yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit osteoporosis adalah dengan  latihan keseimbangan tubuh dan kelincahan, latihan ekstensi punggung yang dilakukan dengan melengkungkan punggung dalam derajat yang cukup aman, jalan kaki secara teratur dan juga dengan melatih kekuatan otot seperti dengan mengangkat beban dengan menggunakan dumbbell kecil.

Olahraga yang tidak boleh di lakukan oleh penderita penyakit osteoporosis adalah olahraga berat yang dilakukan secara berlebihan, olahraga yang mudah menyebabkan jatuh seperti trampoline, latihan yang menggerakkan tungkai ke arah samping atau dengan menyilangkan badan  dengan menggunakan beban, melompat dan olahraga yang banyak disertai benturan.

Siapa Yang Memiliki Resiko Terkena Osteoporosis?

  • Orang yang sudah berusia di atas 55 tahun
  • Wanita yang terutama setelah mengalami menopause
  • Gaya hidup yang kurang aktif
  • Memiliki riwayat osteoporosis
  • Gangguan keseimbangan hormonal  (menopause dini atau telah melakukan pengangkatan indung telur)
  • Perokok
  • Orang yang sering mengkonsumsi minuman yang beralkohol dan yang mengandung kafein
  • Diet rendah kalsium
  • Konsumsi obat jangka panjang
  • Diet tinggi serat dan diet tinggi fosfat
Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis dan Gejalanya

Tanda awal penyakit osteoporosis terjadi secara bertahap yang terjadi dalam jangka waktu beberapa tahun kemudian yang diiringi dengan gejala penyakit osteoporosis yang jelas. Dan biasanya kondisi seperti ini baru bisa terdeteksi jika orang tersebut mengalami keretakan tulang. Dengan penyakit osteoporosis, maka secara otomatis tulang manusia  menjadi keropos sehingga rentan untuk retak yang di akibatkan dari kepadatan tulang yang berkurang.

Tanda awal penyakit osteoporosis adalah pengeroposan tulang, dan jika saat ini anda sedang mengidap penyakit osteoporosis ini apabila terjatuh atau terbentur dari posisi berdiri ataupun duduk, maka tulang anda dapat berisiko untuk retak. Selain itu, penyakit osteoporosis umumnya tidak memberikan rasa sakit terkecuali jika sudah terjadi keretakan tulang.

Gejala osteoporosis yang paling sering di temukan yaitu dengan sakit punggung yang berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang lama, kondisi seperti ini bisa saja akan mempengaruhi pernapasan yang di akibatkan dari terbatasnya ruang untuk paru-paru mengembang. Gejala penyakit osteoporosis yang dapat anda kenali dengan jelas adalah perubahan postur punggung yang menjadi bungkuk dan ini biasanya dapat anda lihat pada orang berusia lanjut. Postur punggung yang bungkuk di akibatkan karena terjadinya pengeroposan tulang belakang sehingga akan membuat tulang punggung mengalami kesulitan untuk dapat menahan berat badan.

Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Cedera osteoporosis yang paling umum dialami oleh penderita penyakit ini adalah dengan terjadinya keretakan pada tulang punggung, tulang pangkal paha, dan pergelangan tangan. Keretakan yang terjadi pada lansia bisa menjadi masalah yang serius, namun tergantung terdapat di bagian tubuh mana yang mengalami keretakan tersebut.

Contohnya terjadi keretakan tulang pada bagian pangkal paha, kebebasan untuk dapat bergerak bebas akan terhambat dan bahkan dapat berujung pada kelumpuhan permanen. Dalam kasus penyakit osteoporosis yang kronis atau parah, bahkan bersin ringan atau batuk juga bisa saja menyebabkan keretakan pada bagian tulang rusuk atau salah satu bagian dari tulang belakang.

Penyakit Kelenjar Pemicu penyakit Osteoporosis

Ada banyak hormon yang mempengaruhi proses regenarasi tulang, maka jika kebetulan anda memiliki penyakit kelenjar pneghasil hormo kemungkinan besar anda memiliki resiko mengalami penyakit osteoporosis. Berikut ini beberapa jenis penyakit kelenjar yang dapat memicu osteoporosis, antara lain :

  1. Gangguang kelenjar pituitari
  2. Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif
  3. Gangguan kelenjar adrenal contohnya sindrom Cushing
  4. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  5. Berkurangnya kadar hormon seks (estrogen dan testosteron)

Itulan penjelasan tentang tanda awal penyakit osteoporosis yang sangat penting untuk diketahui oleh semua orang, terutama kaum muda sehingga dapat melakukan pencegah sedini mungkin untuk menghindari penyakit osteoporosis di masa yang akan datang, dan bagi penderita penyakit ini agar rajin melakukan olahraga ringan dan perhatikan setiap gerakan yang akan dilakukan agar tidak terjadi keretakan tulang yang lebih parah.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , | Leave a comment

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia – Mungkin Anda beranggapan bawah penyakit osteoporosis hanya masalah minum susu atau mengonsumsi kalsium saja. Lalu menjaga tubuh agar tidak terjatuh sampai menimbulkan patah tulang. Ini keliru, Masalah osteoporosis pada lansia bukan hanya bisa menyebabkan fraktur tulang, tetapi juga dapat menimbulkan cacat tubuh, tinggi badan berkurang sampai belasans entimeter, hingga penderitaan dan komplikasi yang bermacam-macam.  Sebenarnya tulang keropos  sudah ada di zaman Mesir kuni sekitar 2000 tahun sebelum masehi.  Pada pemeriksaann scan terhadap tulang mummy ternyata dijumpai patah tulang panggul dan kompresi dibeberapa ruas tulang belakang.

Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis berasal dari  kata osteo dan porous, asteo artinya tulang dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi Penyakit osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunanan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan  kerapuhan tualng. Tualng yang rapuh dan keropos ini mudah patah atau fraktur (fracture).  Masalah osteoporosis pada lansia ditandai oelh dua hal, ayitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, dan kedua kualitas tulang juga menurun. Densitas tulang adalah kepadatan tulang, yaitu berupa gram mineral  per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut  arsitektur, penghancuran,  da pembentukan kembali (mineralisasi) tulang. Densitas tulang bisa diukur dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dqapat dihitung dengan angka.

Tulang yang normal itu kuat, karena mengandung protein, kolagen dan kalsium. Namun, bila tulang sudah keropos, trauma sedikit saja sudah menimbulkan fraktur. Bentuk fraktur bisa berupa patah jadi dua bagian seperti pada lengan bawah, retak pada tulang panggul, atau kompresi pada tulang belakang. Tempat yang paling sering timbul fraktur adalah tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan, walaupun sebenarnya dapat terjadi pada semua tulang kerangka tubuh.  Berbeda dengan penyakit lain, pada umumnya masalah osteroporosis pada lansia dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa  menimbulkan gejala apapun, sampai suatu ketika terjadi patah tulang barulah Anda merasakan nyeri. Namun keadaan demikian sudah terlambat.  Anda sudah tikdak dapat beraktivitas, fraktur tulang panggul  atau tulang bhelakang membuat Anda harus bebaring di tempat tidur, kebanyakan sampai perlu perawatan dirumah sakit, kemudian timbul komplikasi infeksi saluran napas dan saluran kemih. Akibatnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selain merasakan nyeri, Anda bisa menjadi stress bahkan depresi.

Banyak orang tidak kmenyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang helas, Sering kali penyakit osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah.  Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan penyakit osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat osteoporosis, terapi hormonal dan juga terapi alamiah. Namun, hal yang terpenting adalah upaya pencegahan.

Pencegahan Penyakit Osteoporosis

Pencegahan  pada penyakit osteoporosis tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Di samping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapay memperkecil voulme terjadinya serangan osteoporosis sebagaimana berikut :

Konsumsi kalsium yang cukup. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memnuhi kebutuhan tubuh. Sumber kebutuhan lainnya adalaj ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Osteoporosis bisa dicegah. Pencegahannya harus dilakukan sejak dini. Sejak kecil osteoporosis harus dicegah dengan pemenuhan asupan nutrisi secara baik, khususnya pemenuhan kebutuhan kalsiumnya. Selain dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi harian, osteoporosis bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi lemak berlebihan karena lemak bersifat mengikay kalsium sehingga akan menghambat penyerapan kalsium pada tulang.

Berikutnya, yang harus diperhatikan dalam mencegah osteoporosis adalah dengan melakukan olahraga yang bersifat pembebanan untuk menguatkan matahari dan menjaga lifestyle dengan tidak merokok, minum alkohol dan kafein berlebih sehingga penyerapan kalsium bisa maksimal.

Begitu juga dalam melakukan diet, agar tidak berdampak pada terjadinya osteoporosis, lakukanlah diet seimbang yang juga kaya akan kandungan kaslium. Makanan yang kaya kalsium antara lain, teri, brokoli, kacang-kacangan, tempe dan tahu dan jangan lupa konsumsi susu.

Kekurangan magnesium juga dinyatakan salah satu penyebab osteoporosis. Magnesium terlibat dalam aktivitas lebih dari 300 fungsi tubuh. Selain untuk membantu metabolisme kalsium dan vitamin D, magnesium juga berperan langsung dalam mencegah pengapuran tulang. Kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan osteoporosis.

Vitamin D terjadi didalam tubuh kita dengan bantuan sinar matahari yang sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang terjadi dalam usus kecil.
Mengingat osteoporosis dapat menurunkan kualitas hidup menghalangi aktivitas (karena kemungkinan harus menggunakan kursi roda atau tongkat) maka akan mengahadapi kemungkinan terkena osteoporosis, tindakan yang paling tepat adalah melakukan pencegahan sejak dini . Apakah seseorang akan menderita osteoporosis tau tidak, sangat tergantung pada kekuatan tulang yang terbentuk di masa muda, dan bagaimana menjaga kesehatan tulang setiap harinya. Ibaratnya menabung tulang untuk persediaan di hari tua. Meskipun proses penuaan tidak dapat dihindari , kita dapat melakkukan usaha-usaha pencegahan untuk memperlambat datangnya osteoporosis. Bagaimana caranya ?

Cara diet cepat yang tepat menjadi salah satu kunci hidup sehat. Pengeroposan tulang pun bisa di hambat. Olaharaga teratur dan kebiasaan hidup sehat sangat berguna dalam menghambat pengeroposan tulang. Pencegahan perlu ditekankan karena jika tulang sudah mengalami osteoporosis , maka kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah. Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan cara umum, farmakoterapi, fisioterapi, dan pembedahan. Selain itu cara membantu mencegah osteoporosis adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup sepanjang hidup .

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia – Normalnya penyakit osteoporosis terjadi pada wanita pasca menopause atau pada pria usia lanjut. Ini disebut penyakit osteoporosis primer. Ada juga osteoporisis sekunder, yakni karena penyakit. Misalnya menopause dini, gangguan fungsi hati, ginjal, hematologi, kelainan endokrin, dan saluran pencernaan. Gaya hidup juga dapat menjadi faktor resiko terhadap terjadinya penyakit osteoporosis. Antara lain merokok, banyak mengandung kafein (kopi) dan alkohol, kurang terpapar sinar matahari sehngga mengalami defisiensi vitamin D, dan malas bergerak. Semua ini sebenarnya dapat dihindari.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis

Rokok diketahui sebagai faktor resiko penyakit osteoporosis sejak 20 tahun lalu. Berbagai studi menunjukkan merokok meningkatkan resiko fraktur (patah tulang). Ditemukan bahwa makin lama dan makin banyak seseorang merokok, resiko fraktur menjadi semakin besar. Perokok yang mengalami fraktur, biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Menjadi perokok pasif di usia muda, dapat meningkatkan resiko rendahnya massa tulang. Berhenti merokok akan mengurangi resiko seseorang mengalami massa tulang rendah dan fraktur.

Dampak rokok terhadap kesehatan tulang belum diketahui pasti apakah penurunan massa tulang memang disebabkan oleh rokok, atau oleh faktor resiko lain. Misalnya secara umum tubuh para perokok  cenderung lebih kurus. Berat badan ringan adalah salah satu faktor resiko massa resiko massa tulang rendah. Perokok juga cenderung lebih akrab terhadap alkohol, kurang aktif dan memiliki pola makan yang kurang baik. Dan wanita perokok umumnya memiliki kadar estrogen lenih rendah, dan cenderung lebih cepat mengalami menopause. Namun, beberapa literatur menyebutkan bahwa merokok dapat mengurangi penyerapan kalsium oleh tubuh.

Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan juga meningkatkan resiko penyakit osteoporosis. Tak lain karena kedua jenis minuman ini mengurangi kemampuan tubuh menyerap kalsium dan mengahambat osteoblast (pembentukan tulang). Air seni peminum kafein mengandung lebih banyak kalsium. Ini berarti banyak kalsium yang dibuang dari dalam tubuh sehingga, tentunya tabungan tulang akan menipis.

Pencegahan Osteoporosis

Cara terbaik Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja menghindari semua faktor resiko yang dapat dihindari. Paling tidak meminimalkan. Jika belum bisa berhenti merokok, maka pastikankita dapat mencukupi kebutuhan kalsium harian sesuai usia. Bagi peminum kopi/alkohol, hindari mengonsumsinya bersamaan/berdekatan dengan mengonsumsi makanan berkalsium : beri jarak 1-2 jam. Usahakan berjemur dibawah sinar matahari pagi, cukup 10-15 menit setiap hari. Tidak kalah penting, jangan malas bergerak. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 15-30 menit, 3-5 kali/minggu, terbukti dapat menguatkan tulang.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Disamping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapat memperkecil volume terjadinya serangan penyakit osteoporosis sebagaimana berikut :

1. Konsumsi Kalsium Yang Cukup 
Untuk mencukup kebutuhan kalsium, perlu perhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

2. Berhati-hati Menggunakan Obat
Beberapa jenis obat osteoporosis ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti gout dan beberapa jenis obat anti rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.

Obat antasida yang umum dikenal sebagai obat anti sakit maag dapat menghambat penyerapan kalsium. Penghambatan dipicu oleh magnesium dan alumunium hidroksida yang mampu mengikat kalsium dan mengubahnya menjadi bentukan baru yang sulit diserap. Obat cholesteramine yang lazim digunakan untuk mengikat asam empedu agar terjadi penurunan kolesterol darah juga dapat menurunkan kadar kalsium tubuh akibat pembuangan melalui urine.

3. Batasi Konsumsi Garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium melalui urine. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya. Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet.

4. Cukupi Konsumsi Vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dan sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.

5. Aktif Berolahraga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu, olahraga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang.

6. Bantu Dengan Obat
Jenis obat ini diantaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan tetsosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurunkan jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause.

Pencegahan osteoporosis pada lansia salah satunya adalah dengan meningkatkan asupan vitamin D3 di dalam tubuh. Dengan paparan dari sinar matahari pagi maka sangat baik dalam membantu mencukupi kebutuhan asupan vitamin D. Hal ini akan membantu mengubahnya menjadi vitamin D3. Diketahui bahwa vitamin D3 merupakan salah satu nutrisi yang baik dan sangat penting dalam membantu meningkatkan terjadinya kepadaran massa tulang dan membantu menguatkan tulang. Sehingga hal ini akan membantu mencegah penyakit osteoporosis.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak DiniPenyakit Osteoporosis identik dengan orangtua. Bukan berarti hanya mereka yang berusia > 40 tahun yang perlu waspada terhadap silent disease ini. Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Pertumbuhan tulang yang optimal selama masa anak-anak dan remaja, dapat mencegah resiko penyakit osteoporosis dikemudian hari. Petumbuhan tulang paling optimal, terjadi pada awal masa remaja, yakni sekitar usia 10-14 tahun (anak perempuan) dan 12-16 tahun (anak laki-laki). Sekitar 45% massa tulang dewasa dibentuk pada masa remaja dan terus berjalan hingga usia 30-an. Peak bone mass (puncak massa tulang) terjadi di usia 25-30 tahun.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Penyakit Osteoporosis

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit osteoporosis di usia lanjut. Penyakit Osteoporosis juga disebabkan oleh banyak faktor yaitu :

  • Faktor usia. Wanita yang sudah menopause lebih berpotensi  terserang osteoporosis. Ini disebabkan karena pada wanita menopause produksi hormone estrogen akan berkurang sehingga berakibat pada penurunan fungsi faktor pembentukan tulang.
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama, misalnya obat asma, lupus dan lain sebagainya.
  • Gaya hidup yang kurang sehat, antara lain merokok dan minum-minuman beralkohol.
  • Kurang asupan kalsium
  • Kurang latihan fisik dan aktivitas
  • Haid tidak teratur atau lama tidak haid atau menstruasi
  • Kurang paparan sinar matahari. Cukup paparan sinar matahari selama 30 menit, yaitu sebelum jam 9 pagi dan sesudah jam 4 sore bisa menghindarkan serangan osteoporosis.

Selain akan mengalami perubahan bentuk atau postur tubuh seperti, menjadi lebih pendek atau bongkok, penderita osteoporosis juga akan mengalami keterbatasan gerak. Apalagi jika sudah mengalami patah tulang, pasien perlu bantuan orang lain yang bisa menyebabkan keterbatasan bersosialisasi. Hal ini tentunya juga akan memberikan dampak psikis pada penderitanya, Dengan terbatasnya gerak bisa mengakibatkan stres karena keinginan beraktifitas terhalang.

Selain itu, Penyakit osteoporosis juga akan memberikan dampak secara ekonomi karena penderita osteoporisis harus mnum obat secara teratur dan terus menerus padahal harga obat mahal.

Faktor Resiko Osteoporosis

Tahukah anda bahwa 1 dari 3 wanita post menopause dan 1 dari 5 pria berusia diatas 50 tahun, beresiko terkena osteoporosis, 1 dari 5 orang berusia diatas 60 tahun di Indonesia menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang dan meluasnya kerapuhan tulang. Dampak Osteoporosis adalah kekuatan tulang akan menurun dan resiko patah tulang meningkat.

Penyakit Osteoporosis bukan hanya penyakit penyakit orang tua, faktor-faktor dibawah ini juga mempengaruhi terjadinya osteoporosis :

  • Wanita posmenopause atau menopause dini
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami patah tulang/ retak
  • Menggunakan obat kartikosteroid jangka panjang
  • terlalu kurus atau berat badan rendah
  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Beraktivitas kurang atau berlebihan
  • Mengonsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Memiliki penyakit lain, seperti gagal ginjal, hipotiroid, melabsorpsi

Cara Mengecek Kesehatan Tulang

Untuk mengetahui kondisi tulang, dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni mengukur bone mineral density dan penanda biokimiawi tulang. Kedua pemeriksaan ini berbeda, namun dapat saling melengkapi hingga didapatkan infromasi uang lebih lengkap tentang status tulang.

1. Bone Mineral Density (BMD)
Suatu pemeriksaan yang mengukur densitas/ kepadatan mineral dalam tulang dengan sinar X khusus, CT scan atau ultrasonografi, informasi ini menunjukkan kepadatan tulang saat pemeriksaan dilakukan. BMD tidak dapat memprediksi densitas tulang pada masa yang akan datang.

2. Pemeriksaan Laboratorium: Penanda Biokimia Tulang
Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, mewakili proses reformasi tulang, sehingga memberikan informasi mengenai ketidakseimbangan potensial antara pembentukan dan resorpsi tulang. Resiko tulang patah/ retak berhubungan dengan penurunan nilan BMD, sehingga dibutuhkan kombinasi dengan pemeriksaan penanda tulang yang lebih baik.

Sekitar 99% kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi. Pada masa puber, tulang tumbuh dengan cepat. Konsumsi kalsium di usia myda akan menentukan kekuatan tulang nantinya. Perlu diingat penyerapan kalsium hanya sekitar 30% dari konsumsi kalsium. Penyerapan kalsium maksimal bisa didapat dengan konsumsi 1.200-1.500 mg kalsium/hari. Jika berlebihan hampir semua kelebihannya akan dibuang. Sebaliknya, jika kurang tulang tidak akan menerima cukup kalsium yang dibutuhkan sehingga puncak massa tulang tidak tercapai.

Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini dengan minum susu. Susu adalah sumber kalsium terbaik karena paling mudah diserap oleh tubuh. Konsumsi kalsium harus ditunjang dengan vitamin D dan aktif bergerak. Biarkan anak bermain bersama teman-teman, dan dukung keinginan mereka untuk memiliki kegiatan lain di luar sekolah seperti menari, berlatih bela diri, renang dan lain-lain. Semua itu akan menunjang pertumbuhan dan kepadatan tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Lindungi anak dari osteoporosis sdini mungkin.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini adalah dengan melakukan olahraga yang cukup. Anda bsia memilih jeni olahraga yang bisa membantu meningkatkan massa kepadatan tulang Anda. Dan beberapa jenis olahraga yang dianggap dalam membantu meningkatkan kepadatan tulang adalah berjalan, melakukan lompat tali, berlari serta melakukan berbagai macam hal yang lain dalam bentuk aktivitas fisik yang bersentuhan dengan kaki sebagai cara mencegah osteoporosis sejak dini.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini lainnya adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol dan minuman yang mengandung soda. Anda bisa mendapatkan banyak dari dampak negatif dari jenis minuman ini, bisa menyebabkan terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung dan mengalami obesitas.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia – Penyakit Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikrostruktur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta resiko terjadinya patah tulang. Sementara, kepadatan tulang turun seiring dengan bertambahnya usia, bahkan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Sedangkan pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahununtuk perempuan dan 60 tahun untuk laki-laki.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Puncak massa tulang terjadi sejak umur 20-30 tahun. Artinya pada usia tersebut lebih banyak terjadi kerusakan tulang dibanding dengan pembentukannya. Sedangkan tulang yang berpotensi terkena osteoporosis, yaitu tulang punggung hingga tulang ekor, tulang paha, tulang lengan, tulang pergelangan tangan dan tulang rahang.

Sebagai penyakit silent disease yang baru akan diketahui setelah terjadi patah tulang, osteoporisis disebabkan oleh banyak faktor. Namun sebenarnya osteoporosis bisa dicegah dengan kontrol terhadap faktor resiko kejadian ini, antara lain :

  • Kekurangan protein, baik nabati atau hewani
  • Kurang kalsium
  • Kurang asupan vitamin D. Penelitian menunjukkan, vitamin D atau paparan sinar matahari pada masyarakat Asia kurang
  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebih
  • Berat badan berkurang
  • Gaya hidup, olahraga dan aktivitas fisik kurang, kurang paparan sinar matahari, merokok dan menggunakan obat-obatan tertentu.

Jenis Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis pada lansia terbagi menjadi beberapa jenis seperti dibawah ini :

  1. Penyakit osteoporosis yang terjadi setelah menopause wanita (tipe postmenopause)
    Penyakit osteoporosis seperti ini biasanya menunjukkan gejala seperti terjadinya perubahan pada tulang telakang yang bisa mengakibatkan terjadinya sakit yang sangat parah dan juga menyebabkan terjadinya fraktur tulang. Untuk itu mengapa sangat dibutuhkan juga bagaimana cara yang bisa dilakukan dalam melakukan pencegahan dan untuk mengatasi masalah menopause dini sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya osteoporosis.
  2. Tipe senile atau yang disebut sebagai tipe pikun
    Penyakit osteoporosis untuk jenis ini biasanya banyak muncul pada orang tua yang usianya diatas 75 tahun dan akan mengalami fraktur pada panggul.
  3. Tipe sekunder
    Pada penyakit osteoporosis ini kebanyakan disebabkan oleh terjadinya gangguan endokrin misalnya adalah akibat penyakit diabetes dan hipertiroidisme dan bisa juga diakibatkan karena terjadinya serangan penyakit sistemik misalnya adalah seperti terjadinya penyakit leukemia dan penyakit kronis lainnya. Atau juga bisa diakibatkan karena melakukan terapi yang berbeda, misalnya adalah penggunaan dari obat kortikosteroid atau penggunaan obat anti kejang.
  4. Osteoporosis untuk jenis juvenil idiopatik
    Untuk jenis penyakit osteoporosis ini biasanya disebabkan karena hal yang masih tidak diketahui. Pada anak-anak dan juga dewasa muda dengan kadar dan juga fungsi hormon yang dalam keadaan normal, selain itu kadar vitamin yang normal dan baik serta tidak mempunyai penyebab yang lebih jelas dari penyebab rapuhnya tulang.

Pencegahan Osteoporosis

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit osteoporosis pada lansia adalah :

  1. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan tertaur dan rutin. Selain itu melakukan olahraga dengan baik, benar dan tepat yang bertujuan dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang, serta membantu mengalirkan darah agar lebih lancar lagi menuju ke seluruh tubuh. Membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan menguatkan serta membuat lentur otot dan juga sendi. Karena manfaat dari olahraga sangat baik untuk kesehatan.
  2. Mengatur pola diet dengan sangat baik dan sebaiknya diet sehat dalam membantu mencegah terjadinya penyakit osteoporosis. Yakni adalah dengan menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat dan mengonsumsi banyak sayuran, mengonsumsi susu yang mengandung kalsium tinggi serta lainnya. Ini adalah salah satu bagian yang bisa membantu meningkatkan dan juga mempertahankan massa tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi di dalam tubuh.
  3. Membantu mencegah dan menghindari kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok dan juga menerapkan pola hidup yang baik dan sehat pada semua aktivitas kehidupan yang Anda jalani sehari-hari. Merokok serta mengonsumsi minuman keras yang mengandung alkohol akan berakibat membuat kesehatan menjadi terganggu dan juga akan memberikan pengaruh buruk bagi kepadatan serta kekuatan pada kesehatan tulang.

Untuk mereka yang mengalami penyakit osteoporosis, maka sebaiknya hindari jensi makanan atau minuman yang bisa membuat proses penyerapan kalsium menjadi tergganggu. Misalnya adalah jenis makanan atau minuman yang megandung kafein seperti teh atau kopi atau juga jenis makanan yang bisa membuang kalsium misalnya seperti daging merah. Dan demikian juga hindari kebiasaan merokok dan minuman yang mengandung alkohol.

Selain itu, penggunaan dari beberapa jenis obat-obatan juga bisa membuat penyerapan kalsium mengalami gangguan. Jika memang terpaksa harus minum obat jenis ini, maka sebaiknya asupan kalsium harus ditingkatkan lagi untuk mengimbanginya. Melakukan konsultasi dengan dokter dalam mendapatkan informasi yang lebih lagi mengenai hal tersebut merupakan salah satu hal yang baik.

Penyakit osteoporosis harus diwaspadai karena penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan. Dengan cara memperhatikan asupan makanan yang baik dan cocok untuk penderita penyakit osteoporosis dan juga dengan cara menerapkan gaya hidup yang sehat dan baik, dan sangat dianjurkan sekali untuk penderita bisa menghadapi dan juga menangkal terjadinya penyakit ini sebelum terlambat dan mengalami resiko patah tulang atau pengapuran tulang.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini – Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan kemungkinan terkena osteoporosis, gangguan yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh. Cara paling tepat mengatasinya adalah memaksimalkan kepadatan tulang saat masih muda.

Penyakit Osteoporosis

Umumnya orang mulai mengalami kerapuhan dan kelemahan tulang pada usia 30 sampai 35. Idealnya pencegahan osteoporosis sebaiknya dimulai sejak anak-anak.Tetapi tidak masalah berapapun usia anda kini, anda masih dapat membuat pilihan makanan dan gaya hidup berbeda untuk menjaga tulang tetap kuat.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Orang dewasa perlu makan makanan yang kaya kalsium untuk mencegah osteoporosis. Makanan yang kaya kalsium adalah susu, yoghurt, keju, ikan salmon, dan brokoli. Satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.

Kalau anda beresiko terkena osteoporosis, dokter akan memberikan tablet kalsium. Namun kalsium bisa berbahaya  pada kondisi tertentu. Karena itu tanyakan pada dokter sebelum minum suplemen kalsium dosis tinggi. Suplemen kalsium dianjurkan bagi mereka yang tidak kuat dengan laktosa dan bagi mereka yang tidak rutin menginsumsi tiga atau lebih makanan yang mengandung kalsium sehari-hari yang dibutuhkan untuk membantu menyimpan kalsium dalam tulang. Kebutuhan ini dapat tercukupi dari minum susu. Vitamin D yang murah dan gratis adalah sinar matahari, karena tubuh membuat vitamin D ketika sinar ultraviolet menyentuh kulit. Rajin berjalan kaki, berdansa, senam, atau joging.

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit osteoporosis kebanyakan menyerang wanita yang mengalami menopause. Menopause Wanita biasanya akan terjadi pada wanita menjelang usia 40-50 tahun. Dan hal ini secara dramatis akan menyebabkan terjadinya proses pengeroposan tulang. Hal itulah yang pada akhirnya menyebabkan penyakit osteoporosis pada wanita angkanya lebih tinggi dibandingkan oleh pria. Penyakit osteoporosis pada wanita yang terjadi disaat tubuh mengalami kehilangan massa tulang lebih cepat dibandingkan dari proses pembentukan tulang yang baru. Dan seiring dengan waktu berjalan, ketidakseimbangan yang terjadi antara kerusakan pada tulang dan pembentukan tulang baru akan mengakibatkan massa tulang menjadi semakin berkurang, sehingga patah tulang akan lebih mudah terjadi.

Sekitar 40 peresn wanita dan sekitar 25 persen pria yang usianya berada diatas 50 tahun mengalami patah tulang yang diakibatkan oleh penyakit osteoporosis pada lansia di sisa hidup mereka. Dan sekitar lebih dari 2 juga fraktur atau masalah patah tulang yang terjadi pada negara Amerika Serikat dalam setiap tahunnya dan penyakit osteoporosis ini bsia mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan dengan lebih serius lagi.

Mereka yang mengalami penyakit osteoporosis membutuhkan latihan dan mendapatkan asupan kalsium serta vitamin D yang tinggi dalam membantu cara mencegah osteoporosis sejak dini agar bisa membantu menjaga kesehatan tulang supaya tetap kuat. Pada penderita penyakit osteoporosis kemungkinan juga diharuskan mengonsumsi obat dalam membantu menyembuhkan penyakit osteoporosis yang dialaminya.

Hormon di dalam tubuh juga berperan penting dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Karena jumlah yang terlalu banyak atau juga jumlah yang terlalu sedikit hormonnya akan membuat tubuh berkontribusi dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Khusus untuk wanita selama dan juga setelah mengalami menopause, baisanya ovarium akan memproduksi hormon estrogen jauh lebih sedikit. Dan hilangnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh juga bisa terjadi akibat tindakan operasi dari pengangkat sel indung telur atau juga akaibat dari melakukan cara diet cepat dan olahraga yang berlebihan. Padahal hormon estrogen berperan aktif dalam membantu melindungi dan menjaga kesehatan tulang sebagai salah satu cara mencegah osteoporosis sejak dini. Pada pria yang memproduksi hormon testosteron yang jumlahnya kurang dan hormon estrogen yang diproduksi dengan jumlah kecil pada pria dengan seiring usia yang semakin bertambah.

Pada penurunan hormon yang terjadi ini akan mengakibatkan terjadinya massa tulang menjadi menurun dan bisa berujung pada terjadinya penyakit osteoporosis. Ketidakseimbangan pada hormon lainnya juga akan mengakibatkan terjadinya resiko penyakit osteoporosis misalnya adalah kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif, penyakit diabetes, dan hiperprolaktinemia, dimana kelenjar hipofisisi akan memproduksi berlebihan hormon prolaktin.

Gangguan yang terjadi pada makan, terutama adalah untuk kasus gangugan anoreksia nervosa hal-hal yang seperti ini juga akan beresiko menyebabkan terjadinya penyakit osteoporosis. Pengeroposan tulang biasanya juga terjadi sebagian akibat dari gizi buruk, dan pada wanita disebabkan oleh karena fungsi dari ovarium yang mulai berhenti berfungsi secara normal dalam memperoduksi hormon estrogen dengan jumlah yang sedikit.

Cara Mencegah Osteoporosis

Cara mencegah osteoporosis sejak dini bukan hanya mengonsumsi kalsium saja. Namun juga mengonsumsi kalium. Kalium sitrat yang jumlahnya diseiimbangkan dengan suplemen atau vitamin D dan juga kalsium adalah salah satu jalan alternatif yang sangat baik dan murah, dan selain itu juga sangat baik dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang dan membantu meningkatkan mikro-arsitektur dari tulang pada lansia yang sehat dengan jumlah massa tulang yang normal.

Banyak penelitian yang dilakukan juga menyimpulkan hal yang sama. Mereka menyimpulkan bahwa kalium sitrat bisa memberikan potensi baik dalam membantu meningkatkan kesehatan tulang manusia. Dan temuan yang sudah terbukti ini menunjukkan bahwa kalium sitrat bisa muncul dalam membantu menetralkan kelebihan dari asam yang ada di dalam tubuh serta membantu meningkatkan keseimbangan dari kalsium di dalam tubuh.

Itulah informasi mengenai penyakit osteoporosis dan cara mencegah osteoporosis pada lansia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita – Proses penuaan adalah proses yang alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Sebagai dampak dari proses penuaan ini adalah Osteoporosis (pengapuran tulang) sebagai akibat gangguan metabolisme kalsium.

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kelainan mikroarsitektur, yang berakibat meningkatnya kerapuhan tulang. Osteoporosis banyak ditemukan pada usia lanjut. Dua sel yang sangat penting  dalam proses ini adalah osteoblast yang berfungsi dalam pembentukan tulan dan osteoklast yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang.

Proses pembentukan dan resorpsi ini terjadi seumur hidup. Pada usia mulai 40 tahun massa tulang akan mulai berkurang sebagai akibat dari mulai berkurangnya fungsi osteoblast. Penurunan massa tulang inilah yang menyebabkan osteoporosis pada lansia. Massa tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium karena 98% dari kalsium yang tersimpan dalam tulang. Kalsium yang berperan disini adalah kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon, yaitu : hormon paratiroid, 1,25 dihidroksi vitamin D, dan kalsitonin.

Hormon paratiroid berperan dalam proses resorpsi tulang dengan mengaktifkan osteoklast dan akan mengakibatkan meningkatnya kadar kalsium dalam darah. 1,25 dihidroksi vitamin D akan merangsang osteoblast baru kemudian merangsang osteoklast. Sedangkan kalsitonin berperan sebagai pencegah osteoklast. Dari penelitian juga diketahui bahwa hormon estrogen berperan dalam penekanan proses resorpsi tulang.

Akibat dari osteroporosis maka orang akan mudah mengalami fraktur spontan atau patah tulang spontan. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami pengentian siklus haid (amenorrhea). Osteoporosis Pada Wanita bisa mengalami kerapuhan tulang karena mereka memiliki tingkat estrogen yang lebih rendah, suatu hormon yang membantu menyimpan kalsium. Dan masalah di perparah dengan diet yang tidak cukup nurtisi terutama kalsium.

Cara mencegah Osteoporosis Pada Wanita

Hal-hal yang bisa membantu mencegah penyakit osteoporosis pada wanita adalah :

  1. Mengontrol atau mengendalikan berat badan
    Karena salah satu penyebab dari terjadinya osteoporosis adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi, sebaiknya Anda harus menjaga berat badan dengan baik dan juga mengendalikannya sehingga Anda mendapatkan berat badan yang ideal. Hal ini akan membantu agar tulang Anda tidak terlalu berada pada dibawah tekanan.
  2. Mengonsumsi kalsium dengan jumlah yang cukup
    Penyakit osteoporosis bisa disebabkan akibat kurangnya mengonsumsi kalsium di dalam tubuh. Karena biasanya wanita mempunyai kecenderungan di dalam tubuh mereka dengan lebih mudah, maka mereka harus mempunyai proporsi yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang mengandung kalsium tinggi misalnya adalah seperti susu, bayam, brokoli, serta makanan laut dan yang lainnya.
  3. Jangan mengabaikan nyeri pada tubuh
    Pada setiap munculnya nyeri dibagian tubuh yang terjadi dengan terus menerus, apalagi untuk kasus penyakit nyeri sendi, maka hal ini akan memicu dari terjadinya penyakit osteoporosis. Dan sebaiknya jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan tes mengenai kesehatan tulang Anda.
  4. Jangan melakukan diet ketat
    Untuk diet menurunkan berat badan yang dilakukan dengan ekstra adalah salah satu cara yang kurang baik untuk kesehatan. Sebaiknya Anda jangan melakukan hal ini karena hanya akan membuat tubuh Anda mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting di dalam tubuh misalnya adalah seperti kalsium.
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur dalam membantu menjaga kesehatan tulang agar tetap dalam keadaan fleksibel. Dan segala sesuatu yang biasanya tidak digunakan selama dalam waktu yang lama maka akan membuat terjadinya karatan. Selain itu, hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  6. Konsumsi suplemen mengandung kalsium setelah mengalami menopause
    Sebaiknya Anda segera mengonsumsi suplemen kalsium setelah Anda mengalami menopause. Kandungan hormon estrogen yang bisa membantu dalam melindungi dan menjaga kesehatan tulang Anda biasanya akan berkurang jumlahnya sebagian besar. Jadi sebaiknya Anda memulai untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium dengan segera setelah Anda mengalami berhentinya menstruasi.
  7. Berjemur dibawah sinar matahari
    Tanpa adanya asupan vitamin D, maka tubuh Anda tidak akan bisa memproduksi penyerapan kalsium. Dan selain itu juga vitamin D yang dihasilkan di dalam tubuh Anda disaat Anda sedang mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat untuk kesehatan tubuh kita.

Penegakkan diagnosis pada penyakit osteoporosis adalah lewat Tes Kepadatan Tulang  yang biasanya dilakukan dengan cara menggunakan pemindaian dari DEXA. Tes ini biasanya bisa membantu dalam menentukan apakah Anda mengalami penyakit osteoporosis pada wanita yang bisa membantu mengukur kepadatan dari mineral tulang atau juga menunjukkan kekuatan tulang pada bagian panggul dan bagian tulang belakang.

Tes Penyakit Osteoporosis

Mereka yang harus melakukan tes ini adalah :

  1. Mereka yang mengalami menopause dini yang terjadi sebelum usianya memasuki 45 tahun.
  2. Mereka yang sebelumnya pernah mengalami patah tulang akibat jautuh
  3. Adanya riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit osteoporosis
  4. Mengalami kekurangan berat badan atau kurus
  5. Kondisi tubuh yang kurang sehat akibat mengalami sakit yang terjadi secara berkepanjangan.
  6. Wanita yang mengalami kondisi berhubungan dengan penyakit osteoporosis misalnya adalah seperti penyakit arthritis reutmatoid
  7. Penggunaan dari obat jenis kortikosteroid atau juga dalam melakukan pengobatan tiroid dalam waktu yang lama.

Osteoporosis Pada Wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Osteoporosis

Osteoporosis – Tulang terdiri dari mineral dalam hal ini kalsium memegang persentase terbanyak, diikuti magnesium dan phosporus. Disamping itu juga ada komposisi lain seperti air dan jaringan ikat sehingga tulang menjadi keras dan padat. Ikut berperan pula beberapa hormon dalam tubuh seperti parathyroid, kalsitonin, dan estrogen serta vitamin D.

Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Proses pembentukan tulang sudah dimulai sejak kita masih didalam kandungan ibu kita. Pada janin berusia 3-4 minggu, sel-sel untuk cikal bakal pembentukan tulang sudah mulai terbentuk. Proses pembentukan tulang atau bone remodelling cycle berlangsung seumur hidup kita. Hanya saja semakin bertambah umur kita tentunya kemampuan tubuh kita semakin menurun, jadi sebaiknya waktu yang tepat untuk mulai menabung kalsium ke dalam tulang sehingga terhindar dari penyakit osteoporosis adalah sedini mungkin bahkan sejak kita masih dalam kandungan sampai sebelum usia 35 tahun.

Dengan terapi dan pola hidup yang baik dan benar, tingkat keparahan penyakit tersebut dapat berkurang serta tidak tertutup kemungkinan akan kembali normal lagi (sembuh bila masih dalam taraf Ostopenia ataupun Osteoporosis awal).

Hal ini dapat terjadi bila seseorang menderita penyakit osteoporosis. Osteoporosis adalah tulang mudah patah (bahkan dengan hanya berpelukan atau berjabat tangan saja), tubuh dapat membungkuk bongkok sampai pada cacat seumur hidup. Celakanya adalah bahwa penyakit osteoporosis terkenal dengan gejalanya yang hampir tidak terdeteksi di awal (silent disease thief in the night) sehingga jika seseorang terdeteksi menderita penyakit ini biasanya stadiumnya sudah tinggi.

Ditambah pula oleh kenyataan bahwa perokok di Indonesia menempati peringkat nomor 2 di dunia. Rokok merupakan salah satu faktor penyebab penyakit osteoporosis disamping obat-obatan, genetik, alkohol, kopi, dll. Disamping kurangnya asupan yang mengandung kalsium dalam menu makan kita sehari-hari. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup sehat, jadi mulailah mengonsumsi kalsium secara rutin sesuai dengan anjuran dan kebutuhan untuk membentuk tulang yang kuat dan sehat sepanjang hidup kita.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Dibawah ini adalah tips mencegah osteoporosis :

  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kaya serat, rendah lemak dan tinggi kalsium.
  2. Konsumsi kalsium yang dianjurkan adalah 1000-1500 mg/ hari dan 400-800 IU/ hari untuk vitamin D. Sumber makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D adalah susu, kedelai, ikan laut, jus jeruk, brokoli, kuning telur, yoghurt, dan sayuran berwarna hijau.
  3. Kurangi makanan yang banyak mengandung sodium, garam, daging merah, dan makanan yang diasinkan. Karena makanan tersebut bisa mengakibatkan penyakit osteoporosis dan penyakit jantung.
  4. Rajinlah berolahraga sepert jalan kaki, jogging, bersepeda atau aerobik.
  5. Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat mengeluarkan kalsium. Softdrink/minuman ringan dapat menghambat penyerapan kalsium.
  6. Hindari minuman beralkohol dan rokok karena dapat menyerap cadangan kalsium di dalam tubuh

Pencegahan penyakit osteoporosis yang bisa dilakukan adalah

  1. Melakukan latihan fisik yang bisa membantu membentuk massa tulang dengan cara mengangkat beban secara rutin. Hal ini bisa dilakukan paling tidak 3 kali dalam seminggu, namun cara mencegah penyakit osteoporosis yang paling penting adalah latihan yang tidak akan membuat tulang mengalami cedera yang bisa membuat tulang menjadi lemah. Untuk pasien yang memang belum pernah melakukan layihan beban atau juga sedang mengalami masalah gangguan kesehatan, maka sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
  2. Diet sehat dengan mengonsumsi asupan kalsium yang baik, mencukupi kebutuhan vitamin D serta kandungan fosfor yang baik lewat makanan dan juga lewat suplemen. Orang dewasa yang usianya berada dibawah 50 tahun dan memerlukan asupan sekitar 1.000 mg kalsium dalam setiap harinya. Sedangkan orang dewasa yang usianya berada diatas 50 tahun membutuhkan asupan kalsium yang jumlahnya lebih dari 1.200 mg dalam setiap harinya.

Mengapa vitamin D sangat dibutuhkan oleh tubuh? Karena vitamin D bisa berperan aktif dalam menyerap kalsium di dalam tubuh. Vitamin D yang didapatkan dari kulit dan juga dari paparan sinar matahari atua juga bisa didapatkan dari makanan. Orang dewasa yang usianya berada di bawah 50 tahun juga membutuhkan sekitar 400-800 IU vitamin D untuk setiap harinya dan sementara orang dewasa yang usianya diatas 50 tahun membutuhkan sekitar 800-1000 IU dalam setiap harinya. Jika Anda mendapatkan kesulitan dalam mendapatkan asupan kalsium dan juga vitamin D yang cukup yang sangat dibutuhkan atau diperlukan dari dalam makanan, maka Anda bisa mendapatkannya dari dalam suplemen.

Obat Osteoporosis

Hingga saat ini masih belum ada obat osteoporosis yang bisa membantu menyembuhkan penyakit osteoporosis secara tuntas, namun perawatan yang tersedia bisa membantu dalam mencegah terjadinya pengeroposan tulang dan mencegah terjadinya fraktur tulang serta dengan manfaat dalam meningkatkan kekuatan tulang di dalam tubuh. Hal ini bisa membantu mengurangi resiko pada patah tulang dengan lebih signifikan lagi. Mengonsumsi obat, melakukan olaharaga secara teratur dan juga mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, semuanya bisa berperan penting dalam proses pengobatan osteoporosis.

Saat ini untuk sebagian besar jenis obat osteoporosis atau pengapuran tulang yang digunakan dan disetujui sebagai salah satu bahan antiresoptif karena bisa membantu menghentikan terjadinya resorpsi atau penipisan dan juga pengeroposan pada mineral tulang yang ada di dalam tulang. Obat yang bisa membantu merangsang terjadinya proses pembentukan tulang juga disediakan dalam membantu memutuskan pengobatan yang paling baik untuk Anda.

Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit osteoporosis pada tulang adalah berkurangnya kepadatan tulang yang prgresif sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulan menjadi kurang padat dan rapuh sehingga terjadilah osteoporosis.

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit Osteoporosis

Sekitar 80% penderita penyakit osteroporosis pada tulang adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian sikluas menstruasi (amenorrhea). Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan resiko terkena osteoporosis . Dengan begitu dapat dikatakan bahwa osteoporosis ini adalah penyakit khusus perempuan meskipun beberapa laki-laki, khususnya yang sudah berusia lanjut, juga mempunyai resiko yang sama. Namun, sekali lagi volume laki-laki lebih kecil daripada perempuan. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang kemudian menyebabkan perbedaan antara keduanya dalam serangan atau resiko osteoporosis.

Penyakit Osteroporosis pada tulang bukan hanya sekedar penyakit yang dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, tetapi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan berkurangnya jumlah jaringan tulang dan tidak normalnya struktur atau bentuk mikroskopik tualng. Kualitas dan kuantitas tulang yang tidak normal membuat tulang tersebut lemah dan mudah patah, bahkan ketika mengalami trauma ringan.

Penyakit Osteoporosis pada tulang dapat ditandai dengan kegagalan fungsi tulang yang serupa dengan proses perkembangan penyakit gagal jantung setelah bertahun-tahun menderita tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Tidak ada bukti yang terdokumentasi yang menyatakan bahwa keropos tulang atau berkurangnya jaringan tulang yang kemudian disertai kejadian patah tulang berkaitan dengan rasa sakit atau gejala-gejala lainnya.

Gejala Osteoporosis

Meskipun banyak kalangan yang mengatakan bahwa penyakit osteoporosis pada tulang timbul tanpa gejala, tetapi setidaknya ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan sebagai gejala yang bisa kita kenal. Ini berkenaan langsung dengann kondisi fisik penderita dimana hal ini bisa langsung kita lihat dengan mudah.

  1. Tinggi badan berkurang
    Tinggi manusia akan mencapai puncaknya pada usia sekitar 18 tahun. Dari hari ke hari diskus intervertebralis  atau bantal diantara ruas tulang belakang akan mengalami penekanan selama kita bekerja, berjalan, dan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya. Ketika kita bangun tidur, badan akan sedikit lebih tinggi setelah melakukan aktivitas pada malam hari ketika tidur. Diskus tersebut akan melar lagi dan kembali ke tinggi semula.
    Penyebab penurunan tinggi badan ini adalah fraktur tulang belakang atau vertebra yang umumnya tanpa keluhan, tetapi tubuh semakin pendek dan membungkuk. Bila terdapat penurunan tinggi badan sebanyak dua senti dalam tiga tahun terakhir , hal itu menandakan adanya fraktur tulang belakang yang baru.
  2. Bentuk dan Tubuh berubah
    Tubuh membungkuk biasanya terjadi akibat kerusakan beberapa ruas tulang belakang dari daerah dada (thoracal) dan pinggang (lumbal). Osteoporosis pada tulang belakang menimbulkan fraktur kompresi atau kolaps tulang dan menyebabkan badan membungkuk. Kiposis yang berat bisa mengakibatkan gangguan pergerakan otot pernapasan. Kita bisa merasakan sesak napas dan terkadang timbul komplikasi pada paru-paru.
  3. Tulang rapuh dan Patah 
    Tulang yang rapuh dan patah dinamakan fragily fracture. Pada kondisi ini bisa trejadi patah tulang meskipun tidak harus timbul karena trauma yang hebat melainkan dengan hanya terjatuh biasa ringan, mengangkat, mendorong sesuatu, atau akibat trauma lainnya.
    Selain pada tulang belakang, fraktur sering pula menimpa tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahkan panggul. Fraktur multipel dibeberapa tempat juga sering terjadi. Fraktur yang terjadi mendadak atau akut akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat dimana terkadang sampai memerlukan obat penekan nyeri yang kuat sampai pada golongan narkotika.
    Fraktur yang kronis sampai harus menjalani tirah baring yang lama dan ini akan menganggu peredaran darah. Selain itu, yang demikian juga sering menimbulkan bahaya infeksi dan komplikasi pada jantung serta saluran napas. Kesulitan perawatan pada orangtua, ditambah dengan beberapa penyakit kronis yang lain menyertai seperti diabetes, stroke, atau sakit jantung, akan memperburuk keadaan dan bisa fatal akibatnya.

Penyebab Osteoporosis

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terhadap terjadinya penyakit osteoporosis pada tulang :

  1. Merokok dan minuman beralkohol
  2. Faktor genetis. Bila dalam satu keluarga terdapat riwayat osteoporosis, kemungkinan anggota keluarga yang lain menderita osteoprosis sekitar 60-80%
  3. Jenis kelamin. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah perempuan
  4. Masalah kesehatan kronis. Penderita asma yang menggunakan obat-obatan jenis kortikosteroid beresiko mengalami osteoporosis. Resiko terkena osteoporosis juga meningkat pada penderita diabetes, hipertiroidisme, dan penyakit
  5. Kekurangan hormon. Pada perempuan, kejadian menopause yang menyebabkan berkurangnya hormon estrogen bisa menyebabkan osteoporosis.
  6. Kurang olahraga
  7. Kurang kalsium
  8. Indeks massa tulang yang rendah
  9. berat badan kurang
  10. Lanjut usia
  11. Periode menstruasi yang abnormal
  12. Anorexia Nervosa (gangguan makan)

Selain sebab-sebab diatas, ada beberapa faktor resiko lain lagi yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis, yaitu :

  1. Wanita berusia diatas 30 tahun
  2. Tidak minum susu dan produk susu
  3. Lebih sering mengonsumsi makanan siap saji
  4. Diet protein tinggi
  5. Minum kopi
  6. Cola dan minuman berkarbonat
  7. Tirah baring lama dan berada di ruang hampa

Cara mencegah penyakit osteoporosis pada tulang yang baik adalah sejak dini dengan memiliki densitas dari mineral tulang yang sangat baik disaat sedang usia puncak dari pertumbuhan tulang yakni usia 15-25 tahun. Dan cara yang bisa membantu dalam mencapai densitas tulang dengan baik adalah dengan menabung kalsium dari dalam makanan dan minuman misalnya adalah seperti susu, keju, yogurt serta yang lainnya. Dan selain itu juga bisa dilakukan dengan melakukan olahraga secara teratur.

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Osteoporosis

Faktor Penyebab Osteoporosis – Pengeroposan tulang atau osteoporosis merupakan kondisi berkurangnya matriks, atau masa tulang yang rendah serta disertai dengan perubahan mikro arsitektur dan kemunduran struktural jaringan tulang. Jika terkena osteoporosis, lapisan tulang luar yang keras akan menipis dan rongga-rongga didalam tulang akan membesar. Masa tulang yang kosong ini akan menyebabkan tulang menjadi rapuh dan keropos. Bila pencegahan atau pengobatan tidak segera dilakukan, kerapuhan ini akan membuat tulang mudah patah-terutama pergelangan tangan, pinggul dan punggung, bahkan bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Faktor Penyebab Osteoporosis

Faktor Penyebab Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit yang sangat menyiksa dan biaya perawatannya pun sangat mahal. Walaupun penyakit osteoporosis tidak serta merta dapat menyebabkan kematian layaknya penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit kanker, penyakit jantung, penyakit diabetes. Osteoporosis bisa sangat memperburuk kualitas hidup seseorang dan berujung pada kematian. Pada awalnya, osteoporosis memang tidak menimbulkan keluhan klinis sehingga sering terabaikan. Ini baru diketahui saat kondisi tulang nyaris patah yang menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.

Selama hidup kita, sebenarnya tulang mengalami proses pembaruan secara terus menerus. Proses pembaruan ini dimulai dengan proses formasi atau pembentukan tulang ditempat resorpsi atau penyerapan tulang yang diikuti proses formasi atau pembentukan tulang di tempat resorpsi terjadi. Tulang yang lama di ganti dengan tulang yang baru secara otomatis. Seharusnya, proses ini selalu berpasangan dan seimbang. Proses resorpsi tulang dilakukan oleh sel tulang yang disebut osteoclast. Sedang formasi dibangun kembali oleh sel tulang osteoblast. Pada osteoporosis, proses resorpsi tejadi berlebihan dan tidak diikuti oleh proses formasi yang cukup, sehingga tulang relatif lebih tipis, rapuh, dan mudah patah. Agar remodelling bisa berjalan baik , kita perlu beraktivitas fisik atau berolahraga.

Ketakutan orang terhadap pengaturan tulang karena mengonsumsi kalsium adalah anggapan yang keliru. Bahkan ada yang memilih untuk tidak mengonsumsi kalsium. Padahal kalsium adalah salah satu nutrisi mikro terpenting bagi kehidupan tubuh yang tidak bisa di produksi oleh tubuh, kecuali diperoleh dari asupan luar tubuh setiap hari sepanjang hidupnya.

Memang banyak Faktor Penyebab Osteoporosis yang dapat mengakibatkan hal ini terjadi. Kekurangan kalsium terutama di waktu kecil dan remaja ( saat terjadinya pembentukan massa tulang yang maksimal), merupakan penyebab utama osteoporosis. Bila tubuh kekurangan kalsium maka jaringan lunak akan meminjam kalsium dari jaringan keras terutama dari tulang.

Ironisnya kalsium tersebut sudah memiliki komposisi yang yang berbeda dengan kalsium yang langsung di konsumsi dari luar tubuh sehingga tidak banyak yang bisa diserap dan akan dikembalikan lagi ke jaringan atas. Dalam perjalanan kembali ke tulang, kalsium akan bercampur dengan lemak sehingga tulang tidak bisa menerima kembali campuran kalsium lemak. Akhirnya campuran kalsium dan lemak itu akan menumpuk dan melekat pada persendian tulang, maka terjadilah pengapuran tulang.

Sedangkan tulang yang terus menerus di ambil dan dipinjam kalsiumnya oleh jaringan lunak tetapi tidak ada asupan kalsium dari luar akan menjadi keropos.
Takaran untuk mengonsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg per hari karena kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal dan juga susah buang air besar. Kelebihan kalsium terjadi bila mengonsumsi suplemen kalsium terlalu banyak.

Faktor Penyebab Osteoporosis

Faktor Penyebab Osteoporosis negatif dari asupan garam yang berlebihan adalah banyaknya kapur yang dikeluarkan dari tubuh. Makin tinggi asupan garam, makin banyak pula kalsium yang didesak keluar dari tubuh melalui air seni. Hasil sebuah penelitian mengatakan bhawa penurunan asupan garam dalam jumlah sedang akan berefek sama dengan asupan suplemen kalsium tambahan sebesar 900 gr pada densitas (kepadatan) tulang. Ini sesuatu yang menguntungkan bagi para wanita pasca menopause penderita osteoporosis.

Pemeriksaan Penyakit Osteoporosis

Pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh penderita osteroporosis adalah:

1. N-MID Osteocalcin, untuk menilai pembentukan tulang N-MID Osteocalcin adalah salah satu bagian osteocalcin yakni protein yang di produksi oleh osteoblas.
Osteoblas merupakan sel yang berperan dalam pembentukan tulang, karena itu kadar osteocalcin menunjukkan juga aktivitas osteoblas yakni pembentukan tulang.

2. CTx (C-Telopeptide), untuk menilai resorpsi/ pembongkaran tulang juga untuk menilai respon terhadap obat antiresorpsi.

Pemeriksaan laboratorium Faktor Penyebab Osteoporosis dapat dilakukan :

  • Jika beresiko tinggi terkena osteoporosis, yaitu untuk deteksi dini
  • Pengukuran keseimbangan pembongkaran tulang pada pria dan wanita usia diatas 40 tahun, karena kehilangan tulang dimulai pada usia sekitar 40 tahun .
  • Pengukuran sebelum dilakukannya terapi antiresopsi oral
  • Pengukuran pada 3 bulan setelah terapi dan untuk melihat apakah terapi antiresorpsi oral.

Untuk mengetahui efikasi terapi dan untuk melihat apakah terapi yang diberikan sudah tepat atau belum. Jika hasil laboratorium menunjukkan resiko osteoporosis yang harus dilakukan adalah konsultasikan dengan dokter keluarga anda. Bila perlu dokter akan meminta anda melakukan pemeriksaan lanjutan, misalnya dengan pemeriksaan bone mineral density untuk menentukan tingkat kepadatan dan kondisi tulang serta memastikan ada tidaknya osteoporosis.

Konsumsi dan vitamin D ternyata tidak membantu mencegah patah tulang pada penderita osteroporosis. Pada usia senja, terutama wanita yang sudah terkena osteoporosis, jangan merasa hanya cukup dengan mengonsumsi susu kalsium atau suplemen, tetapi juga harus berhati-hati agar jangan sampai mengalami kecelakaan. Karena kalau sampai terjadi patah tulang terutama tulang belakang, kemungkinan ia tidak produktif lagi.

Hasil sebuah penelitian menyatakan bahwa wanita yang merokok setelah menopause menunjukkan kemungkinan patah tulang pinggul dan tulang belakang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak merokok. Pria yang merokok juga terbukti memiliki massa tulang yang lebih rendah .

Faktor Penyebab Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Osteoporosis

Penyebab Osteoporosis – Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Penyakit Osteoporosis

Ada beberapa faktor yang menjadi Penyebab Osteoporosis pengeroposan tulang, yaitu :

  1. Merokok dan minuman beralkohol
  2. Faktor genetis, bila dalam satu keluarga terdapat riwayat osteoporosis, kemungkinan anggota keluarga lain menderita osteoporosis sekitar 60-80%
  3. Jenis kelamin, sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita
  4. Masalah kesehatan kronis. Penderita penyakit asma yang menggunakan obat-obatan jenis kortikosteroid, beresiko mengalami osteoporosis. Resiko terkena osteoporosis juga meningkat pada penderita penyakit diabetes, hipertiroidisme.
  5. Kekurangan hormon. Pada perempuan, kejadian menopause yang menyebabkan berkurangnya hormon estrogen bisa menyebabkan osteoporosis.
  6. Kurang olahraga
  7. Kurang kalsium
  8. Indeks massa tulang yang rendah
  9. Berat badan kurang
  10. Lanjut usia
  11. Periode menstruasi yang abnormal
  12. Anorexia nervosa (gangguan makan)
Penyebab Osteoporosis

Penyebab Osteoporosis

Selain Penyebab Osteoporosis di atas, ada beberapa faktor resiko Penyebab Osteoporosis lain yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis, yaitu :

  • Wanita berusia di atas 30 tahun
  • Tidak minum susu dan produk susu
  • Lebih sering mengonsumsi makanan siap saji
  • Diet protein tinggi
  • Minum kopi
  • Cola dan minuman berkarbonat
  • Tirah baring lama dan berada di ruang hampa.

Untuk gejala penyakit osteporosis yang bsia ditemukan adalah :

  1. Penurunan dari tinggi badan yang lama kelamaan semakin berkurang, perubahan yang terjadi pada postur tubuh yang lama kelamaan akan berubah menjadi bungkuk, dan juga muncul masalah sakit punggung yang terjadi dengan tiba-tiba dan masih tidak bisa dijelaskan.
  2. Usia yang lebih dari 45 tahun atau juga mengalami pasca menopause dan mengalami masalah patah tulang.

Pemeriksaan Penyakit Osteoporosis

Bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa Anda memiliki masalah pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis? Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tes untuk membantu mengetahui mengenai kepadatan tulang. Melakukan tes osteoporosos ini disebut dengan istolah dual-energy X-ray abrosptiomety (DXA atau DEXA). Scan DXA yang dilakukan dengan cara mengambil lewat X-ray pada tulang Anda. Selain itu, alat skrining ini juga biasanya digunakan dalam membantu memprediksi dari resiko terjadinya kepadatan tulang yang rendah atau mengalami patah tulang. Sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter Anda mengenai tes serta alat dalam membantu menilai resiko yang terjadi.

Tes penyakit osteoporosis ini dilakukan jika Anda memasuki usia 65 tahun ke atas dan lebih. Anda juga diharuskan untuk mendapatkan tes kepadatan tulang dalam membantu melakukan pemeriksaan osteoporosis. Jika usia Anda lebih muda dari usia 65 tahun namun mempunyai faktor resiko untuk terkena penyakit osteoporosis, tanyakan kepada dokter Anda, apakah Anda membutuhkan tes kepadatan tulang sebelum usia Anda memasuki 65 tahun. Dalam membantu mengetahui resiko yang terjadi akan patah tulang dan apakah Anda membutuhkan tes kepadatan tulang, maka biasanya dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor-faktor misalnya adalah :

  1. Faktor usia
  2. Sudah memasuki menopause atau belum
  3. Tinggi serta berat badan
  4. Apakah Anda seorang perokok atau bukan
  5. Apakah Anda seorang peminum alkohol atau bukan
  6. Riwayat kesehatan keluarga apa ada yang menderita penyakit osteoporosis
  7. Obat yang sedang Anda konsumsi
  8. Ada atau tidaknya suatu gangguan yang bisa meningkatkan resiko dari terjadinya penyakit osteoporosis.

Cara Mengobati Penyakit Osteoporosis

Cara yang paling baik yang bisa dilakukan dalam mencegah pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis adalah dengan membentuk tulang agar lebih kuat. Jangan memperdulikan usia Anda, karena tidak ada kata terlambat dalam memulai sesuatu hal yang lebih baik. Dalam membangun tulan agar lebih kuat adalah waktu yang paling baik di masa kanak-kanak dan juga masa remaha. Disaat Anda mulai beranjak dewasa dan beranjak tua, tulang Anda tidak akan bsia lagi membentuk tulang yang baru dengan cara yang cukup tepat untuk bisa bersaing dengan proses pengeroposan tulang. Dan setelah proses menopause terjadi, kehilangan pada tulang biasanya akan terjadi dengan lebih cepat lagi. Namun terdapat beberapa tips atau langkah yang bisa dilakukan dalam membantu menghambat hilangnya massa tulang akibat terjadinya penuaan dan mencegah masalah tulang dari gangguan osteoporosis. Cara mencegah penyebab osteoporosis adalah :

  1. Mengonsumsi kalsium setiap hari dengan jumlah yang cukup
    Karena tulang mengandung kandungan kalsium yang tinggi, oleh sebab itulah sangat dibutuhkan sekali mencukupi kebutuhan kalsium yang didapatkan dari dalam makanan. Anda juga bisa mendapatkannya dari suplemen kalsium.
  2. Mencukupi kebuuthan vitamin D dengan cukup dalam setiap harinya
    Hal ini sangat penting sekali dalam mencukupi kebutuhan asupan vitamin D. Karena vitamin D yang cukup bisa membantu menyerap kalsium yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Vitamin D kemudian akan diproduksi oleh kulit disaat sedang terkena paparan sinar matahari. Oleh itulah, sangat dianjurkan sekali berjemur sekitar 10-15 menit di pagi hari untuk daerah tangan, lengan dan wajah dilakukan paling tidak 3 kali dalam seminggu dalam membantu produksi vitamin D.
  3. Mengonsumsi makanan yang sehat
    Vitamin lainnya yang dibutuhkan adalah vitamin K dan vitamin C, serta membutuhkan magnesium dan juga seng dan protein.

Penyebab Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment