Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada wanita  – Penyakit Osteoporosis atau yang lebih dikenal dengan istilah pengeroposan tulang, merupakan salah satu masalah kesehatan yang disebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen. Jika tidak secara dini diantisipasi, maka setelah 5 sampai dengan 10 tahun masa menopause banyak wanita akan mengalami pengeroposan tulang.

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis

Secara ilmiah penyakit osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang yang ditandai dengan hilangnya kepadatan tulang sehingga tulang mudah patah serta tidak tahan dengan benturan ringan. Sebenarnya penyakit osteoporosis tidak hanya menimpa kaum wanita saja, pria pun dapat mengalami penyusutan kepadatan tulang setelah mencapai usia tua. Akan tetapi wanita mempunyai peluang lebih besar dibanding pria, karena penyusutan tulang sangat banyak dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Proses menuju menopause terjadi ketika fungsi indung telur mengalami penurunan dalam memproduksi hormon. Pada saat mulai terjadi penurunan fungsi ini gejala-gejala menopause mungkin muai terasa meskipun menstruasi tetap datang. Saat mulaui nampak ada perubahan pada haid,misalnya menjadi lebih singkat atau lebih memanjang, atau banyaknya darah haid yang keluar tidak konsisten lagi dari bulan ke bulan.

Penyakit Osteoporosis pada Wanita

Pada saat ini sebaiknya wanita lebih banyak mengonsumsi vitamin-vitamin dan zat kapur (kalsium) sebagai suplemen (tambahan) dan penyangga karena penurunan produksi hormon estrogen akan diikuti dengan meningkatnya kalsium yang terbuang dari tubuh seorang perempuan. Banyak wanita setelah menopause akan mengalami kerapuhan tulang. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan dan kekurangan salah satu zat gizi terutama kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang.

Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk membentuk puncak massa tulang yang optimal pada usia muda, dan mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita  di kemudian hari. Paparan sinar matahari selama 10 menit setiap hari dapat menstimulus vitamin D menjadi bentuk aktif yang dapat membantu memineralisasi tulang.

Kalsium merupakan mineral terpeting untuk membentuk tulang, sedangkan vitamin D penting untuk membantu penyerapan kalsium di dalam tulang, batas kafein kopi dan teh serta garam. Berhati-hatilah terhadap obat steroid, diuretik, atau antikonvulsan. Para lanjut usia sebaiknya meningkatkan konsumsi kalsium.

Sumber kalsium adalah roti, buah, sayur, daging, ikan, telur, susu, keju, dan yoghurt. Pengetahuan tentang nutrisi bagi masyarakat ternyata sangat penting. Banyak produk yang ditawarkan kepada konsumen dan meningkatkan kepada kita bahwa kebutuhan kalsium tubuh rata-rata perhari adalah 1000-1200 mg. Padahal jika kebutuhan tubuh akan kalsium telah terpenuhi dari makanan , maka buat apa mengonsumsi kalsium tambahan lagi. Toh akhirnya kelebihan kalsium tersebut akan dibuang percuma. Proses pembuangan kelebihan kalsium tersebut akan membebani ginjal untuk bekerja lebih keras yang tentu saja bisa mngekibatkan gangguan pada fungsi ginjal.

Untuk mengatasi gangguan Gejala Osteoporosis Pada wanita pada usia lanjut, dapat dicoba dengan mengonsumsi susu segar 200 ml dicampur dengan lada 10 butir, rimpang jahe merah 5 ruas, dan kayu manis 10 gr. Susu segar direbus hingga mendidih. Setelah mendidih masukan lada, jahe merah dan kayu manis, lalu aduk hingga mendidih sekali lagi. Setelah dingin minum sekaligus, sehari sekali. Bila harga susu melambung tinggi, ada alternatif mencegah Gejala Osteoporosis Pada wanita tanpa harus membeli susu berkalsium yang harganya mungkin sudah tidak terjangkau. Salah satu caranya adalah mengonsumsi tempe. Selain lebih murah juga lebih mudah untuk mendapatkannya.

Mengonsumsi tempe secara teratur dapat mencegah  penyakit osteoporosis. Hal itu disebabkan tingginya kandungan kalsium yang terdapat dalam tempe. Mengonsumsi sayuran hijau dan ikan juga sangat dianjurkan, terutama ikan laut.
Lebih baik lagi ikan teri karena dikonsumsi dengan tulangnya.

Cara Mencegah Osteoporosis

Hal lain yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit osteoporosis adalah :

  1. Sebaiknya jangan mengabaikan jika Anda mengalami nyeri tulangPenyakit osteoporos disebabkan karena penurunan pada massa tulang. Hal ini akan membuat tulang dengan lebih mudah hancur atau mengalami pengeroposan. Hal ini biasanya akan membuat nyeri tulang yang terjadi disekitar tubuh dan juga kelainan bentuk pada tulang. Oleh seba itulah, jika Anda merasakan ada sesuatu hal yang aneh pada tulang dibagian tubuh Anda misalnya adalah seperti rasa nyeri, maka sebaiknya mengunjungi dokter.
  2. Jangan lakukan cara diet cepat dengan terlalu ekstrim
    Cara menurunkan berat badan yang dilakukan dengan diet ekstrim adalah salah satu hal yang paling buruk yang Anda lakukan. Mengapa demikian? Karena diet ekstrim akan memberikan resiko besar bagi tubuh dalam mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh kita, dan salah satunya adalah kalsium.
  3. Olahraga secara teratur
    Melakukan olahraga secara teratur atau dilakukan secara rutin akan membantu menjaga kesehatan tulang Anda secara alami. Ibaratnya adalah pisau yang tidak pernah diasah pasti lama kelamaan akan menjadi tumpul. Dan hal ini juga akan berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  4. Mengonsumsi suplemen kalsium selema masa setelah menopase
    Setelah Anda mengalami masa menipause, maka hormon estrogen dalam tubuh Anda akan mengalami penurunan sebagian besar jumlahnya. Oleh karena itulah, untuk wanita sebaiknya minumlah suplemen kalsium dengan segera setelah mengalami menstruasi berhenti.
  5. Memenuhi kebutuhan vitamin D
    Tanpa kandungan vitamin D didalam tubuh Anda maka tidak akan bisa membantu untuk memproses kalsium. Oleh sebab itulah, penuhi kebutuhan asupan vitamin D setiap hari.

Gejala Osteoporosis Pada wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis – Penyakit Osteoporosis datang bukan tanpa sebab. Penyebab Penyakit Osteoporosis yang utama adalah semakin berkurangnya kalsium dalam tulang. Selain itu, kurang terpapar sinar matahari pagi dan aktivitas fisik yang kurang optimal pun dapat menjadi penyumbang seseorang menjadi menderita keropos tulang. Pada usia senja, meskipun massa tulang tidak bisa senormal dulu, tetap harus bergerak setiap hari. Asupan natrium , kafein, nikotin, protein, alkohol, makanan tinggi garam, dan gula yang berlebihan pada waktu lama, juga dapat menjadi penyumbang munculnya penyakit tersebut. Faktor genetika juga berpengaruh besar. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang kehilangan kalsium atau kapur, lebih cepat dibanding kemampuanya untuk mengisi kembali. Hal ini mengakibatkan struktur tulang belakang berubah karena tidak mampu lagi menahan atau menanggung beban.

Jenis Penyakit Osteoporosis

Ada 2 macam osteoporosis, yaitu primer dan sekunder. Pada osteoporosis primer terdapat 2 jenis, yaitu tipe I (Post-Menopausal) dan tipe II (Senile). Selain kategori tersebut, terdapat satu kategori lain (juvenile idiopathic), osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis

1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer bisa terjadi pada tiap kelompok umur. Jenis osteoporosis ini faktor pemicunya adalah merokok, aktivitas, pubertas tertunda, berat badan rendah, alkohol, ras kulit putih/asia, riwayat keluarga, postur tubuh, dan asupan kalsium rendah

a. Tipe I

Ini terjadi pada 15-20 tahun setelah menopause. Hal ini ditandai dengan fraktur tulang belakang tipe crush, colles’ fracture dan berkurangnya gigi geligi. Hal ini disebabkan oleh luasnya jaringan trabekular pada tempat tersebut dimana jaringan trabekular lebih responsif terhadap defisiensi estrogen.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa osteoporosis terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita) yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya, gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis ini. Wanita kulit putih dan daerah timur lebih mempunyai resiko untuk menderita penyakit ini dari pada wanita kulit hitam

b. Tipe II (Senile)

Terjadi pada pria dan wanita usia e” 70 tahun. Ditandai dengan fraktur panggul dan tulang belakang tipe wedge. Hilangnya massa tulang kortikal terbesar terjadi pada usia tersebut. Diakibatkan oleh kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang baru. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan dua kali lebih sering menyerang wanita.

2. Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis ini dapat terjadi pada setiap kelompok umur. Penyebab Penyakit Osteoporosis meliputi ekses kortikosklerosis, hipertirodisme, multiple mieloma, malnutrisi, defisiensi estrogen, hiperparatiroidisme, faktor genetis, dan obat-obatan. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormon (terutama tiroid, para tiroid, dan adrenal) dan obat-obatan (kortikosteroid, barbiturate dan anti kejang). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok pun bisa memperburuk keadaan ini.

3. Osteoporosis Juvenile Idiopathic

Jenis osteoporosis ini Penyebab Penyakit Osteoporosis tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon normal, kadar vitamin normal dan tidak memiliki Penyebab Penyakit Osteoporosis yang jelas dari rapuhnya tulang.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis dijuluki juga sebagai silent disease, karena menyerang secara diam-diam, tanpa tanda-tanda khusus. Kedatangannya memang perlahan dan sangat tidak disadari. Ia datang tanpa sinyal pemberitahuan. Seperti layaknya bagian tubuh yang lain, tulang juga membutuhkan perhatian. Tulang merupakan penyangga tubuh, pendukung otot, dan pelindung organ-organ vital tubuh. Ketika memasuki usia 30 tahun, tulang berada dalam keadaan yang paling padat. Kondisi ini disebut sebagai puncak pembentukan massa tulang atau peak bone mass.

Pada umumnya setelah usia 30 tahun, massa tulang akan terus menurun, terutama pada wanita, karena wanita lebih rentan menderita osteoporosis dibandingkan laki-laki. Satu dari tiga wanita berusia 50 tahun beresiko tinggi mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Osteoporosis tidak hanya terjadi pada orang usia lanjut, anak-anak dan remaja juga bisa terkena pengeroposan tulang.
Untuk mencegah tulang rapuh, sebaiknya sejak balita sampai umur pertengahan, berikan gizi yang baik sesuai dengan keperluan tubuh.

Osteoporosis Pada Wanita Menopause

Pada usia 45 tahun pasca menopause wanita , umumnya produktivitas hormon estrogen pada tubuh wanita mulai berkurang . Padahal hormon tersebut merupakan salah satu hormon yang berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang. Keadaan yang demikian menyebabkan keluhan klinis seperti haid tidak teratur, gejolak panas, banyak berkeringat, susah tidur, gelisah, pelupa, pemarah, serta detak jantung berdebar yang pada gilirannya menurunkan kualitas karena massa tulang yang menurun yang mempercepat pengeroposan tulang.

Wanita yang akan atau sudah memasuki masa menopause, sebaiknya mengonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan yang terbuat dari padi-padian. Hindari lemak jenuh yang umumnya ditemukan pada daging dan produk susu, juga minyak yang mengalami proses hidrogenisasi pada makanan cepat saji atau makanan dalam bungkusan. Bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause sebaiknya mencoba berbagai macam pilihan sumber protein lainnya selain daging, seperti : kacang kedelai, polong-polongan, produk susu rendah lemak. Konsumsilah 2-3 porsi makanan berkalsium tinggi setiap kali makan untuk menjaga kesehatan tulang anda.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , | Leave a comment

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis – Osteoporosis atau lebih di kenal silent disease dalam dunia kedokteran karena kehilangan tulang yang terjadi tanpa gejala. Orang mungkin tidak mengetahui bahwa mereka telah terjadi sampai tulang mereka menjadi begitu lemah. Jatuh juga dapat menyebabkan patah tulang pinggul atau tulang belakang runtuh.

Osteoporosis yang paling di kenal oleh masyarakat umum  sebagai penyakit tulang keropos. Penyakit tulang keropos adalah kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit Osteoporosis menyerang secara diam-diam dan dengan gejala yang minimal. Bahaya osteoporosis yang paling mengancam adalah patah tulang yang sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan tulang pergelangan tangan.

Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Waspadailah jika anda sudah merasakan gejala-gejala seperti adanya perubahan susunan tulang, tulang akan mudah patah apabila terjadi benturan atau patah tulang spontan, tinggi badan berkurang dan kelainan bentuk tulang belakang ( biasanya bengkok ). Gaya hidup sehat merupakan cara untuk mencegah osteoporosis dengan cara menghentikan merokok, emmbatasi pemasukan minuman yang berkafein dan beralkohol, mengkonsumsi diet yang seimbang dengan kalsium dan vitamin D yang cukup, dan juga melakukan olahraga secara teratur.

Olahraga yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit osteoporosis adalah dengan  latihan keseimbangan tubuh dan kelincahan, latihan ekstensi punggung yang dilakukan dengan melengkungkan punggung dalam derajat yang cukup aman, jalan kaki secara teratur dan juga dengan melatih kekuatan otot seperti dengan mengangkat beban dengan menggunakan dumbbell kecil.

Olahraga yang tidak boleh di lakukan oleh penderita penyakit osteoporosis adalah olahraga berat yang dilakukan secara berlebihan, olahraga yang mudah menyebabkan jatuh seperti trampoline, latihan yang menggerakkan tungkai ke arah samping atau dengan menyilangkan badan  dengan menggunakan beban, melompat dan olahraga yang banyak disertai benturan.

Siapa Yang Memiliki Resiko Terkena Osteoporosis?

  • Orang yang sudah berusia di atas 55 tahun
  • Wanita yang terutama setelah mengalami menopause
  • Gaya hidup yang kurang aktif
  • Memiliki riwayat osteoporosis
  • Gangguan keseimbangan hormonal  (menopause dini atau telah melakukan pengangkatan indung telur)
  • Perokok
  • Orang yang sering mengkonsumsi minuman yang beralkohol dan yang mengandung kafein
  • Diet rendah kalsium
  • Konsumsi obat jangka panjang
  • Diet tinggi serat dan diet tinggi fosfat
Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis dan Gejalanya

Tanda awal penyakit osteoporosis terjadi secara bertahap yang terjadi dalam jangka waktu beberapa tahun kemudian yang diiringi dengan gejala penyakit osteoporosis yang jelas. Dan biasanya kondisi seperti ini baru bisa terdeteksi jika orang tersebut mengalami keretakan tulang. Dengan penyakit osteoporosis, maka secara otomatis tulang manusia  menjadi keropos sehingga rentan untuk retak yang di akibatkan dari kepadatan tulang yang berkurang.

Tanda awal penyakit osteoporosis adalah pengeroposan tulang, dan jika saat ini anda sedang mengidap penyakit osteoporosis ini apabila terjatuh atau terbentur dari posisi berdiri ataupun duduk, maka tulang anda dapat berisiko untuk retak. Selain itu, penyakit osteoporosis umumnya tidak memberikan rasa sakit terkecuali jika sudah terjadi keretakan tulang.

Gejala osteoporosis yang paling sering di temukan yaitu dengan sakit punggung yang berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang lama, kondisi seperti ini bisa saja akan mempengaruhi pernapasan yang di akibatkan dari terbatasnya ruang untuk paru-paru mengembang. Gejala penyakit osteoporosis yang dapat anda kenali dengan jelas adalah perubahan postur punggung yang menjadi bungkuk dan ini biasanya dapat anda lihat pada orang berusia lanjut. Postur punggung yang bungkuk di akibatkan karena terjadinya pengeroposan tulang belakang sehingga akan membuat tulang punggung mengalami kesulitan untuk dapat menahan berat badan.

Tanda Awal Penyakit  Osteoporosis

Tanda Awal Penyakit Osteoporosis

Cedera osteoporosis yang paling umum dialami oleh penderita penyakit ini adalah dengan terjadinya keretakan pada tulang punggung, tulang pangkal paha, dan pergelangan tangan. Keretakan yang terjadi pada lansia bisa menjadi masalah yang serius, namun tergantung terdapat di bagian tubuh mana yang mengalami keretakan tersebut.

Contohnya terjadi keretakan tulang pada bagian pangkal paha, kebebasan untuk dapat bergerak bebas akan terhambat dan bahkan dapat berujung pada kelumpuhan permanen. Dalam kasus penyakit osteoporosis yang kronis atau parah, bahkan bersin ringan atau batuk juga bisa saja menyebabkan keretakan pada bagian tulang rusuk atau salah satu bagian dari tulang belakang.

Penyakit Kelenjar Pemicu penyakit Osteoporosis

Ada banyak hormon yang mempengaruhi proses regenarasi tulang, maka jika kebetulan anda memiliki penyakit kelenjar pneghasil hormo kemungkinan besar anda memiliki resiko mengalami penyakit osteoporosis. Berikut ini beberapa jenis penyakit kelenjar yang dapat memicu osteoporosis, antara lain :

  1. Gangguang kelenjar pituitari
  2. Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif
  3. Gangguan kelenjar adrenal contohnya sindrom Cushing
  4. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  5. Berkurangnya kadar hormon seks (estrogen dan testosteron)

Itulan penjelasan tentang tanda awal penyakit osteoporosis yang sangat penting untuk diketahui oleh semua orang, terutama kaum muda sehingga dapat melakukan pencegah sedini mungkin untuk menghindari penyakit osteoporosis di masa yang akan datang, dan bagi penderita penyakit ini agar rajin melakukan olahraga ringan dan perhatikan setiap gerakan yang akan dilakukan agar tidak terjadi keretakan tulang yang lebih parah.

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis – Gangguan tulang yang paling mengerikan adalah rapuh tulang atau penyakit Osteoporosis yang berpotensi menimbulkan cacat permanen dan bahkan kematian karena patah tulang. Penyakit Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan dunia nomor da setelah penyakit kardiovaskular. Meskipun sangat umum di Indonesia, kesadaran masyarakat akan penyakit ini masih rendah, padahal penyakit ini bisa dicegah, dihambat dan juga dikelola bila kita mau melakukannya.

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis tidak akan terlihat oleh kasat mata. Osteoporosis merupakan penyakit diam atau silent disease. Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun ditahap awalnya. Beberapa ahli juga menyebutkan penyakit osteoporosis merupakan salah satu pencuri diam-diam atau silent thief yang mencuri massa tulang kita sedikit demi sedikir tanpa pernah kita sadari. Selain tidak membuat tulang berderak, kehilangan tulang tidak membuat sendi Anda nyeri atau bengkak. Penyakit Osteoporosis biasanya sidah dalam tahap lanjut ketika gejala muncul, ketika penyakit ini telah mematahkan tulang atau fraktur dan bisa menimbulkan deformitas, rasa nyeri dan gangguan fungsinya.

Gejala penyakit tulang osteoporosis biasanya ditunjukkan dengan kerapuhan tulang yang memudahkan terjadinya fraktur stress, yakni fraktur yang muncul dari tekanan pada tulang sewaktu melakukan kegiatan normal. Misalnya fraktur stress dapat terjadi pada kaki sewaktu berjalan atau melangkah turun dari tanjakan. Fraktur ini tidak luput sampai bertahun-tahun kemudian.

Gejala penyakit tulang osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri karena pengeroposan tulang yang terjadi tampa menimbulkan sensasi apapun. Namun, tulang yang keropos oleh osteoporosis dan kemudian patah bisa menyebabkan rasa nyeri.

Penyebab paling umum dari nyeri penyakit osteoporosis adalah fraktur kompresi tulang belakang. Rasa nyeri yang ada di punggung terjadi secara tiba-tiba, biasanya seteah aktivitas rutin yang meregang atau menekan pungggung. Nyeri biasanya memancar ke sekeliling punggung di kedua sis tubuh, yang memburuk ketika berdiri atau berjalan. Rasa nyeri juga terasa saat berbaring dan memutar atau menekuk punggung.

Gejala penyakit tulang osteoporosis dengan rasa nyeri yang terjadi dan muncul akan bertahap menghilang seiring dengan proses  penyembuhan fraktur, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Namun pada sebagian orang nyeri osteoporosis berlanjut menjadi kronis.

Tinggi badan orang usia lanjut memang terlihat menyusut karena tulang belakang keropos hingga tubuh memendek dan bungkuk. Tulang manusia memiliki lapisan yang keras dan lapisan dalam yang berongga seperti spons. Dari bayi hingga dewasa, tulang dibentuk, dibuat baru, dan membesar. Setelah usia 30 tahun akan terjadi maintenance. Artinya ketika tulang menua, akan dirusak dalam waktu singkat oleh sel-sel perusak tulang (osteoklas). Ini diimbangi dengan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Tapi pembentukan sel tulang baru butuh 3 bulan. Akhirnya tulang-tulang berlubang-lubang dan menipis (ostopenia). Jika didiamkan tulang akan keropos (osteoporosis), tekanan sedikit saja bisa menyebabkan tulang patah.

Masalah Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis akan menjadi masalah diberbagai belahan dunia, karena kini usia harapan hidup makin meningkat. Wanita menopause adalah kelompok yang paling rentan mengalami osteoporosis. Wanita lebih rentan terhadap osteoporosis karena mengalami masa hamil dan menyusui, dimana ketika kebutuhan kalsium untuk janin dan bayi kurang, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sekitar usia 50 wanita akan mengalami menopause. Proses resorpsi tulang jadi tidak terkendali, dan tidak dapat diimbangi oleh proses formasi tulang. Estrogen juga berperan dalam proses penyerapan kalsium.

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan memburuknya arsitektur  tulang. Kondisi pada akhirnya membuat penderita rentan mengalami patah tulang (fraktur). Osteoporosis memang tidak mengakibatkan kematian, namun jika terjadi komplikasi patah tulang mengakibatkan masalah serius pada penderita. Tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, namun juga mengakibatkan penurunan kualitas hidup.

Obat Osteoporosis

Banyak obat yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, secara garis besar terbagi menjadi dua jenis. Obat osteoporosis untuk meningkatkan proses pembentukan tulang, dan obat untuk menghambat proses pengeroposan tulang. Salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengatasi proses peneroposan tulang adalah bifosfonat. Jenis bifosfonat yang ada diantaranya risendronat, alendronat, asam zialuronat, dan berbagai jenis lainnya.

Cara penggunaannya juga berbeda, ada yang diberikan satu kali sehari, satu kali seminggu, satu kali dalam sebulan, dan satu kali dalam setahun. Penggunaan sehari sekali atau seminggu sekali kadang membuat penderita merasa bosan, sehingga angka kepatuhan penggunaan obat juga dapat berkurang. Asam zoledronat merupakan salah satu obat yang diberikan dalam kurun waktu setahun sekali, sehingga kepatuhan penderita relatif baik.

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Pencegahan osteoporosis tidak bisa dilakukan dengan cara instan harus dimulai sejak usia muda bahkan kanak-kanak. Sebaiknya memang sudah menabung tulang sejak dini, sehingga tulang mencapai puncak massa tulang yang optimal di usia 30-an. Dengan demikian lewat usia 30, ketika kepadatan tulang mulai menurun, tabungan tulang masih banyak hingga kepadatnnya terjaga hingga lansia.

3 langkah pencegahan penyakit osteoporosis adalah : Kalsium, Vitamin, Olahraga. Kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, membutuhkan bitamin D untuk penyerapannya, sementara olahraga beban akan merangsang tulang menjadi kuat. Selama hal ketiga ini dipenuhi, sering-sering mandi tidak akan membuat anda menjadi bungkuk.

Itulah informasi mengenai Penyakit osteoporosis dan pencegahan yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Gejala Penyakit Tulang Osteoporosis

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Masalah Osteoporosis Pada Lansia – Mungkin Anda beranggapan bawah penyakit osteoporosis hanya masalah minum susu atau mengonsumsi kalsium saja. Lalu menjaga tubuh agar tidak terjatuh sampai menimbulkan patah tulang. Ini keliru, Masalah osteoporosis pada lansia bukan hanya bisa menyebabkan fraktur tulang, tetapi juga dapat menimbulkan cacat tubuh, tinggi badan berkurang sampai belasans entimeter, hingga penderitaan dan komplikasi yang bermacam-macam.  Sebenarnya tulang keropos  sudah ada di zaman Mesir kuni sekitar 2000 tahun sebelum masehi.  Pada pemeriksaann scan terhadap tulang mummy ternyata dijumpai patah tulang panggul dan kompresi dibeberapa ruas tulang belakang.

Penyakit Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis berasal dari  kata osteo dan porous, asteo artinya tulang dan porous berarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi Penyakit osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunanan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan  kerapuhan tualng. Tualng yang rapuh dan keropos ini mudah patah atau fraktur (fracture).  Masalah osteoporosis pada lansia ditandai oelh dua hal, ayitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, dan kedua kualitas tulang juga menurun. Densitas tulang adalah kepadatan tulang, yaitu berupa gram mineral  per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut  arsitektur, penghancuran,  da pembentukan kembali (mineralisasi) tulang. Densitas tulang bisa diukur dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dqapat dihitung dengan angka.

Tulang yang normal itu kuat, karena mengandung protein, kolagen dan kalsium. Namun, bila tulang sudah keropos, trauma sedikit saja sudah menimbulkan fraktur. Bentuk fraktur bisa berupa patah jadi dua bagian seperti pada lengan bawah, retak pada tulang panggul, atau kompresi pada tulang belakang. Tempat yang paling sering timbul fraktur adalah tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan, walaupun sebenarnya dapat terjadi pada semua tulang kerangka tubuh.  Berbeda dengan penyakit lain, pada umumnya masalah osteroporosis pada lansia dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa  menimbulkan gejala apapun, sampai suatu ketika terjadi patah tulang barulah Anda merasakan nyeri. Namun keadaan demikian sudah terlambat.  Anda sudah tikdak dapat beraktivitas, fraktur tulang panggul  atau tulang bhelakang membuat Anda harus bebaring di tempat tidur, kebanyakan sampai perlu perawatan dirumah sakit, kemudian timbul komplikasi infeksi saluran napas dan saluran kemih. Akibatnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selain merasakan nyeri, Anda bisa menjadi stress bahkan depresi.

Banyak orang tidak kmenyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang helas, Sering kali penyakit osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah.  Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan penyakit osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat osteoporosis, terapi hormonal dan juga terapi alamiah. Namun, hal yang terpenting adalah upaya pencegahan.

Pencegahan Penyakit Osteoporosis

Pencegahan  pada penyakit osteoporosis tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Di samping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapay memperkecil voulme terjadinya serangan osteoporosis sebagaimana berikut :

Konsumsi kalsium yang cukup. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memnuhi kebutuhan tubuh. Sumber kebutuhan lainnya adalaj ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Osteoporosis bisa dicegah. Pencegahannya harus dilakukan sejak dini. Sejak kecil osteoporosis harus dicegah dengan pemenuhan asupan nutrisi secara baik, khususnya pemenuhan kebutuhan kalsiumnya. Selain dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi harian, osteoporosis bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi lemak berlebihan karena lemak bersifat mengikay kalsium sehingga akan menghambat penyerapan kalsium pada tulang.

Berikutnya, yang harus diperhatikan dalam mencegah osteoporosis adalah dengan melakukan olahraga yang bersifat pembebanan untuk menguatkan matahari dan menjaga lifestyle dengan tidak merokok, minum alkohol dan kafein berlebih sehingga penyerapan kalsium bisa maksimal.

Begitu juga dalam melakukan diet, agar tidak berdampak pada terjadinya osteoporosis, lakukanlah diet seimbang yang juga kaya akan kandungan kaslium. Makanan yang kaya kalsium antara lain, teri, brokoli, kacang-kacangan, tempe dan tahu dan jangan lupa konsumsi susu.

Kekurangan magnesium juga dinyatakan salah satu penyebab osteoporosis. Magnesium terlibat dalam aktivitas lebih dari 300 fungsi tubuh. Selain untuk membantu metabolisme kalsium dan vitamin D, magnesium juga berperan langsung dalam mencegah pengapuran tulang. Kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan osteoporosis.

Vitamin D terjadi didalam tubuh kita dengan bantuan sinar matahari yang sangat penting untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang terjadi dalam usus kecil.
Mengingat osteoporosis dapat menurunkan kualitas hidup menghalangi aktivitas (karena kemungkinan harus menggunakan kursi roda atau tongkat) maka akan mengahadapi kemungkinan terkena osteoporosis, tindakan yang paling tepat adalah melakukan pencegahan sejak dini . Apakah seseorang akan menderita osteoporosis tau tidak, sangat tergantung pada kekuatan tulang yang terbentuk di masa muda, dan bagaimana menjaga kesehatan tulang setiap harinya. Ibaratnya menabung tulang untuk persediaan di hari tua. Meskipun proses penuaan tidak dapat dihindari , kita dapat melakkukan usaha-usaha pencegahan untuk memperlambat datangnya osteoporosis. Bagaimana caranya ?

Cara diet cepat yang tepat menjadi salah satu kunci hidup sehat. Pengeroposan tulang pun bisa di hambat. Olaharaga teratur dan kebiasaan hidup sehat sangat berguna dalam menghambat pengeroposan tulang. Pencegahan perlu ditekankan karena jika tulang sudah mengalami osteoporosis , maka kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah. Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan cara umum, farmakoterapi, fisioterapi, dan pembedahan. Selain itu cara membantu mencegah osteoporosis adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup sepanjang hidup .

Masalah Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia – Normalnya penyakit osteoporosis terjadi pada wanita pasca menopause atau pada pria usia lanjut. Ini disebut penyakit osteoporosis primer. Ada juga osteoporisis sekunder, yakni karena penyakit. Misalnya menopause dini, gangguan fungsi hati, ginjal, hematologi, kelainan endokrin, dan saluran pencernaan. Gaya hidup juga dapat menjadi faktor resiko terhadap terjadinya penyakit osteoporosis. Antara lain merokok, banyak mengandung kafein (kopi) dan alkohol, kurang terpapar sinar matahari sehngga mengalami defisiensi vitamin D, dan malas bergerak. Semua ini sebenarnya dapat dihindari.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis

Rokok diketahui sebagai faktor resiko penyakit osteoporosis sejak 20 tahun lalu. Berbagai studi menunjukkan merokok meningkatkan resiko fraktur (patah tulang). Ditemukan bahwa makin lama dan makin banyak seseorang merokok, resiko fraktur menjadi semakin besar. Perokok yang mengalami fraktur, biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Menjadi perokok pasif di usia muda, dapat meningkatkan resiko rendahnya massa tulang. Berhenti merokok akan mengurangi resiko seseorang mengalami massa tulang rendah dan fraktur.

Dampak rokok terhadap kesehatan tulang belum diketahui pasti apakah penurunan massa tulang memang disebabkan oleh rokok, atau oleh faktor resiko lain. Misalnya secara umum tubuh para perokok  cenderung lebih kurus. Berat badan ringan adalah salah satu faktor resiko massa resiko massa tulang rendah. Perokok juga cenderung lebih akrab terhadap alkohol, kurang aktif dan memiliki pola makan yang kurang baik. Dan wanita perokok umumnya memiliki kadar estrogen lenih rendah, dan cenderung lebih cepat mengalami menopause. Namun, beberapa literatur menyebutkan bahwa merokok dapat mengurangi penyerapan kalsium oleh tubuh.

Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan juga meningkatkan resiko penyakit osteoporosis. Tak lain karena kedua jenis minuman ini mengurangi kemampuan tubuh menyerap kalsium dan mengahambat osteoblast (pembentukan tulang). Air seni peminum kafein mengandung lebih banyak kalsium. Ini berarti banyak kalsium yang dibuang dari dalam tubuh sehingga, tentunya tabungan tulang akan menipis.

Pencegahan Osteoporosis

Cara terbaik Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja menghindari semua faktor resiko yang dapat dihindari. Paling tidak meminimalkan. Jika belum bisa berhenti merokok, maka pastikankita dapat mencukupi kebutuhan kalsium harian sesuai usia. Bagi peminum kopi/alkohol, hindari mengonsumsinya bersamaan/berdekatan dengan mengonsumsi makanan berkalsium : beri jarak 1-2 jam. Usahakan berjemur dibawah sinar matahari pagi, cukup 10-15 menit setiap hari. Tidak kalah penting, jangan malas bergerak. Olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 15-30 menit, 3-5 kali/minggu, terbukti dapat menguatkan tulang.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia tentu saja ialah menghindari faktor resiko atau penyebabnya. Disamping itu, kita perlu melakukan hal-hal yang dapat memperkecil volume terjadinya serangan penyakit osteoporosis sebagaimana berikut :

1. Konsumsi Kalsium Yang Cukup 
Untuk mencukup kebutuhan kalsium, perlu perhatikan produk pangan yang disantap. Salah satu sumber kalsium yang cukup baik adalah susu. Dua gelas susu sehari sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

2. Berhati-hati Menggunakan Obat
Beberapa jenis obat osteoporosis ternyata dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pembentukan tulang. Contoh lain adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti gout dan beberapa jenis obat anti rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.

Obat antasida yang umum dikenal sebagai obat anti sakit maag dapat menghambat penyerapan kalsium. Penghambatan dipicu oleh magnesium dan alumunium hidroksida yang mampu mengikat kalsium dan mengubahnya menjadi bentukan baru yang sulit diserap. Obat cholesteramine yang lazim digunakan untuk mengikat asam empedu agar terjadi penurunan kolesterol darah juga dapat menurunkan kadar kalsium tubuh akibat pembuangan melalui urine.

3. Batasi Konsumsi Garam
Garam dapur (NaCl) terdiri dari unsur natrium (Na) dan klorida (Cl). Konsumsi natrium (sodium) yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat (MSG) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium melalui urine. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya. Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet.

4. Cukupi Konsumsi Vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dan sistem pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.

5. Aktif Berolahraga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu, olahraga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang.

6. Bantu Dengan Obat
Jenis obat ini diantaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan tetsosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurunkan jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause.

Pencegahan osteoporosis pada lansia salah satunya adalah dengan meningkatkan asupan vitamin D3 di dalam tubuh. Dengan paparan dari sinar matahari pagi maka sangat baik dalam membantu mencukupi kebutuhan asupan vitamin D. Hal ini akan membantu mengubahnya menjadi vitamin D3. Diketahui bahwa vitamin D3 merupakan salah satu nutrisi yang baik dan sangat penting dalam membantu meningkatkan terjadinya kepadaran massa tulang dan membantu menguatkan tulang. Sehingga hal ini akan membantu mencegah penyakit osteoporosis.

Pencegahan Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak DiniPenyakit Osteoporosis identik dengan orangtua. Bukan berarti hanya mereka yang berusia > 40 tahun yang perlu waspada terhadap silent disease ini. Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Pertumbuhan tulang yang optimal selama masa anak-anak dan remaja, dapat mencegah resiko penyakit osteoporosis dikemudian hari. Petumbuhan tulang paling optimal, terjadi pada awal masa remaja, yakni sekitar usia 10-14 tahun (anak perempuan) dan 12-16 tahun (anak laki-laki). Sekitar 45% massa tulang dewasa dibentuk pada masa remaja dan terus berjalan hingga usia 30-an. Peak bone mass (puncak massa tulang) terjadi di usia 25-30 tahun.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Penyakit Osteoporosis

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit osteoporosis di usia lanjut. Penyakit Osteoporosis juga disebabkan oleh banyak faktor yaitu :

  • Faktor usia. Wanita yang sudah menopause lebih berpotensi  terserang osteoporosis. Ini disebabkan karena pada wanita menopause produksi hormone estrogen akan berkurang sehingga berakibat pada penurunan fungsi faktor pembentukan tulang.
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama, misalnya obat asma, lupus dan lain sebagainya.
  • Gaya hidup yang kurang sehat, antara lain merokok dan minum-minuman beralkohol.
  • Kurang asupan kalsium
  • Kurang latihan fisik dan aktivitas
  • Haid tidak teratur atau lama tidak haid atau menstruasi
  • Kurang paparan sinar matahari. Cukup paparan sinar matahari selama 30 menit, yaitu sebelum jam 9 pagi dan sesudah jam 4 sore bisa menghindarkan serangan osteoporosis.

Selain akan mengalami perubahan bentuk atau postur tubuh seperti, menjadi lebih pendek atau bongkok, penderita osteoporosis juga akan mengalami keterbatasan gerak. Apalagi jika sudah mengalami patah tulang, pasien perlu bantuan orang lain yang bisa menyebabkan keterbatasan bersosialisasi. Hal ini tentunya juga akan memberikan dampak psikis pada penderitanya, Dengan terbatasnya gerak bisa mengakibatkan stres karena keinginan beraktifitas terhalang.

Selain itu, Penyakit osteoporosis juga akan memberikan dampak secara ekonomi karena penderita osteoporisis harus mnum obat secara teratur dan terus menerus padahal harga obat mahal.

Faktor Resiko Osteoporosis

Tahukah anda bahwa 1 dari 3 wanita post menopause dan 1 dari 5 pria berusia diatas 50 tahun, beresiko terkena osteoporosis, 1 dari 5 orang berusia diatas 60 tahun di Indonesia menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penurunan densitas tulang, kerusakan arsitektur tulang dan meluasnya kerapuhan tulang. Dampak Osteoporosis adalah kekuatan tulang akan menurun dan resiko patah tulang meningkat.

Penyakit Osteoporosis bukan hanya penyakit penyakit orang tua, faktor-faktor dibawah ini juga mempengaruhi terjadinya osteoporosis :

  • Wanita posmenopause atau menopause dini
  • Berusia 65 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami patah tulang/ retak
  • Menggunakan obat kartikosteroid jangka panjang
  • terlalu kurus atau berat badan rendah
  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Beraktivitas kurang atau berlebihan
  • Mengonsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Memiliki penyakit lain, seperti gagal ginjal, hipotiroid, melabsorpsi

Cara Mengecek Kesehatan Tulang

Untuk mengetahui kondisi tulang, dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni mengukur bone mineral density dan penanda biokimiawi tulang. Kedua pemeriksaan ini berbeda, namun dapat saling melengkapi hingga didapatkan infromasi uang lebih lengkap tentang status tulang.

1. Bone Mineral Density (BMD)
Suatu pemeriksaan yang mengukur densitas/ kepadatan mineral dalam tulang dengan sinar X khusus, CT scan atau ultrasonografi, informasi ini menunjukkan kepadatan tulang saat pemeriksaan dilakukan. BMD tidak dapat memprediksi densitas tulang pada masa yang akan datang.

2. Pemeriksaan Laboratorium: Penanda Biokimia Tulang
Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, mewakili proses reformasi tulang, sehingga memberikan informasi mengenai ketidakseimbangan potensial antara pembentukan dan resorpsi tulang. Resiko tulang patah/ retak berhubungan dengan penurunan nilan BMD, sehingga dibutuhkan kombinasi dengan pemeriksaan penanda tulang yang lebih baik.

Sekitar 99% kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi. Pada masa puber, tulang tumbuh dengan cepat. Konsumsi kalsium di usia myda akan menentukan kekuatan tulang nantinya. Perlu diingat penyerapan kalsium hanya sekitar 30% dari konsumsi kalsium. Penyerapan kalsium maksimal bisa didapat dengan konsumsi 1.200-1.500 mg kalsium/hari. Jika berlebihan hampir semua kelebihannya akan dibuang. Sebaliknya, jika kurang tulang tidak akan menerima cukup kalsium yang dibutuhkan sehingga puncak massa tulang tidak tercapai.

Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini dengan minum susu. Susu adalah sumber kalsium terbaik karena paling mudah diserap oleh tubuh. Konsumsi kalsium harus ditunjang dengan vitamin D dan aktif bergerak. Biarkan anak bermain bersama teman-teman, dan dukung keinginan mereka untuk memiliki kegiatan lain di luar sekolah seperti menari, berlatih bela diri, renang dan lain-lain. Semua itu akan menunjang pertumbuhan dan kepadatan tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Lindungi anak dari osteoporosis sdini mungkin.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini adalah dengan melakukan olahraga yang cukup. Anda bsia memilih jeni olahraga yang bisa membantu meningkatkan massa kepadatan tulang Anda. Dan beberapa jenis olahraga yang dianggap dalam membantu meningkatkan kepadatan tulang adalah berjalan, melakukan lompat tali, berlari serta melakukan berbagai macam hal yang lain dalam bentuk aktivitas fisik yang bersentuhan dengan kaki sebagai cara mencegah osteoporosis sejak dini.

Cara mencegah osteoporosis sejak dini lainnya adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol dan minuman yang mengandung soda. Anda bisa mendapatkan banyak dari dampak negatif dari jenis minuman ini, bisa menyebabkan terjadinya penyakit diabetes, penyakit jantung dan mengalami obesitas.

Mencegah Osteoporisis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia – Penyakit Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikrostruktur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta resiko terjadinya patah tulang. Sementara, kepadatan tulang turun seiring dengan bertambahnya usia, bahkan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang. Sedangkan pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 tahununtuk perempuan dan 60 tahun untuk laki-laki.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Puncak massa tulang terjadi sejak umur 20-30 tahun. Artinya pada usia tersebut lebih banyak terjadi kerusakan tulang dibanding dengan pembentukannya. Sedangkan tulang yang berpotensi terkena osteoporosis, yaitu tulang punggung hingga tulang ekor, tulang paha, tulang lengan, tulang pergelangan tangan dan tulang rahang.

Sebagai penyakit silent disease yang baru akan diketahui setelah terjadi patah tulang, osteoporisis disebabkan oleh banyak faktor. Namun sebenarnya osteoporosis bisa dicegah dengan kontrol terhadap faktor resiko kejadian ini, antara lain :

  • Kekurangan protein, baik nabati atau hewani
  • Kurang kalsium
  • Kurang asupan vitamin D. Penelitian menunjukkan, vitamin D atau paparan sinar matahari pada masyarakat Asia kurang
  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebih
  • Berat badan berkurang
  • Gaya hidup, olahraga dan aktivitas fisik kurang, kurang paparan sinar matahari, merokok dan menggunakan obat-obatan tertentu.

Jenis Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis pada lansia terbagi menjadi beberapa jenis seperti dibawah ini :

  1. Penyakit osteoporosis yang terjadi setelah menopause wanita (tipe postmenopause)
    Penyakit osteoporosis seperti ini biasanya menunjukkan gejala seperti terjadinya perubahan pada tulang telakang yang bisa mengakibatkan terjadinya sakit yang sangat parah dan juga menyebabkan terjadinya fraktur tulang. Untuk itu mengapa sangat dibutuhkan juga bagaimana cara yang bisa dilakukan dalam melakukan pencegahan dan untuk mengatasi masalah menopause dini sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya osteoporosis.
  2. Tipe senile atau yang disebut sebagai tipe pikun
    Penyakit osteoporosis untuk jenis ini biasanya banyak muncul pada orang tua yang usianya diatas 75 tahun dan akan mengalami fraktur pada panggul.
  3. Tipe sekunder
    Pada penyakit osteoporosis ini kebanyakan disebabkan oleh terjadinya gangguan endokrin misalnya adalah akibat penyakit diabetes dan hipertiroidisme dan bisa juga diakibatkan karena terjadinya serangan penyakit sistemik misalnya adalah seperti terjadinya penyakit leukemia dan penyakit kronis lainnya. Atau juga bisa diakibatkan karena melakukan terapi yang berbeda, misalnya adalah penggunaan dari obat kortikosteroid atau penggunaan obat anti kejang.
  4. Osteoporosis untuk jenis juvenil idiopatik
    Untuk jenis penyakit osteoporosis ini biasanya disebabkan karena hal yang masih tidak diketahui. Pada anak-anak dan juga dewasa muda dengan kadar dan juga fungsi hormon yang dalam keadaan normal, selain itu kadar vitamin yang normal dan baik serta tidak mempunyai penyebab yang lebih jelas dari penyebab rapuhnya tulang.

Pencegahan Osteoporosis

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit osteoporosis pada lansia adalah :

  1. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan tertaur dan rutin. Selain itu melakukan olahraga dengan baik, benar dan tepat yang bertujuan dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang, serta membantu mengalirkan darah agar lebih lancar lagi menuju ke seluruh tubuh. Membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan menguatkan serta membuat lentur otot dan juga sendi. Karena manfaat dari olahraga sangat baik untuk kesehatan.
  2. Mengatur pola diet dengan sangat baik dan sebaiknya diet sehat dalam membantu mencegah terjadinya penyakit osteoporosis. Yakni adalah dengan menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat dan mengonsumsi banyak sayuran, mengonsumsi susu yang mengandung kalsium tinggi serta lainnya. Ini adalah salah satu bagian yang bisa membantu meningkatkan dan juga mempertahankan massa tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi di dalam tubuh.
  3. Membantu mencegah dan menghindari kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok dan juga menerapkan pola hidup yang baik dan sehat pada semua aktivitas kehidupan yang Anda jalani sehari-hari. Merokok serta mengonsumsi minuman keras yang mengandung alkohol akan berakibat membuat kesehatan menjadi terganggu dan juga akan memberikan pengaruh buruk bagi kepadatan serta kekuatan pada kesehatan tulang.

Untuk mereka yang mengalami penyakit osteoporosis, maka sebaiknya hindari jensi makanan atau minuman yang bisa membuat proses penyerapan kalsium menjadi tergganggu. Misalnya adalah jenis makanan atau minuman yang megandung kafein seperti teh atau kopi atau juga jenis makanan yang bisa membuang kalsium misalnya seperti daging merah. Dan demikian juga hindari kebiasaan merokok dan minuman yang mengandung alkohol.

Selain itu, penggunaan dari beberapa jenis obat-obatan juga bisa membuat penyerapan kalsium mengalami gangguan. Jika memang terpaksa harus minum obat jenis ini, maka sebaiknya asupan kalsium harus ditingkatkan lagi untuk mengimbanginya. Melakukan konsultasi dengan dokter dalam mendapatkan informasi yang lebih lagi mengenai hal tersebut merupakan salah satu hal yang baik.

Penyakit osteoporosis harus diwaspadai karena penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan. Dengan cara memperhatikan asupan makanan yang baik dan cocok untuk penderita penyakit osteoporosis dan juga dengan cara menerapkan gaya hidup yang sehat dan baik, dan sangat dianjurkan sekali untuk penderita bisa menghadapi dan juga menangkal terjadinya penyakit ini sebelum terlambat dan mengalami resiko patah tulang atau pengapuran tulang.

Penyakit Osteoporosis Pada Lansia

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini – Hilangnya hormon estrogen setelah menopause meningkatkan kemungkinan terkena osteoporosis, gangguan yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh. Cara paling tepat mengatasinya adalah memaksimalkan kepadatan tulang saat masih muda.

Penyakit Osteoporosis

Umumnya orang mulai mengalami kerapuhan dan kelemahan tulang pada usia 30 sampai 35. Idealnya pencegahan osteoporosis sebaiknya dimulai sejak anak-anak.Tetapi tidak masalah berapapun usia anda kini, anda masih dapat membuat pilihan makanan dan gaya hidup berbeda untuk menjaga tulang tetap kuat.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Orang dewasa perlu makan makanan yang kaya kalsium untuk mencegah osteoporosis. Makanan yang kaya kalsium adalah susu, yoghurt, keju, ikan salmon, dan brokoli. Satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.

Kalau anda beresiko terkena osteoporosis, dokter akan memberikan tablet kalsium. Namun kalsium bisa berbahaya  pada kondisi tertentu. Karena itu tanyakan pada dokter sebelum minum suplemen kalsium dosis tinggi. Suplemen kalsium dianjurkan bagi mereka yang tidak kuat dengan laktosa dan bagi mereka yang tidak rutin menginsumsi tiga atau lebih makanan yang mengandung kalsium sehari-hari yang dibutuhkan untuk membantu menyimpan kalsium dalam tulang. Kebutuhan ini dapat tercukupi dari minum susu. Vitamin D yang murah dan gratis adalah sinar matahari, karena tubuh membuat vitamin D ketika sinar ultraviolet menyentuh kulit. Rajin berjalan kaki, berdansa, senam, atau joging.

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit osteoporosis kebanyakan menyerang wanita yang mengalami menopause. Menopause Wanita biasanya akan terjadi pada wanita menjelang usia 40-50 tahun. Dan hal ini secara dramatis akan menyebabkan terjadinya proses pengeroposan tulang. Hal itulah yang pada akhirnya menyebabkan penyakit osteoporosis pada wanita angkanya lebih tinggi dibandingkan oleh pria. Penyakit osteoporosis pada wanita yang terjadi disaat tubuh mengalami kehilangan massa tulang lebih cepat dibandingkan dari proses pembentukan tulang yang baru. Dan seiring dengan waktu berjalan, ketidakseimbangan yang terjadi antara kerusakan pada tulang dan pembentukan tulang baru akan mengakibatkan massa tulang menjadi semakin berkurang, sehingga patah tulang akan lebih mudah terjadi.

Sekitar 40 peresn wanita dan sekitar 25 persen pria yang usianya berada diatas 50 tahun mengalami patah tulang yang diakibatkan oleh penyakit osteoporosis pada lansia di sisa hidup mereka. Dan sekitar lebih dari 2 juga fraktur atau masalah patah tulang yang terjadi pada negara Amerika Serikat dalam setiap tahunnya dan penyakit osteoporosis ini bsia mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan dengan lebih serius lagi.

Mereka yang mengalami penyakit osteoporosis membutuhkan latihan dan mendapatkan asupan kalsium serta vitamin D yang tinggi dalam membantu cara mencegah osteoporosis sejak dini agar bisa membantu menjaga kesehatan tulang supaya tetap kuat. Pada penderita penyakit osteoporosis kemungkinan juga diharuskan mengonsumsi obat dalam membantu menyembuhkan penyakit osteoporosis yang dialaminya.

Hormon di dalam tubuh juga berperan penting dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Karena jumlah yang terlalu banyak atau juga jumlah yang terlalu sedikit hormonnya akan membuat tubuh berkontribusi dalam terjadinya penyakit osteoporosis. Khusus untuk wanita selama dan juga setelah mengalami menopause, baisanya ovarium akan memproduksi hormon estrogen jauh lebih sedikit. Dan hilangnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh juga bisa terjadi akibat tindakan operasi dari pengangkat sel indung telur atau juga akaibat dari melakukan cara diet cepat dan olahraga yang berlebihan. Padahal hormon estrogen berperan aktif dalam membantu melindungi dan menjaga kesehatan tulang sebagai salah satu cara mencegah osteoporosis sejak dini. Pada pria yang memproduksi hormon testosteron yang jumlahnya kurang dan hormon estrogen yang diproduksi dengan jumlah kecil pada pria dengan seiring usia yang semakin bertambah.

Pada penurunan hormon yang terjadi ini akan mengakibatkan terjadinya massa tulang menjadi menurun dan bisa berujung pada terjadinya penyakit osteoporosis. Ketidakseimbangan pada hormon lainnya juga akan mengakibatkan terjadinya resiko penyakit osteoporosis misalnya adalah kelenjar tiroid yang bekerja terlalu aktif, penyakit diabetes, dan hiperprolaktinemia, dimana kelenjar hipofisisi akan memproduksi berlebihan hormon prolaktin.

Gangguan yang terjadi pada makan, terutama adalah untuk kasus gangugan anoreksia nervosa hal-hal yang seperti ini juga akan beresiko menyebabkan terjadinya penyakit osteoporosis. Pengeroposan tulang biasanya juga terjadi sebagian akibat dari gizi buruk, dan pada wanita disebabkan oleh karena fungsi dari ovarium yang mulai berhenti berfungsi secara normal dalam memperoduksi hormon estrogen dengan jumlah yang sedikit.

Cara Mencegah Osteoporosis

Cara mencegah osteoporosis sejak dini bukan hanya mengonsumsi kalsium saja. Namun juga mengonsumsi kalium. Kalium sitrat yang jumlahnya diseiimbangkan dengan suplemen atau vitamin D dan juga kalsium adalah salah satu jalan alternatif yang sangat baik dan murah, dan selain itu juga sangat baik dalam membantu meningkatkan kepadatan massa tulang dan membantu meningkatkan mikro-arsitektur dari tulang pada lansia yang sehat dengan jumlah massa tulang yang normal.

Banyak penelitian yang dilakukan juga menyimpulkan hal yang sama. Mereka menyimpulkan bahwa kalium sitrat bisa memberikan potensi baik dalam membantu meningkatkan kesehatan tulang manusia. Dan temuan yang sudah terbukti ini menunjukkan bahwa kalium sitrat bisa muncul dalam membantu menetralkan kelebihan dari asam yang ada di dalam tubuh serta membantu meningkatkan keseimbangan dari kalsium di dalam tubuh.

Itulah informasi mengenai penyakit osteoporosis dan cara mencegah osteoporosis pada lansia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita – Proses penuaan adalah proses yang alami yang akan dialami oleh semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Sebagai dampak dari proses penuaan ini adalah Osteoporosis (pengapuran tulang) sebagai akibat gangguan metabolisme kalsium.

Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan kelainan mikroarsitektur, yang berakibat meningkatnya kerapuhan tulang. Osteoporosis banyak ditemukan pada usia lanjut. Dua sel yang sangat penting  dalam proses ini adalah osteoblast yang berfungsi dalam pembentukan tulan dan osteoklast yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang.

Proses pembentukan dan resorpsi ini terjadi seumur hidup. Pada usia mulai 40 tahun massa tulang akan mulai berkurang sebagai akibat dari mulai berkurangnya fungsi osteoblast. Penurunan massa tulang inilah yang menyebabkan osteoporosis pada lansia. Massa tulang sangat dipengaruhi oleh kalsium karena 98% dari kalsium yang tersimpan dalam tulang. Kalsium yang berperan disini adalah kalsium ion yang dipengaruhi oleh 3 hormon, yaitu : hormon paratiroid, 1,25 dihidroksi vitamin D, dan kalsitonin.

Hormon paratiroid berperan dalam proses resorpsi tulang dengan mengaktifkan osteoklast dan akan mengakibatkan meningkatnya kadar kalsium dalam darah. 1,25 dihidroksi vitamin D akan merangsang osteoblast baru kemudian merangsang osteoklast. Sedangkan kalsitonin berperan sebagai pencegah osteoklast. Dari penelitian juga diketahui bahwa hormon estrogen berperan dalam penekanan proses resorpsi tulang.

Akibat dari osteroporosis maka orang akan mudah mengalami fraktur spontan atau patah tulang spontan. Sekitar 80% penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami pengentian siklus haid (amenorrhea). Osteoporosis Pada Wanita bisa mengalami kerapuhan tulang karena mereka memiliki tingkat estrogen yang lebih rendah, suatu hormon yang membantu menyimpan kalsium. Dan masalah di perparah dengan diet yang tidak cukup nurtisi terutama kalsium.

Cara mencegah Osteoporosis Pada Wanita

Hal-hal yang bisa membantu mencegah penyakit osteoporosis pada wanita adalah :

  1. Mengontrol atau mengendalikan berat badan
    Karena salah satu penyebab dari terjadinya osteoporosis adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi, sebaiknya Anda harus menjaga berat badan dengan baik dan juga mengendalikannya sehingga Anda mendapatkan berat badan yang ideal. Hal ini akan membantu agar tulang Anda tidak terlalu berada pada dibawah tekanan.
  2. Mengonsumsi kalsium dengan jumlah yang cukup
    Penyakit osteoporosis bisa disebabkan akibat kurangnya mengonsumsi kalsium di dalam tubuh. Karena biasanya wanita mempunyai kecenderungan di dalam tubuh mereka dengan lebih mudah, maka mereka harus mempunyai proporsi yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang mengandung kalsium tinggi misalnya adalah seperti susu, bayam, brokoli, serta makanan laut dan yang lainnya.
  3. Jangan mengabaikan nyeri pada tubuh
    Pada setiap munculnya nyeri dibagian tubuh yang terjadi dengan terus menerus, apalagi untuk kasus penyakit nyeri sendi, maka hal ini akan memicu dari terjadinya penyakit osteoporosis. Dan sebaiknya jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan tes mengenai kesehatan tulang Anda.
  4. Jangan melakukan diet ketat
    Untuk diet menurunkan berat badan yang dilakukan dengan ekstra adalah salah satu cara yang kurang baik untuk kesehatan. Sebaiknya Anda jangan melakukan hal ini karena hanya akan membuat tubuh Anda mengalami kehilangan nutrisi yang sangat penting di dalam tubuh misalnya adalah seperti kalsium.
  5. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur dalam membantu menjaga kesehatan tulang agar tetap dalam keadaan fleksibel. Dan segala sesuatu yang biasanya tidak digunakan selama dalam waktu yang lama maka akan membuat terjadinya karatan. Selain itu, hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan tulang Anda.
  6. Konsumsi suplemen mengandung kalsium setelah mengalami menopause
    Sebaiknya Anda segera mengonsumsi suplemen kalsium setelah Anda mengalami menopause. Kandungan hormon estrogen yang bisa membantu dalam melindungi dan menjaga kesehatan tulang Anda biasanya akan berkurang jumlahnya sebagian besar. Jadi sebaiknya Anda memulai untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium dengan segera setelah Anda mengalami berhentinya menstruasi.
  7. Berjemur dibawah sinar matahari
    Tanpa adanya asupan vitamin D, maka tubuh Anda tidak akan bisa memproduksi penyerapan kalsium. Dan selain itu juga vitamin D yang dihasilkan di dalam tubuh Anda disaat Anda sedang mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat untuk kesehatan tubuh kita.

Penegakkan diagnosis pada penyakit osteoporosis adalah lewat Tes Kepadatan Tulang  yang biasanya dilakukan dengan cara menggunakan pemindaian dari DEXA. Tes ini biasanya bisa membantu dalam menentukan apakah Anda mengalami penyakit osteoporosis pada wanita yang bisa membantu mengukur kepadatan dari mineral tulang atau juga menunjukkan kekuatan tulang pada bagian panggul dan bagian tulang belakang.

Tes Penyakit Osteoporosis

Mereka yang harus melakukan tes ini adalah :

  1. Mereka yang mengalami menopause dini yang terjadi sebelum usianya memasuki 45 tahun.
  2. Mereka yang sebelumnya pernah mengalami patah tulang akibat jautuh
  3. Adanya riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit osteoporosis
  4. Mengalami kekurangan berat badan atau kurus
  5. Kondisi tubuh yang kurang sehat akibat mengalami sakit yang terjadi secara berkepanjangan.
  6. Wanita yang mengalami kondisi berhubungan dengan penyakit osteoporosis misalnya adalah seperti penyakit arthritis reutmatoid
  7. Penggunaan dari obat jenis kortikosteroid atau juga dalam melakukan pengobatan tiroid dalam waktu yang lama.

Osteoporosis Pada Wanita

Posted in Penyakit Osteoporosis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment