Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis – Gangguan tulang yang paling mengerikan adalah rapuh tulang atau penyakit Osteoporosis yang berpotensi menimbulkan cacat permanen dan bahkan kematian karena patah tulang. Penyakit Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan dunia nomor da setelah penyakit kardiovaskular. Meskipun sangat umum di Indonesia, kesadaran masyarakat akan penyakit ini masih rendah, padahal penyakit ini bisa dicegah, dihambat dan juga dikelola bila kita mau melakukannya.

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis tidak akan terlihat oleh kasat mata. Osteoporosis merupakan penyakit diam atau silent disease. Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun ditahap awalnya. Beberapa ahli juga menyebutkan penyakit osteoporosis merupakan salah satu pencuri diam-diam atau silent thief yang mencuri massa tulang kita sedikit demi sedikir tanpa pernah kita sadari. Selain tidak membuat tulang berderak, kehilangan tulang tidak membuat sendi Anda nyeri atau bengkak. Penyakit Osteoporosis biasanya sidah dalam tahap lanjut ketika gejala muncul, ketika penyakit ini telah mematahkan tulang atau fraktur dan bisa menimbulkan deformitas, rasa nyeri dan gangguan fungsinya.

Gejala penyakit tulang osteoporosis biasanya ditunjukkan dengan kerapuhan tulang yang memudahkan terjadinya fraktur stress, yakni fraktur yang muncul dari tekanan pada tulang sewaktu melakukan kegiatan normal. Misalnya fraktur stress dapat terjadi pada kaki sewaktu berjalan atau melangkah turun dari tanjakan. Fraktur ini tidak luput sampai bertahun-tahun kemudian.

Gejala penyakit tulang osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri karena pengeroposan tulang yang terjadi tampa menimbulkan sensasi apapun. Namun, tulang yang keropos oleh osteoporosis dan kemudian patah bisa menyebabkan rasa nyeri.

Penyebab paling umum dari nyeri penyakit osteoporosis adalah fraktur kompresi tulang belakang. Rasa nyeri yang ada di punggung terjadi secara tiba-tiba, biasanya seteah aktivitas rutin yang meregang atau menekan pungggung. Nyeri biasanya memancar ke sekeliling punggung di kedua sis tubuh, yang memburuk ketika berdiri atau berjalan. Rasa nyeri juga terasa saat berbaring dan memutar atau menekuk punggung.

Gejala penyakit tulang osteoporosis dengan rasa nyeri yang terjadi dan muncul akan bertahap menghilang seiring dengan proses  penyembuhan fraktur, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Namun pada sebagian orang nyeri osteoporosis berlanjut menjadi kronis.

Tinggi badan orang usia lanjut memang terlihat menyusut karena tulang belakang keropos hingga tubuh memendek dan bungkuk. Tulang manusia memiliki lapisan yang keras dan lapisan dalam yang berongga seperti spons. Dari bayi hingga dewasa, tulang dibentuk, dibuat baru, dan membesar. Setelah usia 30 tahun akan terjadi maintenance. Artinya ketika tulang menua, akan dirusak dalam waktu singkat oleh sel-sel perusak tulang (osteoklas). Ini diimbangi dengan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Tapi pembentukan sel tulang baru butuh 3 bulan. Akhirnya tulang-tulang berlubang-lubang dan menipis (ostopenia). Jika didiamkan tulang akan keropos (osteoporosis), tekanan sedikit saja bisa menyebabkan tulang patah.

Masalah Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis akan menjadi masalah diberbagai belahan dunia, karena kini usia harapan hidup makin meningkat. Wanita menopause adalah kelompok yang paling rentan mengalami osteoporosis. Wanita lebih rentan terhadap osteoporosis karena mengalami masa hamil dan menyusui, dimana ketika kebutuhan kalsium untuk janin dan bayi kurang, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sekitar usia 50 wanita akan mengalami menopause. Proses resorpsi tulang jadi tidak terkendali, dan tidak dapat diimbangi oleh proses formasi tulang. Estrogen juga berperan dalam proses penyerapan kalsium.

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan memburuknya arsitektur  tulang. Kondisi pada akhirnya membuat penderita rentan mengalami patah tulang (fraktur). Osteoporosis memang tidak mengakibatkan kematian, namun jika terjadi komplikasi patah tulang mengakibatkan masalah serius pada penderita. Tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, namun juga mengakibatkan penurunan kualitas hidup.

Obat Osteoporosis

Banyak obat yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, secara garis besar terbagi menjadi dua jenis. Obat osteoporosis untuk meningkatkan proses pembentukan tulang, dan obat untuk menghambat proses pengeroposan tulang. Salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengatasi proses peneroposan tulang adalah bifosfonat. Jenis bifosfonat yang ada diantaranya risendronat, alendronat, asam zialuronat, dan berbagai jenis lainnya.

Cara penggunaannya juga berbeda, ada yang diberikan satu kali sehari, satu kali seminggu, satu kali dalam sebulan, dan satu kali dalam setahun. Penggunaan sehari sekali atau seminggu sekali kadang membuat penderita merasa bosan, sehingga angka kepatuhan penggunaan obat juga dapat berkurang. Asam zoledronat merupakan salah satu obat yang diberikan dalam kurun waktu setahun sekali, sehingga kepatuhan penderita relatif baik.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Pencegahan osteoporosis tidak bisa dilakukan dengan cara instan harus dimulai sejak usia muda bahkan kanak-kanak. Sebaiknya memang sudah menabung tulang sejak dini, sehingga tulang mencapai puncak massa tulang yang optimal di usia 30-an. Dengan demikian lewat usia 30, ketika kepadatan tulang mulai menurun, tabungan tulang masih banyak hingga kepadatnnya terjaga hingga lansia.

3 langkah pencegahan penyakit osteoporosis adalah : Kalsium, Vitamin, Olahraga. Kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, membutuhkan bitamin D untuk penyerapannya, sementara olahraga beban akan merangsang tulang menjadi kuat. Selama hal ketiga ini dipenuhi, sering-sering mandi tidak akan membuat anda menjadi bungkuk.

Itulah informasi mengenai Penyakit osteoporosis dan pencegahan yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia – Mungkin Anda beranggapan bawah penyakit osteoporosis hanya masalah minum susu atau mengonsumsi kalsium saja. Lalu menjaga tubuh agar tidak terjatuh sampai menimbulkan patah tulang. Ini keliru, Masalah osteoporosis pada lansia bukan hanya bisa menyebabkan fraktur tulang, tetapi juga dapat menimbulkan cacat tubuh, tinggi badan berkurang sampai belasans entimeter, hingga penderitaan dan komplikasi yang bermacam-macam.  Sebenarnya tulang keropos  sudah ada di zaman Mesir kuni sekitar 2000 tahun sebelum masehi.  Pada pemeriksaann scan terhadap tulang mummy ternyata dijumpai patah tulang panggul dan kompresi dibeberapa ruas tulang belakang.

Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis berasal dari  kata osteo dan porous, asteo artinya tulang dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi Penyakit osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunanan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan  kerapuhan tualng. Tualng yang rapuh dan keropos ini mudah patah atau fraktur (fracture).  Masalah osteoporosis pada lansia ditandai oelh dua hal, ayitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, dan kedua kualitas tulang juga menurun. Densitas tulang adalah kepadatan tulang, yaitu berupa gram mineral  per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut  arsitektur, penghancuran,  da pembentukan kembali (mineralisasi) tulang. Densitas tulang bisa diukur dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dqapat dihitung dengan angka.

Tulang yang normal itu kuat, karena mengandung protein, kolagen dan kalsium. Namun, bila tulang sudah keropos, trauma sedikit saja sudah menimbulkan fraktur. Bentuk fraktur bisa berupa patah jadi dua bagian seperti pada lengan bawah, retak pada tulang panggul, atau kompresi pada tulang belakang. Tempat yang paling sering timbul fraktur adalah tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan, walaupun sebenarnya dapat terjadi pada semua tulang kerangka tubuh.  Berbeda dengan penyakit lain, pada umumnya masalah osteroporosis pada lansia dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa  menimbulkan gejala apapun, sampai suatu ketika terjadi patah tulang barulah Anda merasakan nyeri. Namun keadaan demikian sudah terlambat.  Anda sudah tikdak dapat beraktivitas, fraktur tulang panggul  atau tulang bhelakang membuat Anda harus bebaring di tempat tidur, kebanyakan sampai perlu perawatan dirumah sakit, kemudian timbul komplikasi infeksi saluran napas dan saluran kemih. Akibatnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selain merasakan nyeri, Anda bisa menjadi stress bahkan depresi.

Banyak orang tidak kmenyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang helas, Sering kali penyakit osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah.  Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan penyakit osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat osteoporosis, terapi hormonal dan juga terapi alamiah. Namun, hal yang terpenting adalah upaya pencegahan.

Pencegahan Penyakit Osteoporosis

Pencegahan  pada penyakit osteoporosis tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Di samping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapay memperkecil voulme terjadinya serangan osteoporosis sebagaimana berikut :

Konsumsi kalsium yang cukup. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memnuhi kebutuhan tubuh. Sumber kebutuhan lainnya adalaj ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Osteoporosis bisa dicegah. Pencegahannya harus dilakukan sejak dini. Sejak kecil osteoporosis harus dicegah dengan pemenuhan asupan nutrisi secara baik, khususnya pemenuhan kebutuhan kalsiumnya. Selain dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi harian, osteoporosis bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi lemak berlebihan karena lemak bersifat mengikay kalsium sehingga akan menghambat penyerapan kalsium pada tulang.

Berikutnya, yang harus diperhatikan dalam mencegah osteoporosis adalah dengan melakukan olahraga yang bersifat pembebanan untuk menguatkan matahari dan menjaga lifestyle dengan tidak merokok, minum alkohol dan kafein berlebih sehingga penyerapan kalsium bisa maksimal.

Begitu juga dalam melakukan diet, agar tidak berdampak pada terjadinya osteoporosis, lakukanlah diet seimbang yang juga kaya akan kandungan kaslium. Makanan yang kaya kalsium antara lain, teri, brokoli, kacang-kacangan, tempe dan tahu dan jangan lupa konsumsi susu.

Kekurangan magnesium juga dinyatakan salah satu penyebab osteoporosis. Magnesium terlibat dalam aktivitas lebih dari 300 fungsi tubuh. Selain untuk membantu metabolisme kalsium dan vitamin D, magnesium juga berperan langsung dalam mencegah pengapuran tulang. Kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan osteoporosis.

Vitamin D terjadi didalam tubuh kita dengan bantuan sinar matahari yang sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang terjadi dalam usus kecil.
Mengingat osteoporosis dapat menurunkan kualitas hidup menghalangi aktivitas (karena kemungkinan harus menggunakan kursi roda atau tongkat) maka akan mengahadapi kemungkinan terkena osteoporosis, tindakan yang paling tepat adalah melakukan pencegahan sejak dini . Apakah seseorang akan menderita osteoporosis tau tidak, sangat tergantung pada kekuatan tulang yang terbentuk di masa muda, dan bagaimana menjaga kesehatan tulang setiap harinya. Ibaratnya menabung tulang untuk persediaan di hari tua. Meskipun proses penuaan tidak dapat dihindari , kita dapat melakkukan usaha-usaha pencegahan untuk memperlambat datangnya osteoporosis. Bagaimana caranya ?

Cara diet cepat yang tepat menjadi salah satu kunci hidup sehat. Pengeroposan tulang pun bisa di hambat. Olaharaga teratur dan kebiasaan hidup sehat sangat berguna dalam menghambat pengeroposan tulang. Pencegahan perlu ditekankan karena jika tulang sudah mengalami osteoporosis , maka kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah. Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan cara umum, farmakoterapi, fisioterapi, dan pembedahan. Selain itu cara membantu mencegah osteoporosis adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup sepanjang hidup .

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada wanita  – Penyakit Osteoporosis atau yang lebih dikenal dengan istilah pengeroposan tulang, merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen. Jika tidak secara dini diantisipasi, maka setelah 5 sampai dengan 10 tahun masa menopause banyak wanita akan mengalami pengeroposan tulang.

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis

Secara ilmiah penyakit osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang yang ditandai dengan hilangnya kepadatan tulang sehingga tulang mudah patah serta tidak tahan dengan benturan ringan. Sebenarnya penyakit osteoporosis tidak hanya menimpa kaum wanita saja, pria pun dapat mengalami penyusutan kepadatan tulang setelah mencapai usia tua. Akan tetapi wanita mempunyai peluang lebih besar dibanding pria, karena penyusutan tulang sangat banyak dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Proses menuju menopause terjadi ketika fungsi indung telur mengalami penurunan dalam memproduksi hormon. Pada saat mulai terjadi penurunan fungsi ini gejala-gejala menopause mungkin muai terasa meskipun menstruasi tetap datang. Saat mulaui nampak ada perubahan pada haid,misalnya menjadi lebih singkat atau lebih memanjang, atau banyaknya darah haid yang keluar tidak konsisten lagi dari bulan ke bulan.

Penyakit Osteoporosis pada Wanita

Pada saat ini sebaiknya wanita lebih banyak mengonsumsi vitamin-vitamin dan zat kapur (kalsium) sebagai suplemen (tambahan) dan penyangga karena penurunan produksi hormon estrogen akan diikuti dengan meningkatnya kalsium yang terbuang dari tubuh seorang perempuan. Banyak wanita setelah menopause akan mengalami kerapuhan tulang. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dan kekurangan salah satu zat gizi terutama kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang.

Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk membentuk puncak massa tulang yang optimal pada usia muda, dan mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita  di kemudian hari. Paparan sinar matahari selama 10 menit setiap hari dapat menstimulus vitamin D menjadi bentuk aktif yang dapat membantu memineralisasi tulang.

Kalsium merupakan mineral terpeting untuk membentuk tulang, sedangkan vitamin D penting untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tulang, batas kafein kopi dan teh serta garam. Berhati-hatilah terhadap obat steroid, diuretik, atau antikonvulsan. Para lanjut usia sebaiknya meningkatkan konsumsi kalsium.

Sumber kalsium adalah roti, buah, sayur, daging, ikan, telur, susu, keju, dan yoghurt. Pengetahuan tentang nutrisi bagi masyarakat ternyata sangat penting. Banyak produk yang ditawarkan kepada konsumen dan meningkatkan kepada kita bahwa kebutuhan kalsium tubuh rata-rata perhari adalah 1000-1200 mg. Padahal jika kebutuhan tubuh akan kalsium telah terpenuhi dari makanan , maka buat apa mengonsumsi kalsium tambahan lagi. Toh akhirnya kelebihan kalsium tersebut akan dibuang percuma. Proses pembuangan kelebihan kalsium tersebut akan membebani ginjal untuk bekerja lebih keras yang tentu saja bisa mngekibatkan gangguan pada fungsi ginjal.

Untuk mengatasi gangguan Gejala Osteoporosis Pada wanita pada usia lanjut, dapat dicoba dengan mengonsumsi susu segar 200 ml dicampur dengan lada 10 butir, rimpang jahe merah 5 ruas, dan kayu manis 10 gr. Susu segar direbus hingga mendidih. Setelah mendidih masukan lada, jahe merah dan kayu manis, lalu aduk hingga mendidih sekali lagi. Setelah dingin minum sekaligus, sehari sekali. Bila harga susu melambung tinggi, ada alternatif mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita tanpa harus membeli susu berkalsium yang harganya mungkin sudah tidak terjangkau. Salah satu caranya adalah mengonsumsi tempe. Selain lebih murah juga lebih mudah untuk mendapatkannya.

Mengonsumsi tempe secara teratur dapat mencegah  penyakit osteoporosis. Hal itu disebabkan tingginya kandungan kalsium yang terdapat dalam tempe. Mengonsumsi sayuran hijau dan ikan juga sangat dianjurkan, terutama ikan laut.
Lebih baik lagi ikan teri karena dikonsumsi dengan tulangnya.

Cara Mencegah Osteoporosis

Hal lain yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit osteoporosis adalah :

  1. Sebaiknya jangan mengabaikan jika Anda mengalami nyeri tulangPenyakit osteoporos disebabkan karena penurunan pada massa tulang. Hal ini akan membuat tulang dengan lebih mudah hancur atau mengalami pengeroposan. Hal ini biasanya akan membuat nyeri tulang yang terjadi disekitar tubuh dan juga kelainan bentuk pada tulang. Oleh seba itulah, jika Anda merasakan ada sesuatu hal yang aneh pada tulang dibagian tubuh Anda misalnya adalah seperti rasa nyeri, maka sebaiknya mengunjungi dokter.
  2. Jangan lakukan cara diet cepat dengan terlalu ekstrim
    Cara menurunkan berat badan yang dilakukan dengan diet ekstrim adalah salah satu hal yang paling buruk yang Anda lakukan. Mengapa demikian? Karena diet ekstrim akan memberikan resiko besar bagi tubuh dalam mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh kita, dan salah satunya adalah kalsium.
  3. Olahraga secara teratur
    Melakukan olahraga secara teratur atau dilakukan secara rutin akan membantu menjaga kesehatan tulang Anda secara alami. Ibaratnya adalah pisau yang tidak pernah diasah pasti lama kelamaan akan menjadi tumpul. Dan hal ini juga akan berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  4. Mengonsumsi suplemen kalsium selema masa setelah menopase
    Setelah Anda mengalami masa menipause, maka hormon estrogen dalam tubuh Anda akan mengalami penurunan sebagian besar jumlahnya. Oleh karena itulah, untuk wanita sebaiknya minumlah suplemen kalsium dengan segera setelah mengalami menstruasi berhenti.
  5. Memenuhi kebutuhan vitamin D
    Tanpa kandungan vitamin D didalam tubuh Anda maka tidak akan bisa membantu untuk memproses kalsium. Oleh sebab itulah, penuhi kebutuhan asupan vitamin D setiap hari.

Gejala Osteoporosis Pada wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia – Normalnya penyakit osteoporosis terjadi pada wanita pasca menopause atau pada pria usia lanjut. Ini disebut penyakit osteoporosis primer. Ada juga osteoporisis sekunder, yakni karena penyakit. Misalnya menopause dini, gangguan fungsi hati, ginjal, hematologi, kelainan endokrin, dan saluran pencernaan. Gaya hidup juga dapat menjadi faktor resiko terhadap terjadinya penyakit osteoporosis. Antara lain merokok, banyak mengandung kafein (kopi) dan alkohol, kurang terpapar sinar matahari sehngga mengalami defisiensi vitamin D, dan malas bergerak. Semua ini sebenarnya dapat dihindari.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis

Rokok diketahui sebagai faktor resiko penyakit osteoporosis sejak 20 tahun lalu. Berbagai studi menunjukkan merokok meningkatkan resiko fraktur (patah tulang). Ditemukan bahwa makin lama dan makin banyak seseorang merokok, resiko fraktur menjadi semakin besar. Perokok yang mengalami fraktur, biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Menjadi perokok pasif di usia muda, dapat meningkatkan resiko rendahnya massa tulang. Berhenti merokok akan mengurangi resiko seseorang mengalami massa tulang rendah dan fraktur.

Dampak rokok terhadap kesehatan tulang belum diketahui pasti apakah penurunan massa tulang memang disebabkan oleh rokok, atau oleh faktor resiko lain. Misalnya secara umum tubuh para perokok  cenderung lebih kurus. Berat badan ringan adalah salah satu faktor resiko massa resiko massa tulang rendah. Perokok juga cenderung lebih akrab terhadap alkohol, kurang aktif dan memiliki pola makan yang kurang baik. Dan wanita perokok umumnya memiliki kadar estrogen lenih rendah, dan cenderung lebih cepat mengalami menopause. Namun, beberapa literatur menyebutkan bahwa merokok dapat mengurangi penyerapan kalsium oleh tubuh.

Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan juga meningkatkan resiko penyakit osteoporosis. Tak lain karena kedua jenis minuman ini mengurangi kemampuan tubuh menyerap kalsium dan mengahambat osteoblast (pembentukan tulang). Air seni peminum kafein mengandung lebih banyak kalsium. Ini berarti banyak kalsium yang dibuang dari dalam tubuh sehingga, tentunya tabungan tulang akan menipis.

Pencegahan Osteoporosis

Cara terbaik Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja menghindari semua faktor resiko yang dapat dihindari. Paling tidak meminimalkan. Jika belum bisa berhenti merokok, maka pastikankita dapat mencukupi kebutuhan kalsium harian sesuai usia. Bagi peminum kopi/alkohol, hindari mengonsumsinya bersamaan/berdekatan dengan mengonsumsi makanan berkalsium : beri jarak 1-2 jam. Usahakan berjemur dibawah sinar matahari pagi, cukup 10-15 menit setiap hari. Tidak kalah penting, jangan malas bergerak. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 15-30 menit, 3-5 kali/minggu, terbukti dapat menguatkan tulang.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Disamping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapat memperkecil volume terjadinya serangan penyakit osteoporosis sebagaimana berikut :

1. Konsumsi Kalsium Yang Cukup 
Untuk mencukup kebutuhan kalsium, perlu perhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

2. Berhati-hati Menggunakan Obat
Beberapa jenis obat osteoporosis ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti gout dan beberapa jenis obat anti rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.

Obat antasida yang umum dikenal sebagai obat anti sakit maag dapat menghambat penyerapan kalsium. Penghambatan dipicu oleh magnesium dan alumunium hidroksida yang mampu mengikat kalsium dan mengubahnya menjadi bentukan baru yang sulit diserap. Obat cholesteramine yang lazim digunakan untuk mengikat asam empedu agar terjadi penurunan kolesterol darah juga dapat menurunkan kadar kalsium tubuh akibat pembuangan melalui urine.

3. Batasi Konsumsi Garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium melalui urine. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya. Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet.

4. Cukupi Konsumsi Vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dan sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.

5. Aktif Berolahraga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu, olahraga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang.

6. Bantu Dengan Obat
Jenis obat ini diantaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan tetsosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurunkan jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause.

Pencegahan osteoporosis pada lansia salah satunya adalah dengan meningkatkan asupan vitamin D3 di dalam tubuh. Dengan paparan dari sinar matahari pagi maka sangat baik dalam membantu mencukupi kebutuhan asupan vitamin D. Hal ini akan membantu mengubahnya menjadi vitamin D3. Diketahui bahwa vitamin D3 merupakan salah satu nutrisi yang baik dan sangat penting dalam membantu meningkatkan terjadinya kepadaran massa tulang dan membantu menguatkan tulang. Sehingga hal ini akan membantu mencegah penyakit osteoporosis.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak DiniPenyakit Osteoporosis identik dengan orangtua. Bukan berarti hanya mereka yang berusia > 40 tahun yang perlu waspada terhadap silent disease ini. Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Pertumbuhan tulang yang optimal selama masa anak-anak dan remaja, dapat mencegah resiko penyakit osteoporosis dikemudian hari. Petumbuhan tulang paling optimal, terjadi pada awal masa remaja, yakni sekitar usia 10-14 tahun (anak perempuan) dan 12-16 tahun (anak laki-laki). Sekitar 45% massa tulang dewasa dibentuk pada masa remaja dan terus berjalan hingga usia 30-an. Peak bone mass (puncak massa tulang) terjadi di usia 25-30 tahun.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Penyakit Osteoporosis

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit osteoporosis di usia lanjut. Penyakit Osteoporosis juga disebabkan oleh banyak faktor yaitu :

  • Faktor usia. Wanita yang sudah menopause lebih berpotensi  terserang osteoporosis. Ini disebabkan karena pada wanita menopause produksi hormone estrogen akan berkurang sehingga berakibat pada penurunan fungsi faktor pembentukan tulang.
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama, misalnya obat asma, lupus dan lain sebagainya.
  • Gaya hidup yang kurang sehat, antara lain merokok dan minum-minuman beralkohol.
  • Kurang asupan kalsium
  • Kurang latihan fisik dan aktivitas
  • Haid tidak teratur atau lama tidak haid atau menstruasi
  • Kurang paparan sinar matahari. Cukup paparan sinar matahari selama 30 menit, yaitu sebelum jam 9 pagi dan sesudah jam 4 sore bisa menghindarkan serangan osteoporosis.

Selain akan mengalami perubahan bentuk atau postur tubuh seperti, menjadi lebih pendek atau bongkok, penderita osteoporosis juga akan mengalami keterbatasan gerak. Apalagi jika sudah mengalami patah tulang, pasien perlu bantuan orang lain yang bisa menyebabkan keterbatasan bersosialisasi. Hal ini tentunya juga akan memberikan dampak psikis pada penderitanya, Dengan terbatasnya gerak bisa mengakibatkan stres karena keinginan beraktifitas terhalang.

Selain itu, Penyakit osteoporosis juga akan memberikan dampak secara ekonomi karena penderita osteoporisis harus mnum obat secara teratur dan terus menerus padahal harga obat mahal.

Faktor Resiko Osteoporosis

Tahukah anda bahwa 1 dari 3 wanita post menopause dan 1 dari 5 pria berusia diatas 50 tahun, beresiko terkena osteoporosis, 1 dari 5 orang berusia diatas 60 tahun di Indonesia menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang dan meluasnya kerapuhan tulang. Dampak Osteoporosis adalah kekuatan tulang akan menurun dan resiko patah tulang meningkat.

Penyakit Osteoporosis bukan hanya penyakit penyakit orang tua, faktor-faktor dibawah ini juga mempengaruhi terjadinya osteoporosis :

  • Wanita posmenopause atau menopause dini
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami patah tulang/ retak
  • Menggunakan obat kartikosteroid jangka panjang
  • terlalu kurus atau berat badan rendah
  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Beraktivitas kurang atau berlebihan
  • Mengonsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Memiliki penyakit lain, seperti gagal ginjal, hipotiroid, melabsorpsi

Cara Mengecek Kesehatan Tulang

Untuk mengetahui kondisi tulang, dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni mengukur bone mineral density dan penanda biokimiawi tulang. Kedua pemeriksaan ini berbeda, namun dapat saling melengkapi hingga didapatkan infromasi uang lebih lengkap tentang status tulang.

1. Bone Mineral Density (BMD)
Suatu pemeriksaan yang mengukur densitas/ kepadatan mineral dalam tulang dengan sinar X khusus, CT scan atau ultrasonografi, informasi ini menunjukkan kepadatan tulang saat pemeriksaan dilakukan. BMD tidak dapat memprediksi densitas tulang pada masa yang akan datang.

2. Pemeriksaan Laboratorium: Penanda Biokimia Tulang
Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, mewakili proses reformasi tulang, sehingga memberikan informasi mengenai ketidakseimbangan potensial antara pembentukan dan resorpsi tulang. Resiko tulang patah/ retak berhubungan dengan penurunan nilan BMD, sehingga dibutuhkan kombinasi dengan pemeriksaan penanda tulang yang lebih baik.

Sekitar 99% kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi. Pada masa puber, tulang tumbuh dengan cepat. Konsumsi kalsium di usia myda akan menentukan kekuatan tulang nantinya. Perlu diingat penyerapan kalsium hanya sekitar 30% dari konsumsi kalsium. Penyerapan kalsium maksimal bisa didapat dengan konsumsi 1.200-1.500 mg kalsium/hari. Jika berlebihan hampir semua kelebihannya akan dibuang. Sebaliknya, jika kurang tulang tidak akan menerima cukup kalsium yang dibutuhkan sehingga puncak massa tulang tidak tercapai.

Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini dengan minum susu. Susu adalah sumber kalsium terbaik karena paling mudah diserap oleh tubuh. Konsumsi kalsium harus ditunjang dengan vitamin D dan aktif bergerak. Biarkan anak bermain bersama teman-teman, dan dukung keinginan mereka untuk memiliki kegiatan lain di luar sekolah seperti menari, berlatih bela diri, renang dan lain-lain. Semua itu akan menunjang pertumbuhan dan kepadatan tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Lindungi anak dari osteoporosis sdini mungkin.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini adalah dengan melakukan olahraga yang cukup. Anda bsia memilih jeni olahraga yang bisa membantu meningkatkan massa kepadatan tulang Anda. Dan beberapa jenis olahraga yang dianggap dalam membantu meningkatkan kepadatan tulang adalah berjalan, melakukan lompat tali, berlari serta melakukan berbagai macam hal yang lain dalam bentuk aktivitas fisik yang bersentuhan dengan kaki sebagai cara mencegah osteoporosis sejak dini.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini lainnya adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol dan minuman yang mengandung soda. Anda bisa mendapatkan banyak dari dampak negatif dari jenis minuman ini, bisa menyebabkan terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung dan mengalami obesitas.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia – Penyakit Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikrostruktur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta resiko terjadinya patah tulang. Sementara, kepadatan tulang turun seiring dengan bertambahnya usia, bahkan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Sedangkan pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahununtuk perempuan dan 60 tahun untuk laki-laki.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Puncak massa tulang terjadi sejak umur 20-30 tahun. Artinya pada usia tersebut lebih banyak terjadi kerusakan tulang dibanding dengan pembentukannya. Sedangkan tulang yang berpotensi terkena osteoporosis, yaitu tulang punggung hingga tulang ekor, tulang paha, tulang lengan, tulang pergelangan tangan dan tulang rahang.

Sebagai penyakit silent disease yang baru akan diketahui setelah terjadi patah tulang, osteoporisis disebabkan oleh banyak faktor. Namun sebenarnya osteoporosis bisa dicegah dengan kontrol terhadap faktor resiko kejadian ini, antara lain :

  • Kekurangan protein, baik nabati atau hewani
  • Kurang kalsium
  • Kurang asupan vitamin D. Penelitian menunjukkan, vitamin D atau paparan sinar matahari pada masyarakat Asia kurang
  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebih
  • Berat badan berkurang
  • Gaya hidup, olahraga dan aktivitas fisik kurang, kurang paparan sinar matahari, merokok dan menggunakan obat-obatan tertentu.

Jenis Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis pada lansia terbagi menjadi beberapa jenis seperti dibawah ini :

  1. Penyakit osteoporosis yang terjadi setelah menopause wanita (tipe postmenopause)
    Penyakit osteoporosis seperti ini biasanya menunjukkan gejala seperti terjadinya perubahan pada tulang telakang yang bisa mengakibatkan terjadinya sakit yang sangat parah dan juga menyebabkan terjadinya fraktur tulang. Untuk itu mengapa sangat dibutuhkan juga bagaimana cara yang bisa dilakukan dalam melakukan pencegahan dan untuk mengatasi masalah menopause dini sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya osteoporosis.
  2. Tipe senile atau yang disebut sebagai tipe pikun
    Penyakit osteoporosis untuk jenis ini biasanya banyak muncul pada orang tua yang usianya diatas 75 tahun dan akan mengalami fraktur pada panggul.
  3. Tipe sekunder
    Pada penyakit osteoporosis ini kebanyakan disebabkan oleh terjadinya gangguan endokrin misalnya adalah akibat penyakit diabetes dan hipertiroidisme dan bisa juga diakibatkan karena terjadinya serangan penyakit sistemik misalnya adalah seperti terjadinya penyakit leukemia dan penyakit kronis lainnya. Atau juga bisa diakibatkan karena melakukan terapi yang berbeda, misalnya adalah penggunaan dari obat kortikosteroid atau penggunaan obat anti kejang.
  4. Osteoporosis untuk jenis juvenil idiopatik
    Untuk jenis penyakit osteoporosis ini biasanya disebabkan karena hal yang masih tidak diketahui. Pada anak-anak dan juga dewasa muda dengan kadar dan juga fungsi hormon yang dalam keadaan normal, selain itu kadar vitamin yang normal dan baik serta tidak mempunyai penyebab yang lebih jelas dari penyebab rapuhnya tulang.

Pencegahan Osteoporosis

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit osteoporosis pada lansia adalah :

  1. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan tertaur dan rutin. Selain itu melakukan olahraga dengan baik, benar dan tepat yang bertujuan dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang, serta membantu mengalirkan darah agar lebih lancar lagi menuju ke seluruh tubuh. Membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan menguatkan serta membuat lentur otot dan juga sendi. Karena manfaat dari olahraga sangat baik untuk kesehatan.
  2. Mengatur pola diet dengan sangat baik dan sebaiknya diet sehat dalam membantu mencegah terjadinya penyakit osteoporosis. Yakni adalah dengan menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat dan mengonsumsi banyak sayuran, mengonsumsi susu yang mengandung kalsium tinggi serta lainnya. Ini adalah salah satu bagian yang bisa membantu meningkatkan dan juga mempertahankan massa tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi di dalam tubuh.
  3. Membantu mencegah dan menghindari kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok dan juga menerapkan pola hidup yang baik dan sehat pada semua aktivitas kehidupan yang Anda jalani sehari-hari. Merokok serta mengonsumsi minuman keras yang mengandung alkohol akan berakibat membuat kesehatan menjadi terganggu dan juga akan memberikan pengaruh buruk bagi kepadatan serta kekuatan pada kesehatan tulang.

Untuk mereka yang mengalami penyakit osteoporosis, maka sebaiknya hindari jensi makanan atau minuman yang bisa membuat proses penyerapan kalsium menjadi tergganggu. Misalnya adalah jenis makanan atau minuman yang megandung kafein seperti teh atau kopi atau juga jenis makanan yang bisa membuang kalsium misalnya seperti daging merah. Dan demikian juga hindari kebiasaan merokok dan minuman yang mengandung alkohol.

Selain itu, penggunaan dari beberapa jenis obat-obatan juga bisa membuat penyerapan kalsium mengalami gangguan. Jika memang terpaksa harus minum obat jenis ini, maka sebaiknya asupan kalsium harus ditingkatkan lagi untuk mengimbanginya. Melakukan konsultasi dengan dokter dalam mendapatkan informasi yang lebih lagi mengenai hal tersebut merupakan salah satu hal yang baik.

Penyakit osteoporosis harus diwaspadai karena penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan. Dengan cara memperhatikan asupan makanan yang baik dan cocok untuk penderita penyakit osteoporosis dan juga dengan cara menerapkan gaya hidup yang sehat dan baik, dan sangat dianjurkan sekali untuk penderita bisa menghadapi dan juga menangkal terjadinya penyakit ini sebelum terlambat dan mengalami resiko patah tulang atau pengapuran tulang.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini – Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan kemungkinan terkena osteoporosis, gangguan yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh. Cara paling tepat mengatasinya adalah memaksimalkan kepadatan tulang saat masih muda.

Penyakit Osteoporosis

Umumnya orang mulai mengalami kerapuhan dan kelemahan tulang pada usia 30 sampai 35. Idealnya pencegahan osteoporosis sebaiknya dimulai sejak anak-anak.Tetapi tidak masalah berapapun usia anda kini, anda masih dapat membuat pilihan makanan dan gaya hidup berbeda untuk menjaga tulang tetap kuat.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Orang dewasa perlu makan makanan yang kaya kalsium untuk mencegah osteoporosis. Makanan yang kaya kalsium adalah susu, yoghurt, keju, ikan salmon, dan brokoli. Satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.

Kalau anda beresiko terkena osteoporosis, dokter akan memberikan tablet kalsium. Namun kalsium bisa berbahaya  pada kondisi tertentu. Karena itu tanyakan pada dokter sebelum minum suplemen kalsium dosis tinggi. Suplemen kalsium dianjurkan bagi mereka yang tidak kuat dengan laktosa dan bagi mereka yang tidak rutin menginsumsi tiga atau lebih makanan yang mengandung kalsium sehari-hari yang dibutuhkan untuk membantu menyimpan kalsium dalam tulang. Kebutuhan ini dapat tercukupi dari minum susu. Vitamin D yang murah dan gratis adalah sinar matahari, karena tubuh membuat vitamin D ketika sinar ultraviolet menyentuh kulit. Rajin berjalan kaki, berdansa, senam, atau joging.

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit osteoporosis kebanyakan menyerang wanita yang mengalami menopause. Menopause Wanita biasanya akan terjadi pada wanita menjelang usia 40-50 tahun. Dan hal ini secara dramatis akan menyebabkan terjadinya proses pengeroposan tulang. Hal itulah yang pada akhirnya menyebabkan penyakit osteoporosis pada wanita angkanya lebih tinggi dibandingkan oleh pria. Penyakit osteoporosis pada wanita yang terjadi disaat tubuh mengalami kehilangan massa tulang lebih cepat dibandingkan dari proses pembentukan tulang yang baru. Dan seiring dengan waktu berjalan, ketidakseimbangan yang terjadi antara kerusakan pada tulang dan pembentukan tulang baru akan mengakibatkan massa tulang menjadi semakin berkurang, sehingga patah tulang akan lebih mudah terjadi.

Sekitar 40 peresn wanita dan sekitar 25 persen pria yang usianya berada diatas 50 tahun mengalami patah tulang yang diakibatkan oleh penyakit osteoporosis pada lansia di sisa hidup mereka. Dan sekitar lebih dari 2 juga fraktur atau masalah patah tulang yang terjadi pada negara Amerika Serikat dalam setiap tahunnya dan penyakit osteoporosis ini bsia mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan dengan lebih serius lagi.

Mereka yang mengalami penyakit osteoporosis membutuhkan latihan dan mendapatkan asupan kalsium serta vitamin D yang tinggi dalam membantu cara mencegah osteoporosis sejak dini agar bisa membantu menjaga kesehatan tulang supaya tetap kuat. Pada penderita penyakit osteoporosis kemungkinan juga diharuskan mengonsumsi obat dalam membantu menyembuhkan penyakit osteoporosis yang dialaminya.

Hormon di dalam tubuh juga berperan penting dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Karena jumlah yang terlalu banyak atau juga jumlah yang terlalu sedikit hormonnya akan membuat tubuh berkontribusi dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Khusus untuk wanita selama dan juga setelah mengalami menopause, baisanya ovarium akan memproduksi hormon estrogen jauh lebih sedikit. Dan hilangnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh juga bisa terjadi akibat tindakan operasi dari pengangkat sel indung telur atau juga akaibat dari melakukan cara diet cepat dan olahraga yang berlebihan. Padahal hormon estrogen berperan aktif dalam membantu melindungi dan menjaga kesehatan tulang sebagai salah satu cara mencegah osteoporosis sejak dini. Pada pria yang memproduksi hormon testosteron yang jumlahnya kurang dan hormon estrogen yang diproduksi dengan jumlah kecil pada pria dengan seiring usia yang semakin bertambah.

Pada penurunan hormon yang terjadi ini akan mengakibatkan terjadinya massa tulang menjadi menurun dan bisa berujung pada terjadinya penyakit osteoporosis. Ketidakseimbangan pada hormon lainnya juga akan mengakibatkan terjadinya resiko penyakit osteoporosis misalnya adalah kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif, penyakit diabetes, dan hiperprolaktinemia, dimana kelenjar hipofisisi akan memproduksi berlebihan hormon prolaktin.

Gangguan yang terjadi pada makan, terutama adalah untuk kasus gangugan anoreksia nervosa hal-hal yang seperti ini juga akan beresiko menyebabkan terjadinya penyakit osteoporosis. Pengeroposan tulang biasanya juga terjadi sebagian akibat dari gizi buruk, dan pada wanita disebabkan oleh karena fungsi dari ovarium yang mulai berhenti berfungsi secara normal dalam memperoduksi hormon estrogen dengan jumlah yang sedikit.

Cara Mencegah Osteoporosis

Cara mencegah osteoporosis sejak dini bukan hanya mengonsumsi kalsium saja. Namun juga mengonsumsi kalium. Kalium sitrat yang jumlahnya diseiimbangkan dengan suplemen atau vitamin D dan juga kalsium adalah salah satu jalan alternatif yang sangat baik dan murah, dan selain itu juga sangat baik dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang dan membantu meningkatkan mikro-arsitektur dari tulang pada lansia yang sehat dengan jumlah massa tulang yang normal.

Banyak penelitian yang dilakukan juga menyimpulkan hal yang sama. Mereka menyimpulkan bahwa kalium sitrat bisa memberikan potensi baik dalam membantu meningkatkan kesehatan tulang manusia. Dan temuan yang sudah terbukti ini menunjukkan bahwa kalium sitrat bisa muncul dalam membantu menetralkan kelebihan dari asam yang ada di dalam tubuh serta membantu meningkatkan keseimbangan dari kalsium di dalam tubuh.

Itulah informasi mengenai penyakit osteoporosis dan cara mencegah osteoporosis pada lansia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita – Proses penuaan adalah proses yang alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Sebagai dampak dari proses penuaan ini adalah Osteoporosis (pengapuran tulang) sebagai akibat gangguan metabolisme kalsium.

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kelainan mikroarsitektur, yang berakibat meningkatnya kerapuhan tulang. Osteoporosis banyak ditemukan pada usia lanjut. Dua sel yang sangat penting  dalam proses ini adalah osteoblast yang berfungsi dalam pembentukan tulan dan osteoklast yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang.

Proses pembentukan dan resorpsi ini terjadi seumur hidup. Pada usia mulai 40 tahun massa tulang akan mulai berkurang sebagai akibat dari mulai berkurangnya fungsi osteoblast. Penurunan massa tulang inilah yang menyebabkan osteoporosis pada lansia. Massa tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium karena 98% dari kalsium yang tersimpan dalam tulang. Kalsium yang berperan disini adalah kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon, yaitu : hormon paratiroid, 1,25 dihidroksi vitamin D, dan kalsitonin.

Hormon paratiroid berperan dalam proses resorpsi tulang dengan mengaktifkan osteoklast dan akan mengakibatkan meningkatnya kadar kalsium dalam darah. 1,25 dihidroksi vitamin D akan merangsang osteoblast baru kemudian merangsang osteoklast. Sedangkan kalsitonin berperan sebagai pencegah osteoklast. Dari penelitian juga diketahui bahwa hormon estrogen berperan dalam penekanan proses resorpsi tulang.

Akibat dari osteroporosis maka orang akan mudah mengalami fraktur spontan atau patah tulang spontan. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami pengentian siklus haid (amenorrhea). Osteoporosis Pada Wanita bisa mengalami kerapuhan tulang karena mereka memiliki tingkat estrogen yang lebih rendah, suatu hormon yang membantu menyimpan kalsium. Dan masalah di perparah dengan diet yang tidak cukup nurtisi terutama kalsium.

Cara mencegah Osteoporosis Pada Wanita

Hal-hal yang bisa membantu mencegah penyakit osteoporosis pada wanita adalah :

  1. Mengontrol atau mengendalikan berat badan
    Karena salah satu penyebab dari terjadinya osteoporosis adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi, sebaiknya Anda harus menjaga berat badan dengan baik dan juga mengendalikannya sehingga Anda mendapatkan berat badan yang ideal. Hal ini akan membantu agar tulang Anda tidak terlalu berada pada dibawah tekanan.
  2. Mengonsumsi kalsium dengan jumlah yang cukup
    Penyakit osteoporosis bisa disebabkan akibat kurangnya mengonsumsi kalsium di dalam tubuh. Karena biasanya wanita mempunyai kecenderungan di dalam tubuh mereka dengan lebih mudah, maka mereka harus mempunyai proporsi yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang mengandung kalsium tinggi misalnya adalah seperti susu, bayam, brokoli, serta makanan laut dan yang lainnya.
  3. Jangan mengabaikan nyeri pada tubuh
    Pada setiap munculnya nyeri dibagian tubuh yang terjadi dengan terus menerus, apalagi untuk kasus penyakit nyeri sendi, maka hal ini akan memicu dari terjadinya penyakit osteoporosis. Dan sebaiknya jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan tes mengenai kesehatan tulang Anda.
  4. Jangan melakukan diet ketat
    Untuk diet menurunkan berat badan yang dilakukan dengan ekstra adalah salah satu cara yang kurang baik untuk kesehatan. Sebaiknya Anda jangan melakukan hal ini karena hanya akan membuat tubuh Anda mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting di dalam tubuh misalnya adalah seperti kalsium.
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur dalam membantu menjaga kesehatan tulang agar tetap dalam keadaan fleksibel. Dan segala sesuatu yang biasanya tidak digunakan selama dalam waktu yang lama maka akan membuat terjadinya karatan. Selain itu, hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  6. Konsumsi suplemen mengandung kalsium setelah mengalami menopause
    Sebaiknya Anda segera mengonsumsi suplemen kalsium setelah Anda mengalami menopause. Kandungan hormon estrogen yang bisa membantu dalam melindungi dan menjaga kesehatan tulang Anda biasanya akan berkurang jumlahnya sebagian besar. Jadi sebaiknya Anda memulai untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium dengan segera setelah Anda mengalami berhentinya menstruasi.
  7. Berjemur dibawah sinar matahari
    Tanpa adanya asupan vitamin D, maka tubuh Anda tidak akan bisa memproduksi penyerapan kalsium. Dan selain itu juga vitamin D yang dihasilkan di dalam tubuh Anda disaat Anda sedang mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat untuk kesehatan tubuh kita.

Penegakkan diagnosis pada penyakit osteoporosis adalah lewat Tes Kepadatan Tulang  yang biasanya dilakukan dengan cara menggunakan pemindaian dari DEXA. Tes ini biasanya bisa membantu dalam menentukan apakah Anda mengalami penyakit osteoporosis pada wanita yang bisa membantu mengukur kepadatan dari mineral tulang atau juga menunjukkan kekuatan tulang pada bagian panggul dan bagian tulang belakang.

Tes Penyakit Osteoporosis

Mereka yang harus melakukan tes ini adalah :

  1. Mereka yang mengalami menopause dini yang terjadi sebelum usianya memasuki 45 tahun.
  2. Mereka yang sebelumnya pernah mengalami patah tulang akibat jautuh
  3. Adanya riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit osteoporosis
  4. Mengalami kekurangan berat badan atau kurus
  5. Kondisi tubuh yang kurang sehat akibat mengalami sakit yang terjadi secara berkepanjangan.
  6. Wanita yang mengalami kondisi berhubungan dengan penyakit osteoporosis misalnya adalah seperti penyakit arthritis reutmatoid
  7. Penggunaan dari obat jenis kortikosteroid atau juga dalam melakukan pengobatan tiroid dalam waktu yang lama.

Osteoporosis Pada Wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Osteoporosis

Osteoporosis – Tulang terdiri dari mineral dalam hal ini kalsium memegang persentase terbanyak, diikuti magnesium dan phosporus. Disamping itu juga ada komposisi lain seperti air dan jaringan ikat sehingga tulang menjadi keras dan padat. Ikut berperan pula beberapa hormon dalam tubuh seperti parathyroid, kalsitonin, dan estrogen serta vitamin D.

Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Proses pembentukan tulang sudah dimulai sejak kita masih didalam kandungan ibu kita. Pada janin berusia 3-4 minggu, sel-sel untuk cikal bakal pembentukan tulang sudah mulai terbentuk. Proses pembentukan tulang atau bone remodelling cycle berlangsung seumur hidup kita. Hanya saja semakin bertambah umur kita tentunya kemampuan tubuh kita semakin menurun, jadi sebaiknya waktu yang tepat untuk mulai menabung kalsium ke dalam tulang sehingga terhindar dari penyakit osteoporosis adalah sedini mungkin bahkan sejak kita masih dalam kandungan sampai sebelum usia 35 tahun.

Dengan terapi dan pola hidup yang baik dan benar, tingkat keparahan penyakit tersebut dapat berkurang serta tidak tertutup kemungkinan akan kembali normal lagi (sembuh bila masih dalam taraf Ostopenia ataupun Osteoporosis awal).

Hal ini dapat terjadi bila seseorang menderita penyakit osteoporosis. Osteoporosis adalah tulang mudah patah (bahkan dengan hanya berpelukan atau berjabat tangan saja), tubuh dapat membungkuk bongkok sampai pada cacat seumur hidup. Celakanya adalah bahwa penyakit osteoporosis terkenal dengan gejalanya yang hampir tidak terdeteksi di awal (silent disease thief in the night) sehingga jika seseorang terdeteksi menderita penyakit ini biasanya stadiumnya sudah tinggi.

Ditambah pula oleh kenyataan bahwa perokok di Indonesia menempati peringkat nomor 2 di dunia. Rokok merupakan salah satu faktor penyebab penyakit osteoporosis disamping obat-obatan, genetik, alkohol, kopi, dll. Disamping kurangnya asupan yang mengandung kalsium dalam menu makan kita sehari-hari. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup sehat, jadi mulailah mengonsumsi kalsium secara rutin sesuai dengan anjuran dan kebutuhan untuk membentuk tulang yang kuat dan sehat sepanjang hidup kita.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Dibawah ini adalah tips mencegah osteoporosis :

  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kaya serat, rendah lemak dan tinggi kalsium.
  2. Konsumsi kalsium yang dianjurkan adalah 1000-1500 mg/ hari dan 400-800 IU/ hari untuk vitamin D. Sumber makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D adalah susu, kedelai, ikan laut, jus jeruk, brokoli, kuning telur, yoghurt, dan sayuran berwarna hijau.
  3. Kurangi makanan yang banyak mengandung sodium, garam, daging merah, dan makanan yang diasinkan. Karena makanan tersebut bisa mengakibatkan penyakit osteoporosis dan penyakit jantung.
  4. Rajinlah berolahraga sepert jalan kaki, jogging, bersepeda atau aerobik.
  5. Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat mengeluarkan kalsium. Softdrink/minuman ringan dapat menghambat penyerapan kalsium.
  6. Hindari minuman beralkohol dan rokok karena dapat menyerap cadangan kalsium di dalam tubuh

Pencegahan penyakit osteoporosis yang bisa dilakukan adalah

  1. Melakukan latihan fisik yang bisa membantu membentuk massa tulang dengan cara mengangkat beban secara rutin. Hal ini bisa dilakukan paling tidak 3 kali dalam seminggu, namun cara mencegah penyakit osteoporosis yang paling penting adalah latihan yang tidak akan membuat tulang mengalami cedera yang bisa membuat tulang menjadi lemah. Untuk pasien yang memang belum pernah melakukan layihan beban atau juga sedang mengalami masalah gangguan kesehatan, maka sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
  2. Diet sehat dengan mengonsumsi asupan kalsium yang baik, mencukupi kebutuhan vitamin D serta kandungan fosfor yang baik lewat makanan dan juga lewat suplemen. Orang dewasa yang usianya berada dibawah 50 tahun dan memerlukan asupan sekitar 1.000 mg kalsium dalam setiap harinya. Sedangkan orang dewasa yang usianya berada diatas 50 tahun membutuhkan asupan kalsium yang jumlahnya lebih dari 1.200 mg dalam setiap harinya.

Mengapa vitamin D sangat dibutuhkan oleh tubuh? Karena vitamin D bisa berperan aktif dalam menyerap kalsium di dalam tubuh. Vitamin D yang didapatkan dari kulit dan juga dari paparan sinar matahari atua juga bisa didapatkan dari makanan. Orang dewasa yang usianya berada di bawah 50 tahun juga membutuhkan sekitar 400-800 IU vitamin D untuk setiap harinya dan sementara orang dewasa yang usianya diatas 50 tahun membutuhkan sekitar 800-1000 IU dalam setiap harinya. Jika Anda mendapatkan kesulitan dalam mendapatkan asupan kalsium dan juga vitamin D yang cukup yang sangat dibutuhkan atau diperlukan dari dalam makanan, maka Anda bisa mendapatkannya dari dalam suplemen.

Obat Osteoporosis

Hingga saat ini masih belum ada obat osteoporosis yang bisa membantu menyembuhkan penyakit osteoporosis secara tuntas, namun perawatan yang tersedia bisa membantu dalam mencegah terjadinya pengeroposan tulang dan mencegah terjadinya fraktur tulang serta dengan manfaat dalam meningkatkan kekuatan tulang di dalam tubuh. Hal ini bisa membantu mengurangi resiko pada patah tulang dengan lebih signifikan lagi. Mengonsumsi obat, melakukan olaharaga secara teratur dan juga mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, semuanya bisa berperan penting dalam proses pengobatan osteoporosis.

Saat ini untuk sebagian besar jenis obat osteoporosis atau pengapuran tulang yang digunakan dan disetujui sebagai salah satu bahan antiresoptif karena bisa membantu menghentikan terjadinya resorpsi atau penipisan dan juga pengeroposan pada mineral tulang yang ada di dalam tulang. Obat yang bisa membantu merangsang terjadinya proses pembentukan tulang juga disediakan dalam membantu memutuskan pengobatan yang paling baik untuk Anda.

Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit osteoporosis pada tulang adalah berkurangnya kepadatan tulang yang prgresif sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulan menjadi kurang padat dan rapuh sehingga terjadilah osteoporosis.

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Penyakit Osteoporosis

Sekitar 80% penderita penyakit osteroporosis pada tulang adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian sikluas menstruasi (amenorrhea). Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan resiko terkena osteoporosis . Dengan begitu dapat dikatakan bahwa osteoporosis ini adalah penyakit khusus perempuan meskipun beberapa laki-laki, khususnya yang sudah berusia lanjut, juga mempunyai resiko yang sama. Namun, sekali lagi volume laki-laki lebih kecil daripada perempuan. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang kemudian menyebabkan perbedaan antara keduanya dalam serangan atau resiko osteoporosis.

Penyakit Osteroporosis pada tulang bukan hanya sekedar penyakit yang dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, tetapi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan berkurangnya jumlah jaringan tulang dan tidak normalnya struktur atau bentuk mikroskopik tualng. Kualitas dan kuantitas tulang yang tidak normal membuat tulang tersebut lemah dan mudah patah, bahkan ketika mengalami trauma ringan.

Penyakit Osteoporosis pada tulang dapat ditandai dengan kegagalan fungsi tulang yang serupa dengan proses perkembangan penyakit gagal jantung setelah bertahun-tahun menderita tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Tidak ada bukti yang terdokumentasi yang menyatakan bahwa keropos tulang atau berkurangnya jaringan tulang yang kemudian disertai kejadian patah tulang berkaitan dengan rasa sakit atau gejala-gejala lainnya.

Gejala Osteoporosis

Meskipun banyak kalangan yang mengatakan bahwa penyakit osteoporosis pada tulang timbul tanpa gejala, tetapi setidaknya ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan sebagai gejala yang bisa kita kenal. Ini berkenaan langsung dengann kondisi fisik penderita dimana hal ini bisa langsung kita lihat dengan mudah.

  1. Tinggi badan berkurang
    Tinggi manusia akan mencapai puncaknya pada usia sekitar 18 tahun. Dari hari ke hari diskus intervertebralis  atau bantal diantara ruas tulang belakang akan mengalami penekanan selama kita bekerja, berjalan, dan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya. Ketika kita bangun tidur, badan akan sedikit lebih tinggi setelah melakukan aktivitas pada malam hari ketika tidur. Diskus tersebut akan melar lagi dan kembali ke tinggi semula.
    Penyebab penurunan tinggi badan ini adalah fraktur tulang belakang atau vertebra yang umumnya tanpa keluhan, tetapi tubuh semakin pendek dan membungkuk. Bila terdapat penurunan tinggi badan sebanyak dua senti dalam tiga tahun terakhir , hal itu menandakan adanya fraktur tulang belakang yang baru.
  2. Bentuk dan Tubuh berubah
    Tubuh membungkuk biasanya terjadi akibat kerusakan beberapa ruas tulang belakang dari daerah dada (thoracal) dan pinggang (lumbal). Osteoporosis pada tulang belakang menimbulkan fraktur kompresi atau kolaps tulang dan menyebabkan badan membungkuk. Kiposis yang berat bisa mengakibatkan gangguan pergerakan otot pernapasan. Kita bisa merasakan sesak napas dan terkadang timbul komplikasi pada paru-paru.
  3. Tulang rapuh dan Patah 
    Tulang yang rapuh dan patah dinamakan fragily fracture. Pada kondisi ini bisa trejadi patah tulang meskipun tidak harus timbul karena trauma yang hebat melainkan dengan hanya terjatuh biasa ringan, mengangkat, mendorong sesuatu, atau akibat trauma lainnya.
    Selain pada tulang belakang, fraktur sering pula menimpa tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahkan panggul. Fraktur multipel dibeberapa tempat juga sering terjadi. Fraktur yang terjadi mendadak atau akut akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat dimana terkadang sampai memerlukan obat penekan nyeri yang kuat sampai pada golongan narkotika.
    Fraktur yang kronis sampai harus menjalani tirah baring yang lama dan ini akan menganggu peredaran darah. Selain itu, yang demikian juga sering menimbulkan bahaya infeksi dan komplikasi pada jantung serta saluran napas. Kesulitan perawatan pada orangtua, ditambah dengan beberapa penyakit kronis yang lain menyertai seperti diabetes, stroke, atau sakit jantung, akan memperburuk keadaan dan bisa fatal akibatnya.

Penyebab Osteoporosis

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terhadap terjadinya penyakit osteoporosis pada tulang :

  1. Merokok dan minuman beralkohol
  2. Faktor genetis. Bila dalam satu keluarga terdapat riwayat osteoporosis, kemungkinan anggota keluarga yang lain menderita osteoprosis sekitar 60-80%
  3. Jenis kelamin. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah perempuan
  4. Masalah kesehatan kronis. Penderita asma yang menggunakan obat-obatan jenis kortikosteroid beresiko mengalami osteoporosis. Resiko terkena osteoporosis juga meningkat pada penderita diabetes, hipertiroidisme, dan penyakit
  5. Kekurangan hormon. Pada perempuan, kejadian menopause yang menyebabkan berkurangnya hormon estrogen bisa menyebabkan osteoporosis.
  6. Kurang olahraga
  7. Kurang kalsium
  8. Indeks massa tulang yang rendah
  9. berat badan kurang
  10. Lanjut usia
  11. Periode menstruasi yang abnormal
  12. Anorexia Nervosa (gangguan makan)

Selain sebab-sebab diatas, ada beberapa faktor resiko lain lagi yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis, yaitu :

  1. Wanita berusia diatas 30 tahun
  2. Tidak minum susu dan produk susu
  3. Lebih sering mengonsumsi makanan siap saji
  4. Diet protein tinggi
  5. Minum kopi
  6. Cola dan minuman berkarbonat
  7. Tirah baring lama dan berada di ruang hampa

Cara mencegah penyakit osteoporosis pada tulang yang baik adalah sejak dini dengan memiliki densitas dari mineral tulang yang sangat baik disaat sedang usia puncak dari pertumbuhan tulang yakni usia 15-25 tahun. Dan cara yang bisa membantu dalam mencapai densitas tulang dengan baik adalah dengan menabung kalsium dari dalam makanan dan minuman misalnya adalah seperti susu, keju, yogurt serta yang lainnya. Dan selain itu juga bisa dilakukan dengan melakukan olahraga secara teratur.

Penyakit Osteoporosis Pada Tulang

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | 1 Comment